gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Selasa, 17 Februari 2015

Macam Kecemasan sebagai INVE$T0R

kenapa mesti CEMA$ neh ...
... topik kecemasan berinvestasi itu AMAT LUMRAH dibahas
... PALING BANYAK ORANG MENYANGKAL bahwa kecemasan itu ada pada dirinya
... PALING SEDIKIT orang akan MENGAKUI bahwa KECEMASAN BERINVESTASI itu PENGHAMBAT BERINVESTASI
... berikut tipe/jenis/macam kecemasan berinvestasi yang gw tau:
1. prediksi bahwa semua investasi itu berbahaya: terbukti emang banyak banget investasi itu merupakan PEN1PU4N, tapi juga FAKTA bahwa tidak semua investasi itu merupakan SCAM. Dulu gw juga pernah berasumsi bahwa semua investasi itu penipuan semata, karena ujung-ujungnya uang investor DIRAUP abis oleh pengelola investasi. Well, terbukti gw sekarang maseh terus menikmati LABA yang malah naek terus dalam jangka panjang. Gw pernah mengalami kondisi krisis pengelolaan investasi, misalnya, ada produk reksa dana yang merosot nilai asetnya karena diserbu jual oleh investornya. Namun dengan pengelolaan risiko yang mantap dari pengelola investasi maka selamat lah semua dana gw, setidaknya modal gw + sedikit laba lah :)
2. prediksi bahwa SEMUA INVESTASI (atawa produk investasi) itu AKAN RUG1. Hmmm, produk investasi jelas BISA RUG1. Kerugian sebuah produk investasi bisa s/d 100%. Itu kerugian maksimum sebuah produk investasi pada investor. Dulu gw juga berasumsi bahwa semua produk investasi itu berujung pada kerugian s/d maksimum 0%. Well, ternyata ada tuh investasi yang tidak rugi sedahsyat itu misalnya investasi rumah dan sejenisnya (properti) dan emas. Bahkan kerap kali gw atawa investor mengalami laba yang besar dan berlipat-lipat pada investasi tersebut. FAKTAnya gw mengalami laba dahsyat pada nyaris 100% produk reksa dana yang gw inves.
3. investasi itu BIASANYA MERUGIKAN n TIDAK AMAN, kecemasan akan risiko ketakamanan dan kerugian sekaligus paling sering dialami oleh orang yang mempunyai banyak informasi soal berinvestasi dari lingkungannya sendiri. Terutama jika kawan-kawannya menceritakan kerugian berinvestasi tertentu maka imbas word-of-mouths akan berdampak menyeramkan bagi sang calon investor. Bahkan sejak ortu kita, peristiwa investasi yang berisi JANJI-JANJI MULUK telah terbukti ada n MENYENGSARAKAN PARA PENJUDI KELAS KAKAP yang mengaku dirinya sebagai INVESTOR. Berangkat dari keyakinan pada MULUT MANIESZ para PENIPU yang sama sekali tidak tampak sebagai penipu. Keyakinan pada ocehan para penipu yang luar biasa lihai dalam membaca perilaku manusia. Keyakinan tersebut MENUNDUKKAN SEMUA ASUMSI bahwa investasi itu MERUGIKAN n TIDAK AMAN (aka dibawa kabur penipu). Well, memang semua itu FAKTA menyakitkan. Nah, gw menerapkan kehati-hatian dalam mengelola dana gw. Kehati-hatian aka prudent itu JALAN KESELAMATAN dana gw. Kehati-hatian itu HUKUM UTAMA JALAN KESELAMATAN dana n kehidupan gw. Sebagai hukum, jelas kehati-hatian punya prinsip yang tegas n fundamental, yaitu JANGAN TARUH SEMUA DANA DI SATU KERANJANG aza. Sebar dana pada banyak keranjang investasi, jika ingin meraup laba yang RIIL n GEDE. Dengan menyebarkan dana gw, maka FAKTA TERBURUK yang MUNGKIN TERJADI PADA DANA gw akan TERBATAS n MINIMALIS. Misalnya, investasi dana gw pada satu badan keuangan BISA DIBAWA KABUR sang pengelola. Nah, khan, maseh ada dana gw yang dikelola oleh badan keuangan LAEN yang TETAP AMAN. Bahkan jumlah dana gw maseh LEBE GEDE yang aman. Ujungnya: LABA tetap GEDE walau pun ada dana gw dibawa kabur, misalnya, oleh satu badan keuangan. Begitu lah.
4. prediksi bahwa SEMUA MANUSIA itu JAHAT. Well, termasuk ortu kita? Emang bisa jad1 s1h. Tapi hanya ORANG YANG TERGANGGU JIWANYA aza yang bermental paranoid atawa penuh kecurigaan pada semua orang. Jika orang  bisa hidup bersama orang laen dan tetap hidup sampai dengan hari ini, maka AMAT BESAR KEMUNGKINAN orang tersebut (termasuk gw) bermental normal dan MAMPU MEMBEDAKAN orang yang JAHAT n yang TIDAK JAHAT. Yang tidak jahat itu WAJIB DIAWAS1 n DIBATAS1 oleh PERATURAN PEMERINTAH dan PERUNDANG-UNDANGAN NEGARA. Karena badan investasi keuangan yang NORMAL wajib diawasi oleh pemerintah lewat peraturan n perundang-undangan yang ketat. Kewajiban seperti itu tidak bersifat temporer (ad hoc) tapi selama-lamanya n berkesinambungan (legal). Begitu lah yang terjadi, saat ada satu produk investasi yang terlikuidasikan (bangkrut) maka KEWAJIBAN SANG PENGELOLA INVESTASI UNTUK MENGEMBALIKAN modal tersisa atawa modal yang dijamin oleh pemerintah. FAKTAnya modal yang dikembalikan oleh badan pengelola investasi selama ini tetap BERLABA GEDE, walau ada produk yang dibangkrutkan, sementara banyak sekali produk laen yang tetap berjalan seperti biasa, n memberikan laba gede.
5. prediksi bahwa SESUATU YANG TIDAK TERDUGA bisa terjadi kapan aza. Itu sebabnya gw menaati n menerapkan HUKUM UTAMA INVESTASI: don't put all your eggs in one basket (lihat butir 3). Memang faktanya banyak sekali PERISTIWA TIDAK TERDUGA. Dalam 13 taon gw bereksadana, sekira RIBUAN PERISTIWA TAK TERDUGA TERJADI. Namun tetap ada 2 KATEGORI PERISTIWA TIDAK TERDUGA YANG TERKAIT INVESTASI: yang MERUGIKAN atawa YANG MENGUNTUNGKAN. Nah, terbukti bahwa laba gede uda gw raup dalam 13 taon berarti bahwa PERISTIWA TIDAK TERDUGA YANG MENGUNTUNGKAN JAUH LEBE GEDE n JAUH LEBE BANYAK terjadi.
Jakarta -Nasib memang tak bisa ditebak. Uang perusahaan yang sedianya diinvestasikan untuk bisa dikembangkan, raib begitu saja tak ada bekasnya.

Berawal dari ajakan sahabat dekat, Agung Sabarkah mencoba mengenal investasi foreign exchange (forex) di bursa berjangka.

Pria berusia 44 tahun ini percaya, jenis investasi yang ditawarkan sahabatnya ini masuk akal. Layaknya investasi jenis lain, ada untung ada juga risiko rugi. Uang Rp 200 juta pun ia percayakan untuk ditransaksikan di forex melalui jasa pialang PT Rex Capital Futures (RCF).

"Yang ngajak sahabat atasan saya. Dia menjelaskan kalau investasi forex itu bagus, waktu itu yang dia jelaskan masuk akal kalau investasi ada untung, ada rugi. Kita transaksi jual beli dilakukan oleh pialang, dia hanya sebagai pen-deliver saja, saya yang tetap ngasih arahan ke dia, mau jual atau beli," jelas dia kepadadetikFinance, Senin (16/2/2015) malam.

Direktur Operasional di PT Anugerah Singgah Sentosa ini mengatakan, ia mulai berinvestasi di forex pada Oktober 2013, semula berjalan lancar dan ia terus menambah saldonya hingga mencapai Rp 1,3 miliar.

