Selasa, 23 Agustus 2011

KPD lage (5) ... 230811

Senin, 05/09/2011 13:09 WIB Polisi Bakal Sita Aset 4 MI Rp 10 Miliar Terkait Askrindo E Mei Amelia R - detikFinance Jakarta - Pihak Polda Metro Jaya bakal menyita aset milik 4 manajer investasi (MI) terkait investasi ilegal PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Jumlah aset yang akan disita berupa bangunan senilai Rp 10 miliar lebih. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/9/2011). "Kami menelusuri di mana terbitnya repo dan 4 jenis investasi itu. Jadi akan ada pejabat Askrindo sebelumnya yang akan diambil keterangannya. Akan ada lagi penyitaan barang dari 4 MI. Aset itu bernilai Rp 10 miliar lebih berupa bangunan. Dalam waktu dekat (penyitaannya)," tutur Baharudin. Namun Baharudin mengaku tidak mengetahui apa saja nama 4 Mi yang akan disita aset-asetnya. Sampai saat ini, pihak Kepolisian juga belum mengetahui kepastian nilai kerugian negara yang terjadi akibat investasi ilegal yang dilakukan oleh Askrindo. Sebelumnya Ketua Bapepam-LK, Nurhaida menyebut Askrindo telah menempatkan dana di beberapa MI dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Repurchase Agreement (Repo), surat utang korporasi dan Surat Utang Negara (SUN). Mereka diantaranya, Jakarta Investment–Investasi KPD sebesar Rp 41 miliar dan Repo Rp 132 miliar, Harvestindo Asset Management-Investasi KPD dan Repo sebesar Rp 80 miliar, dan Reliance Asset Management-Investasi KPD dan Repo sebesar Rp 93,32 miliar, serta reksa dana Rp 17,82 miliar. Masih ada dua MI lain, yaitu Batavia Prosperindo Financial Services-Investasi Repo Rp 6,3 miliar, Jakarta Securities-Investasi Repo Rp 20 miliar, dan obligasi negara serta korporasi Rp 66,11 miliar. Penempatan investasi tersebut telah dilakukan Askrindo sejak 2005, sedangkan Repo mulai dilakukan sejak 2008. Padahal berdasarkan aturan pasar modal V.G.6, perusahaan asuransi dilarang menempatkan investasi dalam bentuk kontrak bilateral atau KPD, dan Repo. Polda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka dari PT Askrindo, ZL dan RS. Baharudin Djafar pernah mengatakan terdapat empat MI yang bekerja sama dengan Askrindo. Total kerugian yang indentifikasi Rp 436 miliar. (dnl/qom) Kementerian Negara BUMN akhirnya resmi mengganti jajaran direksi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Pelantikan keempat direksi Askrindo dilakukan secara tertutup.

"Ada empat direktur yang sudah resmi dan mulai hari ini juga mereka sudah efektif" kata Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Parikesit Suprapto kepada VIVAnews.com di ruang kerjanya, di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2011.

Parikesit menjelaskan latar belakang pergantian ini karena kinerja manajemen yang dinilai tidak memuaskan, terutama tuduhan tindak pidana pencucian uang yang mendera perusahaan itu. Satu direktur Askrindo saat ini tengah ditahan. Sementara pergantian dua direktur lainnya dinilai kinerja yang tidak memuaskan. Sementara satu direktur pindah ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Pemberhentian dengan hormat yang diajukan kepada Chairul Bahri sebagai Direktur Utama PT Askrindo, dan Hartono sebagai Direktur Pertanggungan dan Pemasaran," tambahnya.

Pelantikan keempat direktur itu dilakukan Parikesit, menggantikan Meneg BUMN. Keempatnya diangkat berdasarkan keputusan bersama Menteri Negara BUMN dan Gubernur BI nomor : KEP-149/MBU/2007 dan 9/31/KEP.GBI/2007.

Berikut nama-nama jajaran direksi PT Askrindo yang baru dilantik :
1. Antonius Chandra S. Napitupulu - sebagai Direktur Utama
2. Didiet Sandjoto Pamungkas - sebagai Direktur Teknik dan Operasional
3. Widya Kuntarto - sebagai Direktur Keuangan, Investasi dan TI
4. Singgih Hardjanto - Direktur SDM dan Umum.

Parikesit menambahkan dalam kasus yang menimpa Askrindo, direktur yang lama tetap bertanggung jawab dan wajib memberikan keterangan pihak kepolisian. Meski jabatannya habis, namun mereka tetap harus bertanggung jawab sebagai individu.

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan dua pejabat Askrindo sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang sebesar Rp435 miliar. Tersangka adalah Direktur keuangan ZL, dan Kepala Divisi Keuangan Askrindo, RS. Keduanya diduga menggunakan dana premi milik nasabah.

"Kedua tersangka sudah ditahan sejak hari ini," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, Jumat lalu.


http://bisnis.vivanews.com/news/read/242548-direktur-askrindo-dicopot--ini-manajemen-baru

Sumber : VIVANEWS.COM

Senin, 22 Agustus 2011

aturan baru, MAENAN BARU

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menargetkan seluruh draf revisi peraturan pasar modal terkait industri reksa dana sudah dapat dirumuskan dalam 90 hari ke depan. Sehingga pada awal 2012 nanti Asosiasi bersama Bapepam-LK secara intensif dapat mengubah aturan seiring dengan masuknya Indonesia dalam ASEAN Capital Market Forum (ACMF).

Demikian disampaikan Wakil Ketua APRDI, Bowo Witjaksono Suhardjo di kantor Bapepam-LK, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/8/2011).

"Kita mau dalam satu setengah bulan drafnya sudah selesai, termasuk penujukkan siapa yang terlibat dalam meneruskan. APRDI sudah ada tim," ungkapnya.

Usai draf rampung, nantinya dalam waktu tidak lama lagi atau paling lambat awal 2012 Biro Pengelola Investasi Bapepam-LK, bersama Asosiasi akan menggodok revisi aturan dan kemudian segera disahkan.

"Kami coba memetakan apa yang akan terjadi akan datang, termasuk ACMF. Selama itu kita rapuh, apalagi saat ada investor besar masuk. Termasuk dari luar," tuturnya.

Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP), Eko Pratomo menambahkan, asosiasi terus mendorong Bapepam-LK melakukan revisi peraturan seiring perubahan zaman. Eko khusus menyoroti pengembangan transaksi reksa dana berbasis elektronik (e-transaction).

"Transaksi elektronik, memang arahnya kesana. Kita wajib melakukan pengkajian, dan asosiasi telah memetakan mana-mana saja yang dilakukan revisi. Belum sampai tahap sistem dikembangkan siapa, baru pada penujukkan tim dari masing-masing," ungkap Eko.

Seperti diketahui, Kepala Biro Pengelola Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto mengungkapkan terdapat 20 peraturan terkait investasi yang akan dikaji untuk dibenahi. Evaluasi ini pun melibatkan pelaku industri investasi, seperti Manajer Investasi (MI), Bank Kustodian, Agen Penjual Efek Reksadana (APRED), Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD).

Dari data Bapepam-LK, materi perubahan peraturan yang disiapakan diantaranya:






Peraturan V.B.3. Terkait pendaftaran agen penjual efek reksa dana. Terdapat peluang bagi agen penjual efek RD non-bank, dengan tetap memperhatikan fungsi dan permodalan yang harus dimiliki.

Peraturan V.B.4. Terkait perilaku agen penjual efek reksa dana. Materi revisi berupa peningkatan manajemen risiko APERD dan memperjelas tugas dan tanggung jawab MI, APERD dan Bank Kustodian (BK).

Peraturan IV.C.5. Terkait reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) penyertaan terbatas. Ada dua kriteria investasi yang berkaitan dengan proyek, dan investasi pada efek penawaran umum.

Peraturan X.N.1. Terkait laporan bulanan Manajer Investasi secara eletronik.

Peraturan V.B.1. Terkait perizinan wakil agen penjual efek reksa dana. Asosiasi ingin Individual Financial Advisor (IFAS) sebagai agen individu reksa dana. Kemudian tidak berlakunya izin sebagai WAPERD apabila tidak mengikuti PPL.

Peraturan V.A.3, terkait perizinan perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai MI.

Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan ACMF.

Peraturan V.G.6, terkait pedoman pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah secara individual. Khususnya meningkatkan manajemen risiko.

Peraturan IV.B.3, terkait reksa dana berbentuk KIK. Dimana unit penyertanaanya diperdagangkan di Bursa. Materi revisi adalah upaya untuk menjadi Exchange Traded Fund (ETF) lebih likuid.

Peraturan IV.B.1, terkait pedoman pengelolaan reksa dana berbentuk KIK. Perlu memperjelas alur transaksi subscription dan redemption yang melibatkan APERD, MI, dan BK.

Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penasihat investasi (PI). Asosiasi ingin mengembangkan profesi PI.





Sumber: detikcom

Minggu, 21 Agustus 2011

SAAT BURSA BERdarah-darah, saat BELI MURAH (21 Agustus 2011)

well, SEMUA ANALIS sepakat bahwa BURSA GLOBAL PASTI AMBRUK karena KRISIS AMRIK dan EURO
well, gw mah hepi2 aja, karena gw khan punya PRINSIP SAMA SEPERTI WARREN BUFFETT, yaitu when blood in the streets, it's TIME TO BUY amid CHEAPER and CHEAPEST price with HIGHER OPPORTUNITY TO GET PROFITS
RESESI adalah saat koreksi
KOREKSI itu SEHAT
ekonomi tanpa koreksi HANYA ADA DI LUAR DUNIA nyata
ekonomi DENGAN KOREKSI adalah dunia NYATA
saat koreksi bwat WB adalah SAAT TERINDAH karena BISA BELI MURAH MERIAH
well, it's UP2U lah :)
gw bukan peramal, tapi berdasarkan FAKTA 2008, maka ada ekspektasi bursa saham indo akan anjlok sampai dengan AKHIR OKTOBER 2011 ... well, LIAT AJA DAH :)

Buffett BofA Deal Is Latest to Capitalize on Weakness of Banks
By Andrew Frye - Aug 26, 2011
Berkshire Hathaway Inc. (BRK/A)’s $5 billion investment in Bank of America Corp. (BAC) is Chief Executive Officer Warren Buffett’s latest attempt to capitalize on weakness at one of Wall Street’s biggest firms.

The deal follows Buffett’s investments in Goldman Sachs Group Inc. (GS) in 2008 and Salomon Inc. in 1987. In the Bank of America agreement, Berkshire gets preferred shares with a yield that’s more than 10 times greater than the lender’s common stock dividend and warrants that allow Buffett to profit from gains in the share price. Bank of America jumped 9.4 percent on the news.

“It’s Warren Buffett, that’s how it works,” said Robert Chapman, founder of hedge fund Chapman Capital LLC, which holds shares of Charlotte, North Carolina-based Bank of America. “This is the price Bank of America pays to have Warren Buffett on this year’s Christmas card.”

Buffett, 80, is scouting deals as profits boost cash at Omaha, Nebraska-based Berkshire. His biggest transactions of the last two years came in the public securities market with the takeover of Burlington Northern Santa Fe and the agreement to acquire Lubrizol Corp. The deal with Bank of America, as with Salomon and Goldman Sachs, was made with the special issuance of preferred stock not offered to all other investors.

“He’s gotta put cash to work,” said Tom Lewandowski, an analyst at Edward Jones & Co., who has a “hold” rating on Berkshire shares. Buffett’s “competitive advantage is that he can do transactions that no one else can.”

Salomon, Goldman Sachs

Buffett came to the rescue of Salomon in 1987 with $700 million as the investment bank, led at the time by John Gutfreund, was fending off overtures from corporate raider Ronald O. Perelman. The $5 billion Goldman Sachs deal came a week after the bankruptcy of Lehman Brothers Holdings Inc. and the emergency takeover of Merrill Lynch & Co. by Bank of America. As of June 30, Berkshire had $47.9 billion of cash.

