gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Selasa, 31 Agustus 2010

hasil investasi sementara 2010 : 310810

IHSG :

12/20/061766
12/28/072745
10/28/081111
12/30/081355
31 Agustus 2010 : 3081

schroder dana istimewa:


NAVDate
4,110.7300 IDR30-08-2010
4,122.3600 IDR27-08-2010
4,176.7600 IDR26-08-2010
4,159.0000 IDR25-08-2010
4,140.3600 IDR24-08-2010
4,166.3100 IDR23-08-2010
4,153.0000 IDR20-08-2010
mssa

NAVDate
2,481.9300 IDR30-08-2010
2,489.2000 IDR27-08-2010
2,519.3700 IDR26-08-2010
2,493.3700 IDR25-08-2010
2,472.7100 IDR24-08-2010
2,497.0800 IDR23-08-2010
2,495.2500 IDR20-08-2010
fso



NAVDate
1,436.6700 IDR30-08-2010
1,438.8300 IDR27-08-2010
1,453.5900 IDR26-08-2010
1,444.1300 IDR25-08-2010
1,433.8800 IDR24-08-2010
1,434.9500 IDR23-08-2010
1,436.5000 IDR20-08-2010
s90



NAVDate
1,129.2300 IDR30-08-2010
1,131.7900 IDR27-08-2010
1,149.7300 IDR26-08-2010
1,142.5800 IDR25-08-2010
1,135.9900 IDR24-08-2010
1,141.2000 IDR23-08-2010
1,137.4100 IDR20-08-2010
fe

12/22/065,532.30
12/28/0710,202.65
10/28/083,535.35
12/30/084,654.50



NAVDate
12,004.4800 IDR30-08-2010
12,029.4100 IDR27-08-2010
12,195.5700 IDR26-08-2010
12,162.7800 IDR25-08-2010
12,110.3500 IDR24-08-2010
12,175.8300 IDR23-08-2010
12,159.7000 IDR20-08-2010
mds



12-18-03 (gw berinvestasi di RDS Manulife Dana Saham): 1,300.37 (Gain=+0%)

12/22/06: 4,243.01 (Gain = +226%)


12/28/07: 6,845.53 (Gain = +426)
10/28/08: 2,745.26 (Gain =+111%)
12/30/08: 3,444.77 (Gain =+164%)
08-30-2010: 8,223.95 (Gain =+532%)


NAVDate
8,223.9500 IDR30-08-2010
8,246.3100 IDR27-08-2010
8,355.6400 IDR26-08-2010
8,327.4700 IDR25-08-2010
8,296.4700 IDR24-08-2010
8,325.5100 IDR23-08-2010
8,312.3600 IDR20-08-2010
sddp

12/22/06: 8,503.44 (dasar untuk perhitungan gain; Gain =0%)
12/28/07: 13,379.55 (Gain =+57%)
10/28/08: 5,980.66 (Gain =-29%)
12/30/08: 7,779.63 (Gain =-8%)
08-30-2010: 18,343.61 (Gain =+115%)


NAVDate
18,343.6100 IDR30-08-2010
18,377.3000 IDR27-08-2010
18,648.6300 IDR26-08-2010
18,573.6400 IDR25-08-2010
18,446.0700 IDR24-08-2010
18,529.4100 IDR23-08-2010
18,498.6900 IDR20-08-2010
msa



NAVDate
1,327.3300 IDR30-08-2010
1,329.1400 IDR27-08-2010
1,344.9100 IDR26-08-2010
1,340.2400 IDR25-08-2010
1,334.8200 IDR24-08-2010
1,338.9000 IDR23-08-2010
1,336.1700 IDR20-08-2010
fsi indoequity sectoral fund



NAVDate
3,689.0300 IDR30-08-2010
3,696.6800 IDR27-08-2010
3,749.7300 IDR26-08-2010
3,737.2800 IDR25-08-2010
3,713.2800 IDR24-08-2010
3,732.6800 IDR23-08-2010
3,729.9400 IDR20-08-2010

Senin, 30 Agustus 2010

RD dan ukm ... 300810

Produk reksa dana bagi UKM dikaji
OLEH RATNA ARIYANTI Bisnis Indonesia
JAKARTA:

Article Rank

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah mengkaji penerbitan produk investasi sejenis reksa dana dengan portofolio aset usaha kecil dan menengah (UKM).
Ketua Bapepam-LK A.Fuad Rahmany mengatakan inisiatif

ini diambil dengan mempertimbangkan kesulitan perusahaan berskala kecil dan menengah untuk masuk ke pasar modal.
“Jadi itu [penerbitan investasi semacam reksa dana] mungkin lebih memungkinkan. Coba bayangkan bila UKM harus mencatatkan diri di bursa, saya khawatir mereka tidak bisa memenuhi semua ketentuan disclosure,” ujarnya, pekan lalu.