Layaknya berinvestasi, untung rugi selalu ada. Hari ini untung, besok rugi, dan seterusnya.

Kejanggalan mulai muncul di bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 saat Agung hendak mencairkan dananya. Uangnya tidak bisa ditarik. Sang pialang beralasan transaksi lagi sepi dan belum bisa ada pencairan dana.
 Merasa aneh, Agung pun meminta seluruh dananya ditarik. Bukannya dapat uang, sang pialang menebar jurus iming-iming memberikan bunga tinggi jika Agung tetap menahan uangnya.


"Saya percaya saja. Tapi kok makin aneh, janggal. Akhirnya sampai sekarang uangnya nggak balik, orang-orang itu (Rex Capital) nggak bisa dihubungi lagi, uang saya dibawa kabur," jelas dia.
Agung menyebutkan, hingga saat ini sisa uang yang dimiliknya di segregated account (rekening terpisah) di Rex Capital masih ada Rp 1,03 miliar. Uang tersebut diakuinya murni uang simpanannya di Rex Capital.
"Jadi uang yang hilang itu bukan hilang akibat lost transaksi tapi benar-benar uang simpanan saya di segregated account, pisah sendiri," ucapnya.
Tak jelas larinya ke mana, Agung merasa harus bertanggung jawab atas uang yang hilang tersebut. Kejadian ini ia sampaikan ke manajemen perusahaan dan Agung diminta bertanggung jawab.
"Saya dikasih waktu 1 bulan untuk ganti uangnya kemudian saya nggak sanggup akhirnya diundur 3 bulan," katanya.
Tak ada cara lain, Agung pun memberanikan diri cari utang lewat perbankan. Tak hanya itu, Agung yang warga Sleman, Yogyakarta ini rela menjual tanah warisannya di sana seluas 680 meter persegi demi menutup uang yang hilang tersebut.
"Saya pinjam ke bank, Alhamdulillah bank masih percaya. Saya juga jual tanah warisan saya di Yogya, yang penting saya bisa ganti uang yang hilang," ungkap dia.
 Jakarta -Kasus penggelapan dana di perusahaan forex kembali ramai diperbincangkan. Sebanyak 36 nasabah forex mengaku kesulitan menarik dananya yang berjumlah Rp 10,3 miliar di Rex Capital Futures (RCF).

Para nasabah ini mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada 20 Juni 2014. Bappebti sendiri sudah mencabut izin usaha RCF pada November 2014.
Kepala Biro Hukum Bappebti, Sri Haryati, mengatakan meski izin sudah dicabut tapi RCF tetap harus menyelesaikan kewajibannya, yaitu mengembalikan dana nasabah.
"Sebelum izin (RCF) dicabut, kita kan sudah ada pertimbangan. Kita sudah bekukan dulu 3 bulan sebelumnya, beri kesempatan kepada perusahaan untuk memperbaiki semuanya," katanya ketika dihubungidetikFinance, Senin (16/2/2015) malam.
Meski sudah diberi waktu tiga bulan, tapi tidak ada perkembangan. Dana nasabah juga tetap tertahan di perusahaan forex itu. 
"Karena sudah tiga bulan tidak ada langkah apa-apa, kita harus berikan sanksi yang lebih berat yaitu cabut izin," ujarnya. 
Salah satu nasabah forex yang kehilangan dana di RCF, Achmad Amir, malah menyayangkan langkah Bappebti yang mencabut izin RCF. Ia khawatir RCF tidak akan bertanggung jawab atas dana nasabah setelah tak boleh berdagang lagi.

"Dari pencabutan ini kami dirugikan Rp 5 miliar lebih. Seharusnya sebelum Kepala Bappebti mencabut izin Rex Capital itu, seharusnya harus dicek perusahaan ini sudah menyelesaikan kewajibannya belum kepada nasabahnya," papar dia.