Bank of America CEO Brian T. Moynihan got Buffett’s offer in a phone call on Aug. 24, two weeks after telling investors for at least the second time this year that his bank didn’t need to raise capital. In a statement yesterday, Moynihan, 51, touted the Berkshire investment as a “strong endorsement” of Bank of America, while reiterating that the lender has adequate funding.

“It’s a sign of weakness,” said Jeff Matthews, Berkshire shareholder and author of “Secrets in Plain Sight: Business and Investing Secrets of Warren Buffett.” “Moynihan didn’t say, ‘You know what, Warren? I really appreciate the call, you’re a wonderful guy, love to have you as a shareholder. You’re welcome to buy our stock just like everyone else.’”

BofA’s Decline

Berkshire owned Bank of America’s common stock in the three and a half years ended in last year’s fourth quarter. The bank declined by more than two-thirds in that span as it recorded losses during the recession and faced claims from mortgage investors who accused the firm of issuing faulty loans. Moynihan took over as CEO for Kenneth D. Lewis in January 2010.

Berkshire’s Bank of America preferred stock will pay a 6 percent dividend, while the warrants give Buffett the option to buy 700 million common shares at any time in the next 10 years for $7.14 each. Bank of America pays a quarterly common-stock dividend of 1 cent, or an annual yield of about 0.52 percent, according to Bloomberg data. The lender rose 66 cents to $7.65 on the New York Stock Exchange yesterday, giving Berkshire’s warrants a paper profit of $357 million.

“There’s one Warren Buffett, and when Warren Buffett calls and says he wants to invest in your company, you take it seriously,” said Jerry Dubrowski, a spokesman for Bank of America. Buffett didn’t respond to an interview request e-mailed to his assistant, Carrie Kizer.

Shareholders Pressured

Bank of America had dropped 48 percent this year before the announcement of Buffett’s investment, pressuring shareholders including Bruce Berkowitz’s Fairholme Capital Management LLC. Berkowitz, who was named Morningstar Inc.’s domestic stock manager of the decade in January 2010, has presided over a decline of about 26 percent this year at his Fairholme Fund. (FAIRX)

“Berkowitz and other shareholders are off the cold linoleum floor,” said David Rolfe, chief investment officer of Berkshire investor Wedgewood Partners Inc.

“It’s been brutal” for Bank of America investors, Rolfe said. “And we’re shareholders of Goldman, so trust me, I know what it feels like.”

Goldman Sachs has dropped 35 percent since Dec. 31, compared with the 7.8 percent slide in the Standard & Poor’s 500 Index. The bank repurchased Berkshire’s preferred stake in the second quarter. Berkshire received warrants to buy $5 billion of Goldman Sachs common stock at $115 a share as part of the 2008 deal, and Buffett’s firm still holds those options. The New York-based firm fell less than 1 percent to $109.84 yesterday. Berkshire declined $2,859, or 2.7 percent, to $103,491.

Bump From Buffett

Bank of America was the biggest of four advancers yesterday in the 24-company KBW Bank Index. (BKX) Buffett’s endorsement helped Goldman Sachs on Sept. 24, 2008, to a 6.4 percent increase.

The Bank of America cash injection may have little impact on capital and doesn’t resolve mounting legal claims linked to mortgages. The investment will “modestly improve” Bank of America’s Tier 1 capital ratio and won’t boost the Tier 1 common ratio, Edward Najarian, head of bank research at International Strategy & Investment Group Inc., wrote in a note to clients.

“It seems like Moynihan paid up just to get the headline that Buffett was investing,” said Peter Tchir, founder of hedge fund TF Market Advisors. “It’s better than nothing, but it’s not to me a rousing endorsement.”

Buffett got legal advice on the transaction from Robert Denham, who also worked for the billionaire on the Goldman Sachs and Salomon transactions. Denham, a partner at Munger, Tolles & Olson LLP, was tapped by Buffett in 1992 to be CEO of Salomon. Buffett had taken over as CEO of the investment bank in 1991 after Gutfreund resigned.

Kamis, 18 Agustus 2011

RD itu salah SATU aset, lah

Jeli pilih alokasi aset

Oleh Budi Frensidy

Sabtu, 13 Agustus 2011 | 01:02 WIB



Dalam banyak kesempatan, ada saja kawan dan kerabat yang bertanya mengenai alokasi investasi di pasar modal untuk mereka. Berapa persen sebaiknya investasi dalam saham dan dalam ORI (obligasi negara ritel) dan SR (sukuk ritel)?



Sebelum adanya ORI dan SR, investor individual di Indonesia yang tertarik dengan obligasi hanya dapat melakukannya melalui reksa dana pendapatan tetap. Namun, sejak diterbitkannya ORI pada 2006 dan SR 3 tahun kemudian, investor ritel dapat melakukannya langsung.

Jika saham berisiko tinggi karena merupakan sekuritas ekuitas, ORI dan SR adalah sekuritas pendapatan tetap yang berisiko rendah. Kesamaannya, semuanya produk pasar modal yang berbeda dengan deposito yang merupakan produk pasar uang.

Perbedaannya, saham memberikan return dalam bentuk dividen, yang biasanya dibayarkan sekali setahun, dan capital gain. Sedangkan ORI dan SR menjanjikan kupon yang dibayarkan bulanan serta kemungkinan capital gain jika terjadi penurunan yield investor akibat semakin rendahnya inflasi dan suku bunga.

Dividen saham akan ada jika perusahaan memperoleh laba dan memutuskan untuk dibagikan. Adapun, capital gain saham terjadi karena adanya laba yang tidak dibagikan dan faktor pertumbuhan perusahaan pada masa depan.

Perusahaan yang rugi tidak akan membagikan dividen dan jika perusahaan itu tidak menjanjikan pertumbuhan, yang akan diperoleh investor adalah capital loss atau penurunan harga saham di pasar.

Berbeda dengan saham, ORI dan SR mempunyai tanggal jatuh tempo, biasanya 3-4 tahun. Jika ORI dan SR dipegang hingga tanggal jatuh tempo, tidak ada risiko perubahan harga karena semua obligasi pemerintah termasuk ORI dan SR pasti dilunasi pada nilai nominal saat jatuh tempo.