Menurut dia, ada beberapa

model yang tengah dikaji untuk memungkinkan UKM mencari dana di pasar modal.
Misalnya, pengelola produk investasi ini mencari dana di pasar modal. Setelah itu dana diperoleh, produk investasi itu menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada UKM. “Konsep investasi ini juga akan melibatkan perbankan.” Fuad menambahkan produk tersebut bukan merupakan sekuri

tisasi aset kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA).
Portofolio KIK EBA di antaranya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan dari surat berharga komersial, pemberian kredit kepemilikan rumah atau apartemen, efek bersifat utang yang dijamin pemerintah, dan sarana peningkatan kredit.

Saat ini, otoritas pasar modal telah menuntaskan konsep pe

nerbitan produk investasi ini.
Tim pengkajian penerbitan produk investasi yang telah dibentuk sejak tahun lalu masih menggodok sejumlah regulasi yang diperlukan.

Semula kajian tim diharapkan rampung pada tahun ini. Namun, rencana ini tertunda mengingat tingginya beban kerja Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum (Biro PBH) pada tahun ini.

Senin, 23 Agustus 2010

danareksa terPROTEKSI ... 230810

INILAH.COM, Jakarta - PT Danareksa Investment Managemen (DIM) bakal meluncurkan dua reksadana terproteksi pada awal November 2010.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama DIM, David Jhon Item kepada INILAH.COM, akhir pekan lalu (20/8). Menurut Jhon dengan diluncurkannya reksadana terproteksi ini, DIM mengincar dana sekitar Rp400-500 miliar. "Namun, awal november ini kami akan meluncurkan satu saja," ujarnya.

Selain itu, DIM juga siap meluncurkan satu reksadana pada akhir tahun ini senilai Rp200 miliar. "Reksadana ini antara saham dan campuran," paparnya. Hingga semester I-2010, dana kelolaan DIM sudah mencapai Rp9,5 triliun dengan target hingga akhir tahun Rp10,5 triliun.

Sumber : INILAH.COM

Minggu, 22 Agustus 2010

RD terproteksi ala danareksa ... 220810

Danareksa Kaji Reksa Dana Terproteksi Rp500 M
Perseroan juga akan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Rp 1 triliun.
SABTU, 21 AGUSTUS 2010, 12:02 WIB Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif



Perusahaan juga berencana menerbitkan satu produk reksa dana saham atau campuran pada November 2010. Selain itu, perseroan akan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) PT Bank Tabungan Negara Tbk senilai Rp750 miliar hingga Rp1 triliun.

"Alasan penerbitan produk reksa dana itu karena permintaan masih ada," kata Direktur Utama Danareksa Investment Management, John D Item di Jakarta, Jumat malam 20 Agustus 2010.

Menurut John, penerbitan reksa dana terproteksi direncanakan pada Oktober-November mendatang. Sementara itu, KIK-EBA BTN diharapkan bisa didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada September atau Oktober 2010.

DIM mencatat, total dana kelolaan reksa dana terproteksi saat ini sudah mencapai Rp3,5 triliun. Sementara itu, total dana kelolaan untuk seluruh produk reksa dana DIM sebesar Rp9,6 triliun.

Hingga akhir 2010, total dana kelolaan bisa mencapai kisaran Rp10,5-11 triliun.

John menambahkan, selama ini kontribusi terbesar dana kelolaan berasal dari reksa dana saham, diikuti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana terproteksi, dan produk lainnya. "(Walau reksa dana saham) terbesar, tapi tidak terlalu besar dari reksa dana jenis lainnya. Fee dari reksa dana saham memang besar," tuturnya.

Terkait produk reksa dana Mawar yang diluncurkan pada Maret 2010, menurut John, saat ini dana kelolaan reksa dana tersebut telah mencapai Rp250 miliar.

Reksa dana yang memfokuskan pada 10 saham kapitalisasi menengah yang memiliki fundamental baik itu ditargetkan mampu meraup dana kelolaan hingga akhir 2010 sebesar Rp500 miliar.

"Kami optimis tercapai karena sekarang sudah ada Danareksa Online (DONE)," ujarnya.

DIM juga berencana untuk mengembangkan produk reksa dana syariah yaitu reksa dana Danareksa Indeks Syariah (DINAR) dan reksa dana Dana Syariah Berimbang. Produk investasi syariah tersebut saat ini sudah mengumpulkan dana kelolaan hingga Rp500 miliar.