Saat ini, Amir berharap pihaknya bisa kembali mendapatkan uang yang hilang tersebut.
"Di sini yang saya perjuangkan dana bisa kembali. Meminta hak kita. Sekitar Rp 5 miliar lebih dikembalikan, itu yang kita usahakan. Bukan lost investasi, kami punya bukti," pungkasnya.
Dana Amir dkk ini tersimpan aman pada rekening segregated account (rekening terpisah) yang diurus RCF. Seharusnya, nasabah bisa dengan mudah menyimpan dan menarik uang di rekening ini.
6. prediksi bahwa SEMUA MANUSIA ITU BAIK. Well, kata baik itu tergantung pemikiran orang tersebut. Jika orang berpikir bahwa manusia itu baik dengan menggunakan ukuran, maka baik itu mempunyai makna kualitas n kuantitas. Baik diukur secara kualitas mungkin mencakup hal-hal berikut: mudah dipahami, mempunyai maksud n tujuan yang menguntungkan orang lain, n mampu memberikan jalan keluar masalah secara benar sehingga tidak mencelakakan orang yang meminta nasehatnya. Cakupan hal tersebut lalu diukur secara kuantitatif. Misalnya, kemudahan dipahami sebagai nilai 6, maksud n tujuan menguntungkan orang lain bernilai 6, n kemampuan solutif bernilai 6, maka secara keseluruhan kebaikan orang tersebut bernilai 18, yang dibagi 3 unsur tersebut menjadi rerata 6. Jadi kata baik pada semua manusia itu baik pada dasarnya WAJIB DIUKUR. Tidak ada yang sempurna bernilai rerata 10 dari skala 1-10. Kata sempurna baik pada manusia itu sebenarnya tidak pernah ditemukan, bahkan pada orang penerima nobel sekali pun, atawa bahkan pada doktor sains sekaliber Stephen Hawking. Prediksi semua manusia itu baik berarti akan menimbulkan kecemasan juga. Fakta tidak ada manusia yang sempurna dalam hal kebaikan menyebabkan dibutuhkan sebuah sistem aturan n perundang-undangan yang diterapkan dengan ketat. Berinvestasi saham jelas membutuhkan orang yang baik, yaitu baik pada diri investor sendiri, n baik pada pengelola investasi. Well, fakta bahwa sejarah pengelolaan investasi itu wajib dipantau itu berlaku banget selama ini pada sejarah investasi gw. Namun gw dibantu oleh agen penjual investasi, dalam hal ini broker saham n perbankan.
7. prediksi bahwa investasi itu judi. Kecemasan ini PALING UMUM TERJADI. Nyaris semua orang beranggapan bahwa berinvestasi itu JUDI, karena MERUGIKAN. Jika investasi itu MENGUNTUNGKAN, itu bukan judi. Well, jika investasi itu judi maka seketika akan dibahas n diberlakukan di negara kita, maka seketika pula pemerintah n publik akan MENYATAKAN BAHWA INVESTASI ITU JUDI, APA PUN BENTUKNYA. Jika investasi itu JUDI maka semua jenis investasi yang mengandung pergerakan harga n tren harga ke masa depan adalah JUDI. Jenis investasi yang cuma membeli n menyimpan emas pun akan dianggap sebagai JUDI. Jenis investasi yang cuma membeli n memelihara rumah sendiri pun akan dianggap JUDI. Jenis investasi membeli n memelihara kendaraan kuno sebagai cara berinvestasi pun akan dianggap JUDI. Banyak lagi contoh investasi. Jika prediksi investasi itu judi, maka semua jenis investasi berisiko sebagai dianggap JUDI. Alangkah mudahnya menghakimi n membenarkan bahwa semua jenis investasi yang berisiko itu judi. Namun faktanya semua jenis investasi tersebut BERKEMBANG LUAS DALAM MASYARAKAT KITA khan. Tidak ada yang menyatakan bahwa berinvestasi rumah, emas, berlian, batu akik, perangko, barang antik, dll sebagai judi. Semua jenis investasi itu pada dasarnya bukan judi, walau pun mengandung risiko.
8. prediksi bahwa investasi itu sama sekali bukan judi. Nah, sebagian kecil publik yakin bahwa investasi itu sama sekali bukan judi. Walau pun jumlahnya kecil namun tidak terelakkan mereka tetap menjadi sorotan media. Terutama saat KERUGIAN GEDE terjadi pada investasi mereka. Terlalu banyak kejadian mereka mengalami kerugian saat maen saham. Mereka yakin sekali bahwa permaenan saham itu tidak mengandung unsur spekulasi dahsyat. Spekulasi dahsyat itu hanya terjadi di kasino atau pengundian lotere. Mereka beranggapan bahwa permaenan saham itu mengalami imbas kejadian-kejadian yang pasti, misalnya, kerugian/keuntungan perusahaan yang terdaftar di bursa, faktor fundamental ekonomi makro atawa global, n faktor teknikal tren harga saham. Semua faktor tersebut memang terjadi pada pergerakan harga saham. Keyakinan mereka bahwa permaenan saham bukan judi sama sekali berangkat dari pemahaman n pengalaman tersebut lah. Menurut gw, perilaku mereka lah yang bisa menjadi perilaku berjudi. Perilaku berjudi yang paling menonjol adalah beranggapan bahwa sebuah permaenan itu satu-satunya jalan menuju keuntungan raksasa. Padahal keyakinan akan imbal hasil raksasa itu terutama terjadi pada dunia bisnis. Imbal hasil raksasa pada permaenan saham juga bisa terjadi, tapi bukti-bukti keberhasilan dalam dunia bisnis jauh lebe banyak daripada di permaenan saham. Perilaku berjudi yang berangkat dari keyakinan tersebut lah yang menyebabkan mereka terfokus mutlak pada permaenan saham aza. Well, gw ga begitu seh. Passion berinvestasi n bertrading saham memang gw miliki. Namun kemutlakan imbal hasil raksasa hanya dari permaenan saham tidak gw anut. Gw menganut keyakinan bahwa imbal hasil raksasa bisa terjadi di banyak jenis investasi. Fakta gw meraup imbal hasil gede memang terjadi pada investasi emas, properti, n valas. Perilaku menumpuk semua modal (baik yang berasal dari utank mau pun yang dari modal awal sendiri) untuk permaenan saham itu berangkat dari keyakinan keliru tersebut, yaitu permaenan saham itu satu-satunya jalan menuju kekayaan mendadak n supergede.
Jakarta -Foreign Exchange alias Forex merupakan salah satu instrumen investasi yang ada di Indonesia. Banyak orang tidak paham cara investasinya, tapi banyak yang tergiur gara-gara dijanjikan untung besar.
Seperti salah satu investor forex ini, Agung Sabarkah, pria 44 tahun yang masih baru di dunia investasi forex. Ia mengenal instrumen investasi mata uang asing ini dari sahabatnya yang berprofesi sebagai tenaga penjual (marketing) forex di Rex Capital Futures (RCF).
Agung mulai menyimpan dana sebesar Rp 200 juta sekitar tahun 2013. Untung-rugi pun ia dapat selama berinvestasi forex. Namun, sayang ia tidak menyebut secara detil besaran keuntungannya, hanya saja ia menyebutnya dengan untung besar.
Seiring waktu, Direktur Operasional di PT Anugerah Singgah Sentosa ini merasa investasinya makin berkembang di forex, sehingga total dana yang ia simpan mencapai Rp 1,3 miliar. 
"Yang ngajak sahabat atasan saya. Dia menjelaskan kalau investasi forex itu bagus, waktu itu yang dia jelaskan masuk akal kalau investasi ada untung, ada rugi," katanya kepada detikFinance, Senin (16/2/2015) malam. 
Kejanggalan mulai muncul di bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 saat Agung hendak mencairkan dananya. Uangnya tidak bisa ditarik. Sang pialang beralasan transaksi lagi sepi dan belum bisa ada pencairan dana.
Tak ingin ambil risiko, Agung pun berniat menarik seluruh dananya yang disimpan dalam segregated account(rekening terpisah) itu. Uangnya malah tidak kembali, sang pialang menebar jurus iming-iming memberikan bunga tinggi jika Agung tetap menahan uangnya.
"Saya percaya saja. Tapi kok makin aneh, janggal. Akhirnya sampai sekarang uangnya nggak balik, orang-orang itu (Rex Capital) nggak bisa dihubungi lagi," katanya.
Ia pun menduga uangnya dibawa lari oleh perusahaan forex. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sendiri awalnya sudah memberikan peringatan kepada RCF.
Bappebti sudah membekukan izin dagang RCF selama 3 bulan mulai Agutus 2014. Namun karena tidak ada perkembangan maka Bappebti akhirnya mencabut izin usaha RCF pada November 2014.(ang/hen) 
9. prediksi deposan (penabung atawa penyimpan dalam dana deposito bank) akan lumat dimakan kerugian dahsyat. Well, banyak sekali penabung atawa deposan di perbankan yang beranggapan bahwa bermaen investasi keuangan seperti reksa dana atawa saham akan amat merugikan. Sebuah keyakinan yang dibangun berdasarkan pada asumsi bahwa investasi teraman adalah tabungan atawa deposito. Tabungan atawa deposito perbankan akan dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) s/d Rp 2 Miliar pada satu bank. Namun juga suku bunga penjaminan ikut diatur oleh LPS. Suku bunga di atas suku bunga penjaminan LPS tidak akan ditanggung oleh LPS. Bank Indonesia ikut mengatur, mengawasi serta memberikan sanksi pada perbankan yang tidak taat aturan n merugikan nasabah perbankan. Hal-hal ini yang menyebabkan para penabung n deposan AMAT NYAMAN n MERASA AMAN berinvestasi di perbankan melalui simpanan konvensional. Sementara di dunia investasi saham dianggap penuh dengan risiko. Bursa efek kita sebenarnya sudah dilindungi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan n segala macam aturan n perundang-undangan. Semua pemaen resmi bursa efek kita sudah secara resmi didaftarkan, diawasi, dan (dapat) dikenakan sanksi oleh OJK. Perlindungan nasabah lewat sistem online trading pada investasi reksa dana n saham telah banyak dijalankan. Kepentingan nasabah investasi yang resmi diatur oleh OJK akan terlindungi. Nah, kecemasan orang bahwa investasi reksa dana n saham serta obligasi / surat utang itu tidak terjamin, telah menjadi FAKTA JADUL. Jaman sekarang, investasi reksa dana n saham sudah amat terlindungi. Gw mengalami setidaknya 3 peristiwa besar dalam investasi reksa dana yang bisa merugikan gw, tapi gw SELAMAT karena ada sistem yang bekerja dengan baik n bagus dari para pelaku bursa efek kita. 
10. ketidakpastian prediksi. Semua orang cenderung meyakini ketidakpastian sebuah prediksi. Ketidakpastian dalam hidup manusia itu cenderung mutlak. MIsalnya, seorang yang miskin lalu menabung s/d menjadi kaya, lalu berinvestasi namun kemudian menjadi miskin kembali. Pola hidup seperti ini tidak selalu terjadi, tapi mungkin aza terjadi. Ketidakpastian dalam hidup manusia seperti contoh ini akan membuat pemahaman orang bahwa kemskinan itu bisa terulang terjadi, apalagi bagi seorang investor. Sebaliknya seorang kaya lalu berinvestasi dan malah kemudian semakin kaya, nah, ini sebuah kejadian yang sering terjadi malah. Contoh pola hidup ini yang banyak terjadi sebagai penolakan terhadap pemahaman ketidakpastian pada contoh terdahulu. Pola hidup manusia memang tidak selalu mengikuti satu pola aza. Namun ada hal-hal n faktor-faktor yang dihayati n dijalankan oleh orang dalam menjalani pola hidupnya sehingga bisa tetap berhasil meraup modal n dana yang lebe gede. Hal-hal n faktor-faktor inilah yang patut dipahami n dihayati sehingga ketidakpastian hidup bisa dihadapi secara nyata n berimbalhasil melulu.
... dll

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Pertanyaan :

Assalammualaikum, selamat pagi.