Tiga fase investor

Soal alokasi investasi di pasar modal, saya tidak membicarakan jumlah uang dan memiliki dana Rp20 juta saya pikir sudah cukup. Persentase dalam saham dan obligasi yang dianjurkan bergantung pada umur, sikap investor terhadap risiko, dan paradigma investasinya.

Reilly dan Brown dalam bukunya Investment Analysis and Portfolio Management membagi usia investor dalam tiga kelompok yaitu fase akumulasi, fase konsolidasi, dan fase belanja (spending).

Fase akumulasi dimulai saat kekayaan investor masih sedikit atau sekitar usia 25 tahun, fase konsolidasi dimulai pada usia 35-40 tahun, dan fase belanja ketika usia menginjak 60 atau 70 tahun.

Rekomendasi Reilly dan Brown adalah pada fase akumulasi, persentase saham: obligasi sebaiknya 80% : 20%, dan turun menjadi 50% : 50% pada fase konsolidasi, dan terakhir menjadi 100% obligasi pada fase belanja. Ini tentunya dengan asumsi investor bersikap netral terhadap risiko.

Untuk investor yang berani mengambil risiko (risk taker), porsi saham untuk masing-masing fase dapat ditingkatkan 10%-20% menjadi sekitar 90%-100% untuk fase akumulasi dan 60%-70% untuk fase konsolidasi, misalnya.

Sebaliknya investor yang menghindari risiko (risk averter) harus menurunkan porsi saham (menaikkan porsi obligasi) untuk setiap fasenya menjadi 60%-70% saham pada fase akumulasi dan 30%-40% pada fase konsolidasi.

Tiga paradigma investasi

Intinya, sekuritas yang cocok untuk pencinta risiko dengan paradigma investasi maksimalisasi return adalah saham yang harga pasarnya sangat fluktuatif sedangkan untuk yang ingin meminimumkan risiko adalah sekuritas berpendapatan tetap seperti ORI dan SR.

Sementara itu, investor yang takut risiko tetapi ingin menikmati return tinggi dianjurkan mengambil porsi seimbang dalam saham dan obligasi. Portofolio ini ternyata diterapkan Markowitz, sang penemu teori portofolio yang juga pemenang nobel ekonomi.

Walaupun mengakui tingginya return saham dalam jangka panjang, dia hanya menempatkan separuh uangnya dalam aset berisiko ini. Separuhnya lagi dialokasikan dalam obligasi pemerintah dan obligasi korporasi tripel A.

Ketika ditanyakan alasannya, Markowitz hanya menjawab singkat kalau paradigma investasinya adalah minimalisasi penyesalan dan bukan maksimalisasi return atau minimalisasi risiko.

Dengan strategi berimbang ini Markowitz memastikan tidak akan mengalami penyesalan besar soal keputusan investasinya. Jika pasar bullish, dia senang karena separuh portofolionya dalam saham.

Namun, saat pasar bearish, dia juga tidak terlalu bersedih dibandingkan investor dengan paradigma maksimalisasi return, karena obligasi melindunginya dari jatuh miskin.

Sayangnya, persentase alokasi investasi di atas pada praktiknya hanya dilakukan di negara-negara maju yang pasar obligasinya relatif likuid dan sekitar sepertiga penduduknya berinvestasi di pasar modal.

Kondisi ini sangat kontras dengan Indonesia yang investor pasar modalnya hanya sekitar 0,5% dari jumlah penduduk. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menyimpan uang lebihnya dalam deposito.

Padahal bunga deposito selalu lebih rendah daripada kupon ORI atau SR sementara keamanan dan kepastian pengembalian ORI dan SR juga lebih tinggi. Pajak penghasilan atas bunga deposito juga lebih besar yaitu 20% berbanding 15% untuk ORI dan SR sehingga selisih bunga efektif deposito dan ORI (SR) sekitar 2-3% p.a.

Yang juga penting diketahui para kas surplus Indonesia adalah investasi di pasar modal di atas sebaiknya dilakukan setelah Anda mempunyai dana darurat sebesar minimal tiga kali pengeluaran bulanan dan maksimal enam kali, sesuai dengan anjuran Kapoor dalam bukunya Personal Finance.

Dana darurat ini dibentuk untuk memastikan dana yang ditanam dalam pasar modal tidak akan digunakan, paling tidak dalam beberapa tahun ke depan. Dana darurat ini bisa disimpan dalam tabungan atau reksa dana pasar uang.

Kini setelah Anda memahami saham dan obligasi, tiga fase investor, dan tiga paradigma investasi di atas, Anda masih takut menjadi investor pasar modal?

Rabu, 17 Agustus 2011

MIED v. PEFINDO 25

info pefindo 25 HARIAN
... data indeks pefindo 25 setiap hari diupdate di link tersebut
... pefindo 25 merupakan indikator untuk tren mandiri investa ekuitas dinamis (MIED)
... pefindo 25 berisi saham2 yang mirip dengan komposisi saham MIED
periode s/d Januari 2012
... dari daftar pefindo 25, gw MASEH genggam saham MAPI; pernah maenin saham asri, asgr, dan turi; yang gw rada bingung kenapa adhi masuk daftar ini, padahal adhi itu khan kapitalisasinya mirip wika ... well, mungkin ada alasan tertentu
... saham mapi itu lumayan memberi laba bwat gw : setaon mapi yg terpantau dan dibandingkan dengan 3 saham laen : mapi, imas, cpin, kija




Senin, 15 Agustus 2011

KPD lage (4) ... 150811

Desakan Nonaktif Untuk Dua Kepala Biro Bapepam
Headline
Oleh:
Pasar Modal - Senin, 15 Agustus 2011 | 13:32 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Keteledoran dua kepala Biro Bapepam dalam mengawasi transaksi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan lima manajer investasi, memicu kerugian negara sebesar Rp500 miliar. Desakan nonaktif bagi kedua oknum tersebut pun menyeruak.