"Akan kami kembangkan terus dengan meningkatkan eksistensinya," kata dia. Apalagi, saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi yang mulai
menanamkan investasinya pada produk berbasis syariah.
• VIVAnews

Kamis, 19 Agustus 2010

RD us$ ... 190810

BNP Paribas targets US$20 million asset
Thursday, 19/08/2010 19:59:19 WIB
by: Ratna Ariyanti
JAKARTA: The total asset under management of BNP Paribas Prima USD, a mutual fund product, now reaches US$7 million. The year-end target is to reach US$15 million-US$20 million.

Fixed income mutual funds launched by PT BNP Paribas Investment Partners on 9 August 2010 invest in government and corporate bonds in US dollar.

Head of Sales & Marketing BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma said that corporate bond issued in domestic market must obtain A- rating while corporate bond to be issued in overseas market must obtain BBB- rating.

"Indonesia's high bond yield is still interesting for investors as the spread between US$ government bond and US$ deposit is quite high," she explained today.

Meanwhile, continued Vivian, low global interest rates also make the sovereign bond in US dollar interesting among investors.

Besides, the Indonesia's credit rating upgrade to investment grade is another factor which makes the Indonesia's sovereign bond the most-interested instrument. (NOM)

fortis MENJADI bnp paribas investment partners

JAKARTA. Pergantian nama baru pada tubuh PT Fortis Investment menjadi PT BNP Paribas Investment Partners membuat mereka juga berkeinginan untuk mengubah nama produk reksadana mereka. Baru-baru ini dirinya telah merilis dua reksadana dengan nama BNP Paribas Spektra dan BNP Paribas Prima USD.

Nah sisanya sebanyak 11 unit lagi akan mereka ganti nama. Menurut Vivian Secakusuma, Direktur PT BNP Paribas Investment Partners, rencananya mereka akan menyelesaikan perubahan nama tersebut pada bulan Oktober.

Beberapa reksadana yang belum diubah namanya seperti Fortis Equitra, Fortis Ekuitas, Fortis Pesona dan beberapa yang lain. Sekadar catatan, total dana kelolaan sampai Juli 2010 PT BNP Paribas Investment Partners ada sekitar Rp 20,72 triliun. Total dana kelolaan ini turun dari bulan Juni lalu yaitu sebesar Rp 20,9 triliun.

Penurunan dana kelolaan ini disebabkan adanya penarikan dana (redemption) dari beberapa investor. "Ada fenomena kalau ada peningkatan harga efek investor mulai redem," terang Vivian

Sumber : KONTAN.CO.ID
19/08/2010 - 18:42
Reksadana Fortis Berubah Jadi BNP Paribas Investment Partners
Agustina Melani


(IST)
INILAH.COM, Jakarta - Nama produk reksadana Fortis Investments akan berubah nama reksadana dengan memakai nama BNP Paribas Investment Partner pada Oktober 2010.

Langkah ini dilakukan setelah merger antara BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) dan Fortis Investments pada April lalu. "Pada Oktober 2010 nama reksadana Fortis akan berubah nama memakai nama produk BNP Paribas Investment Partners. Saat ini lagi proses di Bapepam-LK," ujar Direktur Head of Sales Marketing BNPP IP, Vivian Secakusuma, Kamis (19/8).

BNPP IP memiliki 13 produk reksadana. Ke-13 produk reksadana tersebut terdiri dari empat reksadana saham, satu saham reksadana syariah, empat reksadana reksadana pendapatan tetap dan empat reksadana campuran. Vivian mengatakan saat ini baru dua produk reksadana yang telah memakai nama BNP Paribas Investment Partners. "Sebelas produk reksadana akan berganti nama," tambah Vivian.

Vivian menuturkan proses pergantian nama produk reksadana ini akan dilakukan secara bertahap di Bapepam-LK. Diharapkan proses pergantian nama selesai akhir September 2010 sehingga pergantian nama sudah dilakukan pada Oktober 2010.

Sebelumya, Direktur Utama PT BNPP IP, Tino Moorres pernah mengatakan pergantian nama akan dilakukan pada Juli 2010. BNP Paribas Investment Partners dan Fortis Investments telah menuntaskan proses merger pada 1 April 2010. Kedua perusahaan tersebut beroperasi di bawah satu nama yaitu BNP Paribas Investment Partners. [cms]

RD dan osk ... 220810

Sabtu, 21 Agustus 2010 | 16:57 oleh Avanty Nurdiana PRODUK BARU OSK NUSADANA ASSET MANAGEMENTOSK Nusadana siap luncurkan satu reksadana terproteksi
JAKARTA. Minat investor pada reksadana proteksi seperti masih cukup besar. Tak heran, manajer investasi masih terus berusaha memberikan produk terbaru. Seperti yang dilakukan PT OSK Nusadana Asset Management dengan meluncurkan reksadana proteksi, OSK Nusadana Capital Protected Fund III.