Saya mau bertanya tentang berinvestasi pada reksa dana, Kebetulan umur saya masih 17 tahun dan saya sudah bekerja meski statusnya masih PHL, penghasilan bersih saya setelah dipotong ini itu adalah Rp600 ribu, saya ingin menabungkannya untuk kuliah tahun depan, tapi kalau di bank pasti kena potongan jadi saya berniat menginvestasikannya.

Tapi masalahnya orangtua saya tidak mengizinkannya :( Katanya kalau berinvestasi itu banyak yang penipuan. Jadi saya harus bagaimana dalam melakukan investasi ini? Saya masih awam dan takut terkena tipu juga.

Terima kasih

Cherry.



Jawab :

Wa’alaikum salam Mbak Cherry,



Senang sekali mengetahui bahwa Mbak Cherry. Meskipun usianya masih sangat muda namun sudah ada kesadaran dan keinginan untuk memulai berinvestasi.

Ketika kita memiliki sejumlah pendapatan dan ingin menyisihkannya sebagian sebagai tabungan masa depan, tentu kita berpikir bagaimana agar uang yang kita sisihkan ini bisa berkembang secara maksimal bukannya justru tergerus oleh inflasi. Dan agar uang yang kita sisihkan tidak tergerus oleh inflasi, maka kita harus menyimpannya dalam instrumen-instrumen yang bisa memberikan return atau imbal hasil di atas angka inflasi. Dan memang, instrumen-instrumen itu mayoritas berupa investasi di produk-produk tertentu, baik itu yang dikeluarkan oleh suatu institusi finansial ataupun bukan.

Produk investasi itu sendiri sangat banyak ragam dan macamnya. Ada yang dikelola oleh pihak lain dan ada yang kita kelola sendiri. Contoh investasi yang dana kita dikelola oleh pihak lain adalah semisal kita berinvestasi di pasar modal. Contoh investasi yang kita kelola sendiri semisal menanamkan modal untuk membuka warung makan atau counter handphone. Yang perlu kita ingat adalah konsep investasi itu sendiri adalah “bila kita ingin imbal hasil yang besar, maka harus siap menghadapi risiko yang besar. Bila tidak ingin mendapat risiko yang besar maka harus siap menerima hasil yang biasa-biasa saja”.

Jadi agar kita bisa mendapatkan imbal hasil sesuai yang diharapkan, maka kita harus benar-benar memahami konsep kerja investasi yang kita masuki, karena tiap jenis investasi akan berbeda cara kerja serta risikonya. Ini akan menghindarkan kita dari kemudian berpikir “investasi itu adalah penipuan”, selain memang kita juga harus waspada terhadap penipuan berkedok investasi.

Produk reksa dana adalah salah satu macam produk investasi yang dananya dikelola oleh pihak lain. Jadi jangan khawatir bila hanya memiliki pemahaman yang minimal tentang investasi, karena di produk ini kita tinggal menyetorkan dana, lalu pihak Asset Manajemen yang akan melakukan tugasnya mengelola dana kita dengan memantau pergerakan nilainya dari laporan yang secara rutin mereka berikan. Berinvestasi di reksa dana minimal setorannya adalah seratus ribu rupiah per penyetoran, dan sama seperti tabungan di bank, kita bisa menyetorkannya kapan saja.

Mirip dengan produk tabungan, reksadana juga ada potongannya yang disebut dengan management fee. Mereka memberlakukan juga pemotongan biasanya pada saat nasabah menyetorkan dananya dan atau pada saat menarik dananya. Namun berbeda dengan produk tabungan dan deposito yang mematok imbal hasilnya di angka tertentu, di produk reksa dana imbal hasilnya tidak dijamin.

Pihak Asset Management memiliki prospektus yang menunjukkan perkembangan imbal hasil dan dana yang mereka kelola, mereka juga akan menyatakan bahwa prospektus itu bukanlah jaminan kinerja di masa yang akan datang. Bisa jadi imbal hasil yang diberikan lebih tinggi, dan bisa juga lebih rendah.

Untuk produk reksa dana sendiri sebenarnya baru akan benar-benar memberikan hasil maksimal bila kita berinvestasi dalam waktu yang cukup lama semisal di atas tiga tahun. Namun bila kebutuhan Mbak Cherry adalah dalam waktu dekat yaitu untuk kuliah di tahun mendatang, maka akan lebih tepat bila berinvestasinya di reksa dana yang basisnya adalah Pasar uang atau fixed income. Untuk lebih jelas mengenai detail produknya, coba datang ke beberapa bank yang telah menjadi agen penjualan reksadana, atau bisa browsing dulu ke website-website Asset Management yang ada.

http://economy.okezone.com/read/2015/02/06/323/1102310/mau-investasi-tapi-takut-ditipu-ini-tipsnya




Sumber : OKEZONE.COM
kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka melindungi nasabah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat aturan main manajer investasi. Regulator industri keuangan ini merilis rancangan peraturan tentang pedoman perilaku manajer investasi. 

Dalam rancangan beleid tersebut mengatur prinsip-prinsip manajer investasi, keterbukaan, pengelolaan efek, rabat, komisi dan kerahasiaan nasabah. "Kami dalam tahap mendengar masukan dari industri ada yang kurang pas atau tidak," ujar Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Senin (9/2/2015).

Menurut Nurhaida, beberapa hal yang sebelumnya tidak diatur, dalam aturan ini akan diperjelas. Contoh, soal rabat. Selama ini, pengaturan tentang rabat kurang gamblang. Dengan aturan baru nanti, manajer investasi dilarang menerima rabat dari hasil transaksi dan harus melampirkan rabat yang diterima ke rekening nasabah.  "Jadi lebih terbuka, efisien dan persaingan juga sehat," jelas Nurhaida.

Alhasil, kepercayaan investor kepada manajer investasi akan meningkat. 

Edward P. Lubis, Presiden Direktur PT Bahana TCW Investment Management mengamini ketentuan rabat belum cukup lugas. Menurutnya, aturan soal rabat dibuat untuk mencegah manajer investasi menggunakan transaksi efek nasabah guna meraup keuntungan tambahan. 

Edward menilai, aturan main soal rabat ini tidak berdampak kepada bisnis manajer investasi. Soalnya, investor menilai perusahaan melalui hasil kinerja portofolio efek yang dikelola.

Sehingga, selama kinerja manajer investasi kinclong, investor tidak akan ragu membenamkan dananya untuk dikelola. "Kinerja portofolio ini berupa net return kepada investor," kata Edward.

Hal lain yang diatur adalah soal larangan bagi manajer investasi mengutip komisi dan biaya tambahan yang tidak wajar. Jika besarannya lebih tinggi dari rata-rata fee industri, manajer investasi harus memberitahukan dasar penentuan dan rincian komisi.

Bagi Edward, selama ini manajer investasi sudah mencantumkan biaya pengelolaan dana secara jelas dalam term sheet atau prospektus.  "Untuk biaya pengelolaan reksa dana sudah dipatok tidak boleh melebihi fee yang sudah disebutkan pada prospektus," terang Edward.

Berikut aturan OJK perihal pedoman prilaku manajer investasi:

Pasal 15: Manajer Investasi dilarang menerima rabat yang berasal dari transaksi dan semua rabat yang diterima harus disampaikan langsung ke rekening nasabah. 

Pasal 16: Manajer Investasi dapat menerima komisi non-tunai asal ditulis dalam kontrak pengelolaan investasi. 

Pasal 21: Manajer Investasi yang melakukan pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah dilarang memesan untuk membeli atau menjual efek dari pihak ketiga tanpa wewenang nasabah. 

Pasal 40: Manajer Investasi wajib mengungkapkan ikhtisar keuangan perusahaan kepada nasabah.

Pasal 43 dan 44: Manajer Investasi wajib menjaga kerahasiaan data dan nasabah dari pihak ketiga. 