Pengamat Pasar Modal Adler Heymans Manurung menyarankan agar ketua Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) segera menonaktifkan Djoko Hendrato (Kepala Biro Pengelolaan Investasi) dan Sardjito (Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan). “Ini untuk memudahkan penyidikan, mengingat kejadian ini merupakan mata rantai tindak pidana yang harus diusut tuntas,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Seperti diketahui, Promissory Notes (PN) yang merupakan salah satu bagian dari penyimpangan dana investasi Askrindo hampir Rp 500 miliar, disalahgunakan. Yakni dengan menjadikan PN sebagai produk pasar modal dan dimasukkan dalam reksadana.

Peraturan Bapepam yang menyebut instrumen pasar uang bertenor kurang dari satu tahun, telah diinterpretasikan oleh MI (Manajemen Investasi), mencakup juga PN. Sehingga MI berani menawarkan produk reksadana berisi PN Askrindo, “Telah terjadi kesalahan di tingkat regulator, sehingga produk itu bisa masuk ke instrumen reksadana,” paparnya.

Kondisi itu dinilai Adler, secara jelas telah memanfaatkan celah peraturan Bapepam-LK Nomor IV.C.3 yang tidak mendefinisikan soal Promisori Notes. ”Menurut saya telah terjadi moral hazzard dan kongkalikong antara regulator (Bapepam) dan MI sehingga PN bisa masuk reksadana,” kata mantan Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia itu.

Ia menjelaskan, selain saham, yang boleh masuk di reksadana seharusnya instrumen pasar uang yang telah dirating oleh perusahaan pemeringkat dan tercatat di Bapepam-LK. ”PN bukan termasuk produk pasar modal, karena tidak melakukan penawaran umum dan tidak tercatat di Bapepam. PN sifatnya perdata,” tegasnya.

Ia menambahkan, mengingat PN adalah produk perjanjian utang dua pihak secara perdata, maka tidak semestinya diurus Bapepam. “Bapepam seharusnya lebih mengurus kepentingan publik,” katanya.

Adapun dalam Peraturan Presiden RI Nomor 9 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan, PN atau sanggup bayar adalah surat pernyataan kesanggupan tanpa syarat, untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak yang tercantum dalam surat tersebut atau kepada penggantinya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui komisi XI, sedang memperdalam soal PN dan obligasi jangka pendek yang tidak transparan, akibat lemahnya pengawasan dan praktik yang tidak ketat.

Sejak 2005, dana Askrindo diduga disalahgunakan, dengan cara membiayai nasabah korporat dan menjamin PN yang diterbitkan korporat dan bukan UKM. Akibatnya berbagai kredit tersebut macet dalam jumlah besar.

Sebagai upaya menutup kerugiannya, Askrindo melakukan rekayasa keuangan (window dressing) dengan cara seolah-olah melakukan transaksi dengan sejumlah sekuritas, berupa investasi dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) dan repo saham. Namun transaksi tersebut ditengarai fiktif dan tidak bisa ditagih. Rekayasa keuangan tersebut dilakukan bukan hanya oleh Askrindo, tetapi juga 10 perusahaan MI.

Baru-baru ini Bapepam LK merilis temuannya bahwa memang langkah Askrindo berinvestasi dalam bentuk Repurchase Agreement (Repo), obligasi, reksadana, dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) terdapat kesalahan. Terutama di tiga perusahaan MI dan dua perusahaan non-MI yang disinyalir telah menyalahi aturan yang berlaku.

Terkait hal ini, Ketua Bapepam LK Nurhaida mengatakan, investasi senilai Rp 439 miliar tersebut, tidak sesuai peraturan Bapepam LK Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual dan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam LK Nomor: KEP-112/BL/2010 Tanggal 16 April 2010.

”Dalam peraturan tersebut, setiap MI wajib menyesuaikan ketentuan dimaksud, paling lambat 16 April 2011 dalam hal melaksanakan kegiatan terkait KPD. Pasalnya, berdasar hasil pemeriksaan kepatuhan 2009-2010, kami menemukan praktik-praktik kontrak pengelolaan investasi yang tidak sesuai aturan tersebut,” ujarnya.

Nurhaida menuturkan, praktik yang tidak sesuai ketentuan tersebut diantaranya KPD antara Askrindo dan PT Harvestindo Asset Management (HAM) senilai Rp 80 miliar (Repo dan KPD), PT Jakarta Investment (JI) senilai Rp 173,75 miliar (repo dan KPD), PT Reliance Asset Management (RAM) Rp 93,32 miliar (repo dan KPD), dan dua perusahaan non MI PT Batavia Prosperindo Financial Services (BPFS) senilai Rp 6,5 miliar (repo)dan PT Jakarta Securities (JS) Rp 86,11 miliar dari repo Rp 20 miliar dan obligasi di antaranya Rp 66,11 miliar. ”Tetapi untuk obligasinya, ketika kita tanya mereka tidak punya barang buktinya,” ucapnya. [ast]

yang dicabut ... 160811

JAKARTA- Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencabut izin usaha PT Mega Capital Indonesia (dahulu PT Indovest Securities) sebagai manajer investasi (MI) sejak 9 Agustus 2011.

Keterangan tertulis Bapepam-LK yang diterima di Jakarta, Selasa (16/8), menyebutkan, pencabutan izin usaha itu menyusul adanya pengembalian izin usaha di bidang manajer investasi PT Mega Capital Indonesia karena pemisahan kegiatan usaha.

PT Mega Capital Indonesia menyampaikan surat kepada Bapepam-LK bernomor 163/DIR/I/11/SP tanggal 31 Januari 2011 perihal permohonan pengajuan spin of PT Mega Capital Indonesia.

Selain itu juga surat bernomor 08/LGL-MCINVS/III/11/SP tanggal 18 Maret 2011 perihal penyampaian rencana perubahan susunan pemegang saham PT Mega Capital Investama.

Pencbutan izin usaha itu mulai berlaku sejak 9 Agustus 2011. Dengan pencabutan izin usaha itu maka PT Mega Capital Indonesia dilarang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi. Perusahaan itu juga wajib menyelesaikan segala kewajiban dengan pihak lain yang berkepentingan.

Sebelumnya Bapepam-LK menerbitkan izin usaha di bidang manajer investasi kepada PT Mega Capital Indonesia (dahulu PT Indovest Securities) melalui Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-11/PM-MI/1992 tanggal 14 April 1992.