Presiden Direktur OSK Nusadana Asset Management Rima Suhaimi mengatakan, pihaknya akan menawarkan reksadana ini bulan Oktober mendatang. Rencananya, reksadana ini akan berisi obligasi pemerintah.

Rima berharap reksadana terproteksi ini bisa menyerap dana sampai Rp 100 miliar. Namun sayangnya dirinya masih belum bisa memaparkan berapa target return yang dari reksadana ini. "Kami belum meminta ijin efektif untuk reksadana ini," terangnya. Jadi pihaknya masih belum bisa menyebutkan detil reksadana ini.

Kelak, OSK juga akan menerbitkan dua reksadana baru sampai akhir tahun. Satu berjenis proteksi dan satu lagi reksadana pasar uang. Menurut Rima ini adalah salah satu upaya mereka untuk meningkatkan dana kelolaan. Maklum, target dana kelolaan OSK cukup gede. "Kami berharap bisa memperoleh dana kelolaan sampai Rp 1 triliun sampai akhir tahun ini," terangnya. Hingga saat ini, total dana kelolaan OSK baru mencapai Rp 405,5 miliar.
Incar Kelola Rp1 T, OSK Reksa Dana Terbitkan Baru
Rabu, 18 Agustus 2010 - 17:32 wib

Widi Agustian - Okezone

JAKARTA - PT OSK Nusadana Asset Management menerbitkan reksa dana saham baru, OSK Nusadana Alpha Sector Rotation (OSKN ASR). Di mana awal dana kelolaan (Nilai Aktiva Bersih/NAB) pada 18 Agustus mencapai Rp25 miliar.

"OSKN ASR mengkomninasikan permodelan kuantitatif dan faktor-faktor fundamental untuk mengoptimalkan tingkat pengembalian di setiap siklus pasar saham," jelas Presiden Direktur Rima Suhaimi dalam acara Peluncuran OSKN ASR, di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Dia mengatakan, jika model kuantitaif yang diterapkan reksa dana ini adalah motel rotasi yang perpindahannya dilakukan berdasarkan indikator-indikator yang muncul pada setiap siklus pasar saham, antara lain variabel implied PE dan konsensus estimasi earning.

Reksa dana ini merupakan produk reksa dana ketiga yang diterbitkan oleh OSK Nusadana Asset Managemen selama tahun 2010. Sebelumnya pada Februari dan Maret, perusahaan telah meluncurkan reksa dana terproteksi OSK Nusadana Capital Protected Fund (OSKN CPF) dan OSK Nusadana Capital Protected Fund II (OSKN CPF II).

Perusahaan ini juga mengelola satu reksa dana campuran bernama OSK Nusadana Kombinasi Maxima.

Tiga sektor yang menjadi acuan reksa dana ini, yakni cyclical yang merupakan sektor yang memiliki magnitude perubahan paling besar. Umumnya mewakili pertambangan, energi, logam dasar, agribisnis dan industri dasar.

Sektor defensive yang merupakan yang paling sedikit terpengaruh volatilitas pasar, umumnya mewakili sektor konsumsi dan infrakstruktur. Serta interest rate sensitive, yang paling dipengaruhi apabila terjadi perubahan suku bunga, mewakili sektor perbankan, jasa keuangan dan properti.

"Tiga sektor ini kita akan maksimalkan sesuai dengan kondisi pasar. Ini untuk mengamankan dana nasabah," tukasnya.

Dari reksa dana ini, perusahaan menargetkan dana sebesar mencapai Rp100 miliar hingga akhir tahun. Di mana dana yang sudah masuk mencapai Rp26 miliar. "Kami yakin akan tercapai," pungkas Rima.

Terbitkan 4 Reksa Dana Baru

Rima mengaku berencana menerbitkan empat lagi produk reksa dana pada tahun ini. Pihaknya menargetkan dana kelolaan sebsar Rp1 triliun pada akhir tahun 2010.

"Ini sejalan dengan target kami untuk menduduki posisi top ten dalam waktu tiga tahun ke depan dan tentunya dengan komitmen kami untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah kami dengan melakukan pengelolaan secara profesional," tutur Rima.

Reksa dana OSKN ASR ini merupakan produk reksa dana ketiga yang diterbitkan oleh OSK Nusadana Asset Managemen selama tahun 2010.

Sebelumnya pada Februari dan Maret, perusahaan telah meluncurkan reksa dana terproteksi OSK Nusadana Capital Protected Fund (OSKN CPF) dan OSK Nusadana Capital Protected Fund II (OSKN CPF II).

Perusahaan ini juga mengelola satu reksa dana campuran bernama OSK Nusadana Kombinasi Maxima.

"Di mana per 30 Juli lalu, NAB perseroan mencapai Rp374 miliar," jelasnya.


(rhs)