Pasal 60: Sanksi bagi Manajer Investasi yang melanggar adalah peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, pembatalan persetujuan dan pembatalan pendaftaran. (Maggie Quesada Sukiwan )

Minggu, 01 Februari 2015

Tren 5 Tahun Jalan NAB Fortis Ekuitas (2005-2010)_9 taon (2005-2015)

... per tgl 30 Januari 2015, bnp paribas ekuitas memberi gw PG% @+490% :


... per tgl 05 September 2014, BNP PARIBAS EKUITAS memberi gw potential gain % @ + 475%:



gimana PENDAPAT bos BNP PARIBAS Indonesia tentang INVESTASI PORTOFOLIO di INDONESIA:

Tips Aman Berinvestasi di 2013

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 04/03/2013 17:30 WIB
Jakarta - Investasi sedang maraknya di Indonesia saat ini. Tak hanya investasi sungguhan, bahkan investasi ‘bodong’ pun kian menyeruak.

Direktur Utama PT BNP Paribas Investment Partners Indonesia Vivian Secakusuma mengatakan, investor perlu waspada dan hati-hati dalam berinvestasi baik di pasar saham, reksa dana, maupun obligasi. Untuk mengantisipasi terjebak investasi bodong, Vivian mencoba memberikan tips agar aman berinvestasi.

Vivian menjelaskan, setiap individu memiliki tingkat risiko yang berbeda. Hal itu akan mempengaruhi produk investasi yang cocok untuk investor, seperti profil kebutuhan likuiditas, usia, toleransi atas risiko investasi, profil kebutuhan masa datang, karena profil risiko akan menentukan komposisi aset alokasi suatu portofolio investasi pada suatu periode tertentu.

"Itu perlu direview," kata Vivian saat ditemui di kantornya, di Mayapada Tower, Jakarta, Senin (4/3/13).

Selain itu, investor juga jangan sampai tergiur dengan iming-iming bunga yang tinggi karena tidak ada investasi mana pun yang menjanjikan keuntungan 100%. Track record alias rekam jejak perusahaan juga perlu ditelusuri.

“Lihat profil perusahaan, jangan tergoda bunga tinggi, bunga ditentukan oleh likuiditas. Jadi baiknya pilih yang wajar,” ujarnya.

Setelah itu kita juga perlu melihat macam-macam instrumen investasi untuk mengetahui resiko dalam berinvestasi karena setiap investasi memiliki tingkat risiko berbeda-beda tergantung produk yang dipilih.

Investasi yang memiliki resiko paling kecil, yakni deposito. Deposito dianggap aman karena tidak terpengaruh dengan inflasi. Rata-rata bunga deposito berada di kisaran 6% per tahun.

“Deposito boleh dikatakan hampir tidak memiliki risiko karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar maksimal Rp 2 miliar, Semakin kecil likuiditas suatu bank maka bunga yang ditawarkan dalam deposito semakin besar dan sebaliknya,” terangnya.

Instrumen kedua yakni Obligasi. Investasi di instrumen ini memiliki dua pilihan yaitu obligasi korporasi dan obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah dinilai minim risiko gagal bayar (default) karena risiko likuiditas dari obligasi tersebut ditanggung pemerintah, sementara pemerintah tidak mungkin mengalami krisis atau bangkrut.

“Apalagi ekonomi Indonesia sedang bagus-bagusnya,” kata dia.

Sementara untuk obligasi korporasi, investor perlu tahu kondisi perusahaan penerbit surat utang dengan melihat peringkat obligasi yang diterbitkan.

“Perlu dilihat ratingnya dan likuiditasnya agar tidak terjadi gagal bayar,” katanya.

Untuk instrumen selanjutnya yaitu reksa dana. Investasi jenis ini dinilainya merupakan investasi jangka panjang, mengingat acuannya ada di pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Saran saya jika berinvestasi di reksa dana ada baiknya jika sudah mendapat untung, ambil keuntungannya saja. Jumlah pokok investasi jangan ditarik. Sebab pergerakan IHSG berfluktuatif. Jika indeks mulai naik lagi dan terus naik, ambil lagi," ungkapnya.



(ang/ang) coba simak beberapa grafik dan tabel berikut
: ... secara SEPINTAS, investasi saham2 TERSEBUT MENGGIURKAN ... well, tapi saat IHSG AMBROL AGUSTUS - OKTOBER 2008, maka SEMUA HARGA SAHAM AMBROL, termasuk saham2 tersebut... demikian juga NAB BNP PARIBAS EKUITAS ... nah, bwat INVESTOR SEJATI JANGKA PANJANG, maka KENIKMATAN LABA GEDE TETAP TERJAMIN, apalagi saham2 tersebut memang TETAP BLUE CHIPS (berkapitalisasi besar dan berfrekuensi trading tinggi harian) ... namun simak juga bahwa BOBOT SAHAM TERSEBUT CUMA DI BAWAH 30% terhadap KESELURUHAN PORTOFOLIO bnp paribas ekuitas ... jadi masih ada 70% BOBOT SAHAM yang bisa mempengaruhi NAB reksa dana tersebut ... well, bwat yang NGILER mau MAEN SAHAM LANGSUNG, up2u lah (sekarep dewe)... gw mah INVESTOR + TRADER, jadi ENJOY seh (KEBETULAN) ... :)
... fortis ekuitas sebenarnya termasuk reksa dana saham yang paling tua di Indonesia ... dulu namanya citireksadana ekuitas ... tren reksa dana saham ini lumayan seh, bahkan saat krisfinalo, ternyata gain yang gw dapat masih positif lumayan
... catatan imbal hasil terkini: per 21 Desember 2010 NAB BNPPEkuitas GAIN SEKIRA 300%
per 29 April 2011: potential gain BNP Paribas Ekuitas

Sabtu, 24 Januari 2015

MIED, rds MIRIP PANIN DANA MAKSIMA ... 080613_230115

per tgl 23 Januari 2015:


per tgl 09 Oktober 2014:


per tgl 05 September 2014:


per tgl 25 Juli 2014 (jelang LEBARAN):
per tgl 07 Juni 2013:

per tgl 28 Februari 2013:
seandainya calon investor yang bertanya pada gw @posting ini per tgl 20 Agustus 2011, maka gw uda menemukan jawaban yang lebe pasti yang mana lebe unggul :


 per tgl 15 Februari 2013:


perbandingan tren NAB pdm-mied-mds-sdi-bnppe:





Mandiri Investasi Gandeng Commonwealth
Oleh M. Tahir Saleh | Print |
Published On: 13 July 2011
JAKARTA: PT Mandiri Manajemen Investasi, manajer investasi anak usaha Bank Mandiri, menggandeng Commonwealth Bank Indonesia guna memasarkan produk reksa dana Mandiri Investa Ekuitas Dinamis (MIED) kepada nasabah ritel. "Kami menyambut baik kerja sama ini, Commonwealth merupakan salah satu bank distributor teraktif dan terlengkap untuk penjualan reksa dana," kata Dirut Mandiri Investasi Abiprayadi Riyanto dalam acara penandatanganan kerja sama di Jakarta, hari ini.
MIED merupakan satu-satunya reksa dana saham di Indonesia di mana alokasi portofolio hanya fokus pada saham-saham di luar 20 saham dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Hingga 11 Juli 2011, MIED sudah membukukan dana kelolaan mencapai Rp166,08 miliar dan memberikan imbal hasil sebesar 18,06% sejak diluncurkan pada Maret lalu.
Commonwealth Bank atau PT Commonwealth Bank merupakan anak usaha dari Commonwealth Bank of Australia Group di Indonesia.
Bank ini melayani nasabah di Indonesia melalui 85 cabang dan kantor pelayanan di lebih dari 27 kota di Tanah Air meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.(mmh)
... berikut gw kutip dari bloomberg :