Pada Agustus 2011 ini, Bapepam-LK juga mencabut izin usaha PT Asuransi Sarijaya (dahulu PT Asuransi Balicitra atau PT Asuransi Balinip) sebagai perusahaan asuransi kerugian.

Sekretaris Bapepam-LK, Ngalim Sawega dalam keterangan tertulisnya menyebutkan,pencabutan izin usaha itu melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep-458/KM.10/2011 tanggal 24 Juni 2011.

Pencabutan izin usaha dilakukan karena perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan perundang-undangan di bidang perasuransian.

Pencabutan izin usaha PT Asuransi Sarijaya sebagai perusahaan asuransi kerugian itu mulai berlaku tanggal 24 Juni 2011.(ant/hrb)


http://www.investor.co.id/marketandcorporatenews/bapepam-lk-cabut-izin-mega-capital-sebagai-mi/18275

Sumber : INVESTOR DAILY
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melakukan pencabutan izin usaha perusahaan efek PT Mega Capital Indonesia (d/h Indovest Securities) sebagai manager investasi.

Ketua Bapepam-LK Nurhaida dalam keterangan resminya, Senin (15/8), mengatakan pencabutan izin usaha Mega Capital ini berdasarkan Surat Keputusan Bapepam-LK Nomor: Kep-11/PM-MI/1992 tanggal 14 April 1992 tentang pemberian izin usaha di bidang manajer investasi kepada PT Mega Capital.

“Pencabutan izin usaha ini dilakukan menimbang surat PT Mega Capital Indonesia (d/h Indovest Securities) yang mengajukan permohonan spin off, penyampaian rencana perubahan susunan pemegang saham perusahaan, permohonan pengembalian izin usaha di bidang manajer investasi PT Mega Capital Indonesia karena pemisahan kegiatan usaha,” urainya.

Nurhaida menambahkan dengan dicabutnya izin tersebut, maka perseroan dilarang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi serta diwajibkan menyelesaikan segala kewajiban dengan pihak lain yang berkepentingan.


http://www.imq21.com/news/read/40425/20110815/124417/Bapepam-LK-Cabut-Izin-Manager-Investasi-Mega-Capital.html

Sumber : IMQ JAKARTA

Sabtu, 13 Agustus 2011

PERBANDINGAN %potential gain MIED:PDM:SDI:MDS:BNPPE (120811)



inves 1 juta per bulan (periode s/d Agustus 2011; skenario dengan NAB riil)


PERAN RD pasar uang SAAT KRISIS SAHAM ... 130811

Withdrawals From Stock Funds Biggest Since ’08
By Sree Vidya Bhaktavatsalam - Aug 12, 2011
money funds= reksa dana pasar uang (RDPU)
stock funds = reksa dana saham
saat SAHAM anjlok, investors SWITCH (beralih) ke RDPU
... gw mah, sejak lama, uda punya RDPU: schroder dana likuid, dan manulife dana kas II
... posting laen soal keunggulan RDPU: saat kemenarikan rdpu
... gw seh sederhana mikirnya: ekonomi itu TURUN NAEK, ada saatnya RDPU lebe unggul keamanan dan imbal hasilnya daripada RD saham/pendapatan tetap/campuran
Investors pulled the most money from global stock funds since 2008 in the past week as the Standard & Poor’s downgrade of Treasuries and the deepening European debt crisis prompted a flight into cash and gold.

Funds that buy global equities suffered $3.5 billion in net withdrawals in the week ended Aug. 10, the most since the second week of October 2008, according to Cameron Brandt, director of research at Cambridge, Massachusetts-based EPFR Global. Investors removed $11.7 billion from funds that invest in U.S. equities, the most since May 2010 when investors pulled money following a one-day market crash that briefly erased $862 billion.

“This week had a feeling of capitulation as we saw investors running for cover,” Brandt said in a telephone interview. “The last time we saw this kind of flight to safety” was in 2008, he said.

Investors have rushed into money-market funds and gold as global equity markets lost $6.8 trillion in value since July 26. On Aug. 5, S&P downgraded U.S. debt for the first time, sending the benchmark Standard & Poor’s 500 Index down by 6.7 percent on the first trading session after the move. In Europe, riots swept across Britain and the sovereign-debt crisis deepened in the countries that use the euro.

Earnings at asset-management firms will be cut by 5 percent to 15 percent in 2012 as a result of investors’ reaction the market selloff, Daniel Fannon, an analyst with Jefferies & Co. in San Francisco, wrote in a note to clients today.
‘Lingering Impact’

Affiliated Managers Group Inc. (AMG) and T. Rowe Price Group Inc. will be “hardest hit” because they have more stock funds, he wrote. Franklin Resources Inc. will see the least impact because of its sizable global fixed-income business, according to Fannon.

“This latest market correction will doubt have a lingering impact on investor sentiment and risk appetites,” Fannon wrote.

Stocks in Standard & Poor’s asset manager and custody bank index have declined about 5 percent since Aug. 5, compared with the 1.2 percent decline in the S&P 500.

U.S. money funds attracted $61 billion in the week ended Aug. 9, according to data from iMoneyNet in Westborough, Massachusetts. Gold and precious metals funds drew $2.1 billion in the past week, EPFR said.

The S&P 500 recovered some losses as it rose 4.6 percent yesterday and 1.1 percent as of 1:42 p.m. today in New York.

Jumat, 12 Agustus 2011

Perlindungan nasabah reksa dana (2)

Bapepam-LK ajak omong MI soal otoritas pasar modal
Oleh Raydion Subiantoro & Irvin Avriano

bisnis indonesia
Published On: 28 July 2011

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengajukan 20 poin dalam peraturan otoritas pasar modal untuk direvisi guna mendorong pertumbuhan industri reksa dana.
Kepala Biro Pengelolaan Investasi Djoko Hendratto mengatakan pihaknya besok akan bertemu dengan seluruh manajer investasi untuk mencari tahu peraturan-peraturan apa saja yang dinilai bisa menghambat kemajuan industri saat ini.

"Industri bergerak dinamis, jadi kami mengundang manajer investasi besok untuk tahu apa keinginan mereka. Namanya ini mungkin overhaul peraturan," katanya kepada Bisnis kemarin malam.

Dia menuturkan tujuan akhir dari revisi peraturan adalah supaya manajer investasi bisa berkembang cepat. "Selain itu, juga untuk mengantisipasi AFTA [Asean Free Trade Area] dan ACMF [Asean Capital Market Forum] beberapa waktu lagi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Bahana Asset Management Edward P. Lubis mengatakan pihaknya bersama dengan manajer investasi lain sudah pernah melakukan pembahasan mengenai peraturan mana saja yang dinilai perlu direvisi.

"Kami sudah bertemu beberapa kali. Ya, yang pernah diomongkan itu perlu direvisi seperti peraturan mengenai produk KPD [kontrak pengelolaan dana] dan derivative," jelasnya sore ini. (ea)

MMI dan produk terproteksi baru ... 120811

Mandiri Investasi mulai tawarkan reksa dana baru
Oleh Irvin Avriano A.
bisnis indonesia

Published On: 10 August 2011

altJAKARTA: PT Mandiri Manajemen Investasi siap menawarkan Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 1 pekan ini kepada calon investor.

“Mungkin dalam hari-hari ini [mulai ditawarkan kepada calon investor],” ujar Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Andreas Muljadi Gunawidjaja kepada Bisnis siang ini.

Dia membenarkan produk investasi ritel itu baru mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Awal pekan ini, situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan produk itu sudah siap ditawarkan kepada calon investor. Situs itu menunjukkan produk dan manajer investasi itu menunjuk Standard Chartered Bank sebagai kustodian.

Namun, Andreas belum dapat memastikan target yang akan dibidik perseroan dari penawaran reksa dana terproteksi itu.

Reksa dana terproteksi adalah produk berbasis surat utang dan memiliki karakteristik tidak mengikuti harga pasar, sehingga nilai pokok obligasi akan bertahan hingga efek utang yang menjadi aset dasar jatuh tempo.

Namun, produk itu memiliki waktu investasi dan pencairan dana yang tidak fleksibel sebagai konsekuensi perlindungan dari fluktuasi nilai pasar sekunder.

Dia mengatakan setelah penawaran produk itu, perseroan akan menawarkan produk Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 6, yang akan menggunakan jasa Deutsche Bank AG sebagai kustodian. (faa)

Kamis, 11 Agustus 2011

PERLINDUNGAN NASABAH REKSA DANA/saham (1)

Proses pembentukan lembaga perlindungan bagi investor (Investor Protection Funds) memasuki babak baru. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menunjuk konsultan independen asal Amerika Serikat (AS), berdasarkan arahan rapat strategis proyek pengembangan infrastruktur pasar modal.

Demikian disampaikan dalam update BEI, seperti dikutip detikFinance, di Jakarta, Kamis (11/8/2011).

"Proses pembentukan lembaga IPF akan diserahkan kepada pihak konsultan independen yang berasal dari Securities Investor Protection Company (SIPC) AS," jelasnya.

Selanjut konsultan SIPC merekomendasikan Mr. Robert G. Richardson sebagai calon konsultan untuk BEI. "Pada saat ini sedang dilakukan proses negosiasi cakupan pekerjaan yang akan dilakukan oleh pihak konsultan," kata BEI.

BEI pada awalnya penyelesaian lembaga IPF selesai di 2011, namun terpaksa tertunda hingga tahun depan. Pasalnya di paruh pertama 2011 BEI baru menyelesaikan studi kelayakan proyek pendirian IPF di Indonesia.

Berdirina IPF merupakan amanat dari UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal yang telah direvisi. Kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, konsep pendirian IPF telah digodok sejak tahun 2007. Dimana lembaga ini menjadi jawaban atas. pelanggaran pasar modal yang semakin sering terjadi, dengan tingkat kerumitan yang memadai.

Sebagai catatan, sepanjang tahun lalu telah ada beberapa kasus besar, diantaranya penyelewengan dana nasabah oleh manajeman PT Sarijaya Permana Securities. Juga ada kasus PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Signature Capital Indonesia dan terakhir PT Optima Kharya Securities.

Atas beberapa pelanggaran pasar modal tersebut, SRO menganggap penting adanya lembaga baru yang bertugas melindungi dana nasaba agar investor merasa nyaman. BEI telah melakukan studi banding ke beberapa negara untuk memformulasikan lembaga perlindungan yang tepat diimplementasikan di Indonesia.



Sumber: detikcom

Senin, 08 Agustus 2011

KPD lage (3) ... 080811

Dua dari lima perusahaan efek yang terkait dengan permasalahan PT Askrindo terancam sanksi administratif, setelah hasil pemeriksaan di - sampaikan pada Komite Penetapan Sanksi dan Keberatan atau KPSK.
Kedua perusahaan efek itu adalah PT Jakarta Investment dan PT Reliance Asset Management (RAM) yang merupakan perusahaan manajer investasi (MI), sementara MI lain yakni PT Harvestindo Asset Management (HAM) masih dalam pemeriksaan Biro Pemeriksaan dan Penyi dikan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Adapun, PT Jakarta Securities juga dalam pemeriksaan, sedangkan perusahaan sekuritas lainnya PT Batavia Prosperindo Financial Services dalam analisis awal sebelum dilanjutkan ke tahap pemeriksaan.

Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK Robinson Simbolon mengatakan bentuk paling ringan dari pemberian sanksi administratif tersebut adalah surat peringatan dan membayar denda.

“Kalau sudah di KPSK, pasti ada sanksi administratif, bentuknya yang paling ringan dari surat peringatan, denda, atau bahkan yang paling berat pencabutan izin,“ katanya akhir pekan lalu.

Sesuai dengan UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal, sanksi administratif dapat berupa peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha, pencabutan izin, pembatalan persetujuan, dan pembatalan pendaftaran.

Situs resmi Bapepam-LK mencatat RAM dan Jakarta Investment sudah dibatasi kegiatan usahanya.

Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengatakan RAM diperiksa pada 16 September 2010 dan hasil pemeriksaan disampaikan kepada KPSK pada 15 Maret 2011, sedangkan Jakarta Investment diperiksa pada 17 Januari 2011 dan hasilnya dibawa ke KPSK pada 15 Juli 2011.
Rekening tidak resmi Direktur Utama RAM Agus Gunawan belum lama ini mengatakan pihaknya sudah menghadap Bapepam-LK terkait dengan masalah tersebut dan regulator menganjurkan langkah hukum jika perseroan merasa dirugikan akibat adanya dugaan perbuatan oknum.

Perseroan, katanya, memang tidak ada catatan transaksi pembelian reksa dana oleh PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), hanya saja Askrindo diduga membeli reksa dana Reliance Equity Fund melalui rekening tidak resmi yang mengatasnamakan perseroan.

“Mereka [Askrindo] mentransfer dana ke rekening yang mengatasnamakan RAM. Kami sendiri punya rekening resmi dan pada rekening resmi ini tidak ada catatan pembelian reksa dana,“ katanya.

Sebelumnya, Bapepam-LK menyatakan praktik investasi bermasalah Askrindo yang ditemukan otoritas pasar modal itu nilainya mencapai Rp439 miliar.
Kasus tersebut muncul dilatari upaya BUMN asuransi itu untuk mencegah pembayaran klaim penjaminan.

Dari nilai tersebut investasi ter besar diduga dititipkan pada Jakarta Investment Rp173,75 miliar terbagi atas repurchase ag reement (repo) senilai Rp132,75 miliar dan kontrak pengelolaan dana (KPD) Rp41 miliar.

Selain itu, dana di HAM sebesar Rp80 miliar berupa repo dan KPD, RAM sebesar Rp93,32 miliar berbentuk repo dan KPD. Lalu, dana Askrindo yang dititipkan kepada Batavia Prosperindo hanya berbentuk repo sebesar Rp6,5 miliar dan Jakarta Se cu rities sebesar Rp66,11 miliar berbentuk surat utang negara (SUN) dan repo Rp20 miliar.

Sekretaris Perusahaan As krindo Singgih Harjanto mengatakan pemeriksaan tersebut masih berjalan. “Memang nilainya seputar itu, tepatnya Rp443,5 miliar.

Namun, pemeriksaan masih berjalan, kami belum dapat me nyam paikan keterangan lain,” katanya.

Sumber : BISNIS INDONESIA

Sabtu, 06 Agustus 2011

ihsg 3900, saat BELI RDS lage ... 070811

well, gw mah uda beberapa kali redeem saat ihsg 4100, dan KAYANYA SEJUMLAH INVESTOR di agen penjual yang sama dengan agen gw, JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA, yaitu JUAL saat IHSG TINGGI, beli saat IHSG RENDAH ... akibatnya situs bank agen penjual RD gw HARUS DIPERBAIKI karena overload ... well, gw sih sante aja lah, beli di tempatnya, yaitu ihsg 3900-an atau 4000-an saat Senin 080811 buka lage :)
baca posting2 gw soal MELAWAN tren turun @saham, dan BERLABA saat tidak mungkin : LABA saat HARGA SAHAM TURUN

RD campuran @panin lage ... 060811

Jumat, 05 Agustus 2011 | 14:55 oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas
PASAR REKSADANA
Panin Dana Bersama peroleh return tertinggi untuk reksadana campuran
kontan

JAKARTA. Kenaikan harga saham dan harga obligasi beberapa bulan terakhir ikut mengangkat kinerja produk reksadana campuran. Data PT Infovesta Utama menyebutkan, kinerja tertinggi ditorehkan produk Panin Dana Bersama dengan memperoleh return 20,05% selama periode akhir Desember 2010 hingga Juli 2011.

Kinerja terbaik kedua masih dipegang produk dari Panin Asset Management, yaitu Panin Dana Unggulan yang mencetak return sebesar 18,75% pada periode yang sama.

Lalu, di peringkat ketiga ada produk Gani Flexi Fund yang membukukan return 18,32% pada periode serupa. Asal tau saja, produk reksadana ini sebagai jawara di bulan Juli, di mana berhasil memperoleh return terbesar sebesar 12,73%.

Sementara, Infovesta Balanced Fund Index menunjukkan, rata-rata return reksadana campuran sekitar 6,78%.

Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya menyebut, reksadana campuran sekarang cukup digandrungi karena profil reksadana ini merupakan paduan portfolio dengan underlying saham dan obligasi. "Cocok untuk nasabah yang berinvestasi jangka menengah dan tidak menyukai resiko tinggi," ujarnya.

Jumlah produk reksadana campuran paling banyak diantara reksadana lainnya. Data per Juli tahun ini menyebutkan, terdapat total 98 produk reksadana campuran. Sementara, reksadana saham 76 produk, dan reksadana pendapatan tetap berjumlah 87 produk.

KPD lage (2) @askrindo ... 060811

Jumat, 05 Agustus 2011 | 22:53 oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas
KASUS INVESTASI ASKRINDO
Bapepam-LK temukan pelanggaran MI dalam kasus Askrindo
kontan

JAKARTA. Masalah penyelewengan dana investasi di PT Askrindo telah melibatkan beberapa manajer investasi (MI) dan perantara perdagangan efek (Broker). Para MI dan broker ini terbukti tidak prudent dan tidak menjalankan good governance dalam pelaksanaan investasinya.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Relliance Asset Management, PT Jakarta Investment, PT Harvestindo Asset Management, yang ketiganya merupakan manajer investasi (MI). Selain itu ada perusahaan non MI yaitu PT.Jakarta Securities dan PT Batavia Prosperindo Financial Services.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto, menuturkan per Juli 2011 pihaknya telah mencabut izin 38 perusahaan MI, 17 Wakil Manajer Investasi (WMI), 8 Agen Penjual Efek Reksadana (APERD), dan 3353 Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (Waperd).

Oleh karena itu Djoko menegaskan bahwa Bapepam-LK secara aktif telah melakukan tindakan sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam Undang-undang tentang Pasar Modal.

"Dengan demikian, sama sekali tidak benar Bapepam-LK telah melindungi atau membiarkan masalah investasi PT Askrindo," jelas Djoko.