dari prospektus panin dana maksima

5.1. Tujuan dan Kebijakan Investasi
PANIN DANA MAKSIMA bertujuan untuk mencapai apresiasi investasi jangka panjang yangoptimal melalui penempatan dana dalam bentuk efek ekuitas dan instrumen pasar uang,PANIN DANA MAKSIMA memiliki komposisi portofolio yang terdiri dari minimum 50% dan maksimum 95% dengan target 70% dalam bentuk efek ekuitas yang tercatat di Bursa Efek diIndonesia. Untuk menjaga likuiditas, sisa dana akan diinvestasikan dalam bentuk instrumen pasar uang. Bagian terbesar dari portofolio saham akan diinvestasikan pada efek ekuitas yang dinilai rendah (undervalue) dibandingkan dengan kondisi fundamentalnya, untuk menghasilkan apresiasi modal jangka panjang yang optimal.Sedangkan investasi pada efek ekuitas lainnya dilakukan untuk jangka waktu yang lebih pendek dan dengan mempertimbangkan faktor makro ekonomi dan analisa pasar.Penempatan sebagian portofolio pada instrumen pasar uang dilakukan bila Manajer Investasimenilai bahwa investasi dalam bentuk efek ekuitas pada saat itu tidak memberikan laba yangmemadai untuk tingkat Risiko yang ada, dan juga untuk mengantisipasi kemungkinanpenjualan kembali Unit Penyertaan (redemption).Dalam melakukan proses investasi dan pengambilan keputusan, Manajer Investasi melakukananalisa efek ekuitas per efek ekuitas secara keseluruhan (bottom-up approach) untuk memilihefek ekuitas yang dinilai rendah sebagai inti dari investasi (core holding). Sedangkan analisamakro ekonomi dan analisa pasar digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi ManajerInvestasi untuk menentukan besaran alokasi investasi dalam portofolio efek ekuitas.
... kebijakan pemilihan saham BAGUS menurut manajer investasi panin dana maksima adalah:
Bagian terbesar dari portofolio saham akan diinvestasikan pada efek ekuitas yang dinilai rendah (undervalue) dibandingkan dengan kondisi fundamentalnya, untuk menghasilkan apresiasi modal jangka panjang yang optimal.Sedangkan investasi pada efek ekuitas lainnya dilakukan untuk jangka waktu yang lebih pendek dan dengan mempertimbangkan faktor makro ekonomi dan analisa pasar.

... ini kebijakan yang berorientasi pada VALUE STOCKS ... minoritas adalah GROWTH STOCKS
Growth Stock

What Does Growth Stock Mean?
Shares in a company whose earnings are expected to grow at an above-average rate relative to the market.

Also known as a "glamor stock".
Investopedia explains Growth Stock
A growth stock usually does not pay a dividend, as the company would prefer to reinvest retained earnings in capital projects. Most technology companies are growth stocks.

Note that a growth company's stock is not always classified as growth stock. In fact, a growth company's stock is often overvalued.

Value Stock

What Does Value Stock Mean?
A stock that tends to trade at a lower price relative to it's fundamentals (i.e. dividends, earnings, sales, etc.) and thus considered undervalued by a value investor. Common characteristics of such stocks include a high dividend yield, low price-to-book ratio and/or low price-to-earnings ratio.
Investopedia explains Value Stock
A value investor believes that the market isn't always efficient and that it's possible to find companies trading for less than they are worth. An easy way to attempt to find value stocks is to use the "Dogs of the Dow" investing strategy - buying of the 10 highest dividend-yielding stocks on the Dow Jones at the beginning of each year and adjusting it every year thereafter.

sementara mandiri investa ekuitas mandiri :
BAB V
TUJUAN INVESTASI, KEBIJAKAN INVESTASI DAN KEBIJAKAN
PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
Dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku, dan ketentuanketentuan lain dalam Kontrak Investasi Kolektif MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS,
Tujuan Investasi, Kebijakan Investasi dan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi
MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS adalah sebagai berikut:
5.1. TUJUAN INVESTASI
MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS bertujuan untuk memberikan tingkat
pendapatan investasi yang menarik dalam jangka panjang.
5.2. KEBIJAKAN INVESTASI
Sesuai dengan tujuan investasinya, MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS akan
melakukan investasi dengan komposisi portofolio Efek yaitu:
- minimum sebesar 80% (delapan puluh persen) dan maksimum sebesar
100% (seratus persen) pada Efek Bersifat Ekuitas yang telah dijual
dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek
Indonesia namun hanya berinvestasi pada Efek Bersifat Ekuitas yang
tidak termasuk dalam 20 (dua puluh) besar saham-saham berdasarkan
kapitalisasi pasar
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia; dan
- minimum sebesar 0% (nol persen) dan maksimum sebesar 20% (dua
puluh persen) pada instrumen pasar uang dalam negeri yang
mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun atau Efek Bersifat
Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun;
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajer Investasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali akan
melakukan peninjauan atas Efek Bersifat Ekuitas yang tidak termasuk dalam
20 (dua puluh) besar saham-saham berdasarkan kapitalisasi pasar yang
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, yaitu pada akhir Juli dan Januari.
Manajer Investasi akan selalu menyesuaikan kebijakan investasi tersebut di
atas dengan Peraturan BAPEPAM dan LK yang berlaku dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan LK.
Pergeseran investasi ke arah maksimum atau minimum tidak merupakan
jaminan bahwa investasi akan lebih baik atau lebih buruk.
Portofolio instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo
kurang dari 1 (satu) tahun terdiri dari; Deposito Berjangka, Sertifikat
Deposito yang dapat diperdagangkan (Negotiable Certificates of Deposit),
Surat Berharga Pasar Uang, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga
Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan
pemeringkat efek yang telah terdaftar di BAPEPAM & LK.
16
Kebijakan investasi sebagaimana disebutkan di atas wajib telah dipenuhi
oleh Manajer Investasi paling lambat dalam waktu 120 (seratus dua puluh)
Hari Bursa setelah efektifnya pernyataan pendaftaran MANDIRI INVESTA
EKUITAS DINAMIS

luncur pada tgl 21 Maret 2011, dengan NAB perdana MIED = 1000
NAB MIED per tgl 13 Juli 2011: 1,184.06
berarti potential gain = +18,4%
... well, lumayan juga ... gw uda mulai beli :) (catatan: gw akan liat performance sheetnya)

... reksa dana MIED mencakup 80% saham mid caps + 20% saham low caps; indeks PEFINDO25 bisa dijadikan semacam indikasi pergerakan NAB MIED:

Minggu, 11 Januari 2015

TIME2BUY ... 070713-180713-020813a_271213_2802201empat_110115

saat ekonomi kita bekerja, maka tren ihsg maseh bullish seh



... per tgl 09 Januari 2015, ternyata INVESTOR REKSA DANA ONLINE MENINGKAT PESAT:
JAKARTAkontan. Layanan reksadana online terus berkembang. Jumlah investornya terus bertambah. Mereka lebih menyukai reksadana online yang menawarkan lebih banyak produk.
Untuk menggaet minat investor, sejumlah manajer investasi/sekuritas membentuk platform transaksi reksadana online. Platform Ipot Fund buatan Indo Premier Securities misalnya, menawarkan transaksi online pembelian, penjualan dan pengalihan unit penyertaan puluhan produk reksadana.
Ipot Fund muncul pertama April 2014. Kala itu Ipot Fund  menawarkan 37 produk reksadana dari sembilan manajer investasi (MI). "Sekarang sudah jadi 93 produk dari 20 MI," ujar Jayawati Sukidjan, Vice President Business Development & Corporate Marketing Indo Premier Securities.
Tingginya minat investor terlihat dari akumulasi dana kelolaan produk Ipot Fund  pada akhir tahun 2014 yang lebih dari Rp 150 miliar. Menurutnya, banyak investor tertarik lantaran minimum investasi per produk Ipot Fund  sesuai prospektus reksadana yang bersangkutan. "Kebanyakan minimal Rp 100.000," ujar Jayawati.
Saat ini Ipot Fund  telah memiliki 8.015 investor. Sekitar setengah dari jumlah tersebut merupakan investor aktif. Jayawati menambahkan tumbuh cepatnya Ipot Fund  juga didukung perluasan pemasaran kantor cabang Indo Premier hingga ke beberapa kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Pekanbaru, Lampung, Padang, Balikpapan, Pontianak, Makassar dan Manado.
Namun tak semua platform reksadana online diburu investor. Platform Sinar (Berinvestasi dengan benar) milik Bahana TCW Investment Management, misalnya, masih belum berkontribusi besar terhadap total dana kelolaan MI tersebut.
Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management Edward P Lubis mengatakan, total transaksi Sinar masih sekitar Rp 17 miliar. "Kontribusinya masih sangat kecil dibandingkan dengan dana kelolaan keseluruhan yang sekitar Rp 27 triliun akhir Desember 2014," ungkap Edward. Sinar hanya menawarkan 12 produk reksadana milik Bahana TCW.
Saat ini, investor Sinar yang aktif saat ini sekitar 700 akun. Untuk menggalakkan penggunaan Sinar, Bahana TCW aktif mengedukasi calon investor. Salah satunya melalui program Bahana Power Lunch (BPL), yang mengedukasi karyawan perusahaan.
Editor: Sanny Cicilia
... per tgl 27 Februari 201empat, gw BANDINGKAN TREN NAB REKSA DANA PENDAPATAN TETAP n RD SAHAM:


Pengamat: produk reksa dana 2014 akan positif Jumat, 14 Februari 2014 21:38 WIB | 2245 Views Pewarta: Zubi Mahrofi Jakarta (ANTARA News) - Pengamat pasar modal Parto Kawito mengemukakan bahwa produk investasi reksa dana di dalam negeri pada tahun 2014 akan positif menyusul fundamental ekonomi Indonesia yang membaik. "Secara umum ekonomi membaik, dengan inflasi stabil pada tahun ini dan produk investasi di pasar modal akan diminati," ujar Parto Kawito yang juga Direktur PT Infovesta Utama di Jakarta, Jumat. Selain itu, lanjut dia, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang positif akan mendorong kinerja emiten tumbuh sehingga dapat mendorong harga saham di Bursa Efek Indonesia meningkat yang nantinya berdampak pada produk reksa dana terutama yang berjenis saham. "Pada tahun ini, diperkirakan imbal hasil (return) produk reksa dana saham sebesar 16-18 persen. Apalagi, faktor pergantian Presiden dan Kabinet paska pemilu mendatang berjalan baik sehingga akan mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap sektor pasar modal Indonesia," ujar dia. Dengan demikian, lanjut dia, maka kepercayaan investor dapat meningkat dan tentunya akan meningkatkan imbal hasil reksa dana, termasuk juga pada reksa dana jenis pendapatan tetap (fixed income) dan lainnya. Presiden Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ronald T Andi Kasim menambahkan, untuk mendukung industri reksa dana pihaknya menargetkan dapat memberi peringkat kepada 20 produk jenis pendapatan tetap dari beberapa perusahaan Manajer Investasi (MI). Ia mengatakan bahwa investor pasar modal di dalam negeri cukup antusias jika produk reksa dana juga diberikan peringkat sehingga dapat mengukur tingkat risiko serta prospeknya. "Mereka (investor) banyak yang ingin produk reksa dana di-rating, kondisi itu menunjukan demand produk cukup tinggi sehingga mendorong industri reksa dana," ujarnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) pada Januari 2014 tercatat sebesar Rp194,15 triliun. Sebagai perbandingan, per akhir Desember 2013, NAB reksadana mencapai Rp192,54 triliun. Artinya, dalam waktu dua minggu, dana kelolaan reksadana naik sekitar Rp1,61 triliun. Penambahan itu membuat jumlah Unit Penyertaan (UP) beredar naik menjadi 122,37 miliar dari 120,89 miliar di akhir Desember 2013. (KR-ZMF/B012) Editor: Tasrief Tarmizi

... fakta bahwa sejak saat IHSG terkoreksi turun terdalam pada 2013, NAB bergerak naek seh s/d 10 atawa 11 Februari 201empat: 


Sentimen untuk reksadana & saham masih negatif





JAKARTA. Indeks sentimen investor terhadap reksadana dan saham ternyata masih negatif. Ini mengacu pada HASIL survei yang dilakukan Manulife Financial yang tertuang dalam Manulife Investor Sentiment Index (MISI).
Dalam survei tersebut diketahui, indeks sentimen reksadana di kuartal IV-2013 ada di level -11. Sedangkan indeks sentimen instrumen saham ada di level -6.
Berdasarkan survei itu, dana tunai menjadi pilihan terbesar. Indeks sentimen investor terhadap dana tunai mencapai level 77. Diikuti properti lain (di luar rumah) yang ada di peringkat ke dua.
Selanjutnya, investasi berupa rumah dan pendapatan tetap masing-masing berada di peringkat ketiga dan ke empat. Kendati secara keseluruhan sentimen reksadana dan saham negatif, kedua instrumen investasi ini mengalami pergerakan positif di kuartal akhir 2013.
Bahkan, instrumen saham mengalami kenaikan sentimen tertinggi. Di empat bulan terakhir tahun 2013, sentimen saham naik 14 poin.
Sedangkan reksadana naik tiga poin. Adapun, sentimen untuk properti, baik rumah dan properti lain juga meningkat. Masing-masing naik sebesar tujuh dan sembilan poin.
Sedangkan, investasi pendapatan tetap dan dana tunai justru merosot. Kondisi ini terjadi justru ketika beberapa indikator terkait pasar modal ketika itu negatif. Misalnya, IHSG melemah sekitar 0,97% di awal Oktober 2013.
Kemudian, rupiah terdepresiasi 6,7% ke level Rp 12.171 dari Rp 11.406 di awal kuartal IV-2013. Inflasi secara tahunan juga naik dari 8,32% menjadi 8,38%. Bank Indonesia (BI) di saat yang sama menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke posisi 7,5%.
Dari global, isu keputusan The Fed untuk mengurangi stimulus sebesar US$ 10 miliar yang efektif Januari 2014 pun turut membuat kondisi pasar modal tidak menentu.
Putut E Andanawarsih, Direktur Pengembangan Bisnis Manulife Asset Management Indonesia mengatakan, positifnya sentimen di kuartal IV-2013 disebabkan beberapa hal. Diantaranya, neraca perdagangan di Desember 2013 dinyatakan surplus.
"Inflasi pun hanya naik tipis, ini juga jadi sentimen positif," ujarnya, Selasa (11/2).
Editor: Asnil Bambani Amri
xxxxxxxxxxxxxxYYYYYYYYYYYYYYYYYYxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
2 info PALING DITUNGGU dan PALING DAHSYAT: (internal) kenaekan harga bbm DAN (eksternal) pengurangan stimulus oleh bank sentral amrik (melalui pengurangan pembelian surat utang amrik sendiri oleh the FEd), maka GEJOLAK TERDAHSYAT IHSG akan semakin terasa, termasuk anjloknya ... jadi sebagai kontrarian, gw mah hepi2 aja TUNGGUIN NAB RD SAHAM ambles (kalo investor asienK beneran mo JUAL SEMUA portofolio mereka di Indonesia ... kayaknya ga lah, karena INDONESIA ITU PUNYA ANGKA PERTUMBUHAN YANG NYARIS TERTINGGI di DUNIA, secara relatif) ... time2buy ... :)


Saatnya memburu reksadana

catatan NAB reksa dana MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIK dan PANIN DANA MAKSIMA per tgl 08 JULI 2013 menunjukkan bahwa (KEBETULAN bo) ocehan ini n dikonfirmasi gw itu BENAR (yaitu TIME2BUY, saat beli, saat NAB TERPER0S0K) ... dalam 2 minggu tren menunjukkan pemulihan yang lumayan, ini gw sebut CARI UNTUNG SESAAT (CUS):

JAKARTA. Pasar reksadana ikut terkena imbas tekanan inflasi tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ini terlihat dari rata-rata return reksadana di bulan ini yang negatif.
Data PT Infovesta Utama menunjukkan, indeks reksadana saham dari awal bulan ini hingga 21 Juni tercatat minus 11,53%. Sementara, indeks reksadana campuran minus 7,61% dan indeks reksadana pendapatan tetap tercatat minus 2,42% pada periode yang sama (lihat tabel).
Analis Infovesta Utama, Vilia Wati mengatakan, kinerja reksadana saham mengalami kinerja terburuk dibanding reksadana jenis lain. Maklum, fluktuasi yang terjadi di bursa saham lebih tinggi ketimbang fluktuasi di pasar obligasi.
Dalam kondisi seperti ini, Vilia bilang, manajer investasi (MI) bisa meminimalisasi risiko dengan memperbesar porsi aset dengan risiko minim, seperti pasar uang. Adapun untuk portofolio di saham, bisa dengan mengurangi porsi alokasi pada sektor-sektor yang sensitif terhadap inflasi, seperti perbankan, otomotif dan properti. "Sedangkan, reksadana pendapatan tetap bisa memperbesar alokasi pada obligasi korporasi dan pasar uang," kata Vilia, kemarin.
Presiden Direktur Sucorinvest Asset Management, Christian Hermawan mengatakan, dalam kondisi pasar saham yang tertekan seperti sekarang, investor bisa memanfaatkannya dengan masuk ke reksadana saham atau campuran. Sebab, investor bisa masuk di harga yang relatif murah.
Fadlul Imamsyah, Vice President of Investment CIMB Principal Asset Management juga menyarankan hal sama. Adapun, bagi MI, koreksi tajam indeks bisa dimanfaatkan untuk berbelanja saham di harga murah. Sedangkan, untuk reksadana pendapatan tetap, MI bisa menggabungkan antara obligasi korporasi dan obligasi pemerintah.     
Menurut Fadlul, di kondisi seperti sekarang, CIMB memilih durasi portofolio yang relatif lebih pendek ketimbang benchmark obligasi pemerintah yang dijadikan acuan. "Adapun peringkat minimum surat utang rata-rata di atas A+," kata Fadlul.    
Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen, Agus Basuki Yanuar menambahkan, koreksi yang terjadi di pasar keuangan tersebut sudah diantisipasi sejak awal tahun sehingga investor tidak perlu khawatir. Bila investor memiliki horizon investasi jangka panjang, bisa tetap masuk secara berkala. Sebab, kinerja reksadana masih akan membaik dalam jangka menengah dan panjang.    
Menurut Agus, profil investor jangka panjang di atas  tiga tahun cocok masuk di reksadana saham. Untuk investor dengan horizon investasi dua tahun, disarankan memilih reksadana campuran. Sementara investor dengan tujuan investasi jangka pendek hingga satu tahun, bisa masuk ke pasar uang atau perbankan.
Tergantung profil risiko
Analis Senior PT Finera Prosperindo, Edbert Suryajaya menambahkan, mumpung pasar tengah bearish seperti saat ini, merupakan peluang bagi investor untuk mulai melakukan akumulasi reksadana sedikit demi sedikit. Untuk profil risiko agresif, dapat tetap memarkirkan asetnya pada reksadana saham sambil terus memantau dan mencari peluang masuk.     
Namun, bagi investor moderat yang tidak nyaman dengan kondisi pasar sekarang ini, bisa melepas reksadananya dan mengalihkan ke instrumen deposito dan pasar uang. Sementara, investor konservatif, bisa memilih deposito sebagai portofolio. "Tapi, dalam jangka panjang, pasar finansial Indonesia tetap akan bergerak naik," ujar Edbert. 
xxxxxxxxxxxxxxxxxYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
evaluasi sementara 2013, ternyata SEMESTER 1, reksa dana saham MAMPU MENGATASI tren ihsg :
Return Reksadana Saham Masih Bisa Melesat ) Oleh: Bastaman pasarmodal - Rabu, 24 Juli 2013 | 15:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Di pengujung semester I kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mencatat kenaikan 11,63%. Sangat tinggi memang bila dibandingkan dengan bunga deposito atau kupon obligasi.
Nah, ternyata ada yang memberikan keuntungan lebih dahsyat dari indeks saham, yakni reksadana saham. Di periode yang sama, reksadana saham memberikan return rata-rata sebesar 12,66%.
Bahkan ada produk reksadana saham yang bisa memberikan keuntungan lebih dari 40%. Salah satunya adalah reksadana Millenium Equity. Reksadana terbitan PT Millenium Danatama Indonesia ini selama semester I mampu memberikan return 43,46%. Sementara produk reksadana Pratama Equity, terbitan PT Pratama capital Assets Management, mampu memberikan hasil 41,62.
Parto Kawito, Direktur Utama PT Infovesta Utama, mengatakan bahwa pencapaian yang cukup tinggi tak lepas dari kejelian manajer investasi (MI) dalam memilih saham sebagai underlying. Di samping itu, bergairahnya perdagangan saham selama semester I juga memberikan andil cukup besar terhadap tingginya return. Lantas, bagaimana kinerja reksadana saham di semester II? Sulit ditebak. Sejumlah analis memprediksi, dalam enam bulan ke depan IHSG diperkirakan akan sulit menembus level 5.000. Soalnya, seiring naiknya suku bunga bank dan menguatnya nilai tukar dolar, banyak investor yang mengalihkan investasinya ke instrumen di luar saham. Tapi tak sedikit pula yang masih optimistis IHSG akan tembus level 5.000. Soalnya, dalam dua bulan terakhir, dana asing yang ke luar dari Bursa Efek Indonesia mencapai Rp26,5 triliun. Sebagai perbandingan, dana asing yang masuk ke bursa selama 2010–2012 mencapai Rp21,5 triliun. Artinya, tekanan penarikan dana asing sudah mulai berkurang. Justru kini ada indikasi dana asing mulai kembali ke bursa. Kalau perkiraan itu terbukti benar, peluang reksadana saham untuk memberikan return tinggi masih cukup besar. Apalagi beberapa saham yang dilepas asing, seperti SMGR, ASII, INDF dan TLKM, kini harga sudah cukup murah. “Kalau timing-nya tepat, membeli saat harga murah dan menjual ketika harga tinggi, mungkin bisa dapat return tinggi,” ujar seorang fund manager. [mdr]

gggggggggggggggggHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHggggggggggggggggggggggggggggggg
Dana Kelolaan Reksa Dana Turun Rp5,45 Triliun

ekonomi - Selasa, 6 Agustus 2013 | 11:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Dana kelolaan reksa dana turun sekitar Rp5,45 triliun menjadi Rp189,85 triliun pada Juli 2013 dari periode Juni 2013 sebesar Rp195,30 triliun.

Meski demikian, jumlah unit reksa dana naik menjadi 116,52 miliar pada Juli 2013 dari periode Juni 2013 sebesar 115,31 miliar. Demikian seperti dikutip dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (6/8/2013).

"Penurunan dana kelolaan industri reksa dana pada Juli 2013 disebabkan karena penurunan nilai pasar portofolio reksa dana akibat koreksi yang terjadi di bursa saham dan obligasi di bulan tersebut," ujar Analis PT Infovesta Utama, Vilia Wati, saat dihubungi INILAH.COM.

Dana kelolaan reksa dana antara lain dana kelolaan reksa daham terproteksi senilai Rp36,64 triliun, reksa dana saham senilai Rp79,50 triliun, reksa dana pasar uang mencapai Rp12,14 triliun, reksa dana campuran senilai Rp22,73 triliun, reksa dana pendapatan tetap senilai Rp28,21 triliun, dan reksa dana indeks senilai Rp393,24 miliar.

Sementara itu, dana kelolaan reksa dana syariah terproteksi mencapai Rp1,39 triliun, reksa dana syariah saham senilai Rp2,55 triliun, reksa dana syariah pasar uang senilai Rp25,11 miliar, reksa dana syariah campuran senilai Rp4,32 triliun, reksa dana syariah indeks senilai Rp257,75 miliar, reksa dana syariah pendapatan tetap senilai Rp637,70 miliar. Sedangkan reksa dana ETF-saham senilai Rp363,55 miliar, reksa dana ETF-indeks senilai Rp44,46 miliar, dan reksa dana ETF-pendapatan tetap senilai Rp1,22 triliun.
nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
per tgl 02 Agustus 2013,  tren sejak Januari 2012, maseh positif seh, tapi ADA 2 TREN HARGA YANG PALING POSITIF:
per tgl 27 Desember 2013: cari untung sesaat sejak 26 Agustus 2013 berimbalhasil berikut: