Jumat, 17 Mei 2013

TERBUKTI BANGET, inves TERBAIK SAAT NAB RDS sedang KRI$1$ ... lah

per tgl 17 Mei 2013, jarak potential gain % antara YANG DIINVES SAAT krisis dan euforia MAKEN LEBAr seh : 

per tgl 7 Mei 2013: 

pada 28 Oktober 2008, gw inget, bahwa gw LANGSUNG PERGI KE salah satu kantor cabang bank untuk BELI reksa dana saham (termasuk BNP PARIBAS EKUITAS) dan memberi instruksi kepada relationship manager gw untuk MEMBELI terus menerus setiap hari kerja selama beberapa minggu, dan beberapa bulan kemudian  ... saat itu IHSG pada 1111, saat ini (07 Mei 2013) @ 5042 ... hmm, coba bandingkan potential gain % antara berinves PADA SAAT KONDISI NORMAL (atawa euforia; diberi warna biru), dan SAAT KRISIS (kuning)... sekira 10 kali lipat khan ya ... :)
... pertanyaan gw pada Relationship Manager saat krisis itu, APAKAH ADA ORANG LAEN YANG MASUK BELI REKSA DANA SAHAM saat ITU ... jawabannya lembut: TIDAK ADA ... well, cara KONTRARIAN ala gw emang LANGKA DI DUNIA INVESTASI BERISIKO TINGGI ini ya ... :)

Rabu, 15 Mei 2013

RD Pendapatan Tetap DIJUAL, gw SIAP BELI ...150513

well, analis MEMPREDIKSIKAN kejatuhan harga obligasi/surat utang baik negara (terutama) dan korporasi, sehingga tercermin pada tren penurunan ... tapi ternyata: 

 

jjjjjjjjjjjjKKKKKKKKKKKKKKKKKjjjjjjj

Return pendapatan tetap makin mini



JAKARTA. Para manajer investasi memprediksi, kinerja reksadana pendapatan tetap akan tetap redup tahun ini. Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management, Rudiyanto memperkirakan, reksadana pendapatan tetap hanya bisa memberikan return 8% - 10%.
Rudiyanto menyebut, rencana redenominasi menjadi salah satu faktor penyebab tipisnya return reksadana pendapatan tetap tahun ini. Ia menilai, ide penyederhanaan mata uang tanpa memotong nilai rupiah akan membawa sentimen negatif bagi pasar obligasi, aset dasar reksadana pendapatan tetap.
Menurut dia, redenominasi bisa mengancam tekanan inflasi sehingga investor menganggap berinvestasi di obligasi semakin tidak menarik. "Misalnya saat ini nilai Rp 12.500. Setelah redenominasi ada kekhawatiran akan terjadi pembulatan nilai dari Rp 12,5 menjadi Rp 13. Hal ini akan memicu inflasi," tutur Rudiyanto, akhir pekan lalu.
Kenaikan harga tarif dasar listrik, upah minimum regional serta bahan bakar minyak juga diperkirakan akan memicu kenaikan inflasi. Suhu politik yang semakin panas menjelang pemilihan umum juga akan membuat pasar obligasi kurang menarik. "Dampak pemilu akan terasa pada akhir tahun nanti," tutur Rudiyanto.
Di sisi lain, yield obligasi semakin turun seiring dengan kenaikan harga obligasi sejak 2011 lalu. Saat itu, kenaikan harga obligasi terjadi karena kenaikan peringkat Indonesia ke investment grade.
Saat ini, rata-rata yield obligasi hanya sekitar 6%. Angka tersebut sulit menarik perhatian investor. "Yield semakin turun sedangkan inflasi diperkirakan semakin naik. Padahal, bagi investor seharusnya yield lebih tinggi dari inflasi agar return investasi menjadi optimal," kata Rudiyanto.
Rudiyanto mengaku, pihaknya menerapkan strategi trading aktif dan memanfaatkan waktu yang tepat dalam mengelola portofolio reksadana pendapatan tetap tahun ini. Untuk mengangkat return, Panin juga lebih memilih obligasi pemerintah sebagai aset dasar. Obligasi pemerintah lebih likuid di pasar sekunder ketimbang obligasi korporasi.
Ridwan Soetedja, Direktur Panin Asset Management mengatakan hal senada. Menurut Ridwan, reksadana pendapatan tetap juga menghadapi sentimen negatif defisit neraca transaksi berjalan tahun ini. "Selain obligasi, inflasi dan defisit current account juga berdampak ke pasar saham," kata Ridwan.
Ridwan menambahkan, pasar saham akan lebih cepat pulih dibandingkan obligasi. Emiten akan membebankan kenaikan inflasi kepada konsumen sehingga kinerja perusahaan justru naik. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar saham."Saya menyarankan agar investor masuk ke reksadana saham dibandingkan reksadana pendapatan tetap," kata Ridwan.
Direktur CIMB Principal Asset Management Fajar Rachman Hidajat mengatakan, kondisi politik tahun ini lebih panas dibandingkan tahun 2004 atau 2009. Hal ini akan berimbas pada pasar obligasi karena investor mengambil sikap hati-hati. "Investor obligasi sudah banyak yang profit taking di 2012, yield obligasi juga sudah semakin rendah. Oleh karena itu, reksadana saham tahun ini pasti akan menang dibanding reksadana pendapatan tetap," kata Fajar.
Gunanta Affrima, Direktur CIMB Principal Asset Management menimpali, reksadana pendapatan tetap juga menghadapi ancaman rencana kenaikan pajak obligasi di reksadana. Investor reksadana dikenai PPh 5% mulai 2011.
Tahun 2014, pajak obligasi di reksadana akan naik menjadi 15%. Saat ini, pemerintah memberi sinyal untuk menunda realisasi kenaikan pajak. "Namun peraturan pajak tersebut tidak mungkin terus menerus ditunda, suatu saat akan diaplikasikan sehingga tentu akan berdampak pada reksadana," tutur dia.
Data PT Infovesta Utama mencatat, reksadana pendapatan tetap hanya memberikan rata-rata return 7,72% sepanjang 2012. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata return reksadana pendapatan tetap tahun 2011 sebesar 12,32%. Saat itu, reksadana pendapatan tetap menjadi jawara dibanding reksadana lain.

... sementara SCHRODER DANA MANTAP PLUS 2 juga maseh melesat seh:

eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeCCCCCCCCCCCCCCCCCCCeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
saat S & P memberi penurunan outlook pada rating kita, ekh, investor ASI3Nk malah beli surat utang kita ... berimbas ke NAB RD pendapatan tetap seh ... : 

Anomali, asing beli SUN walau ada kabar buruk


JAKARTA. Meski Standard and Poor's (S&P) memangkas outlook peringkat Indonesia dan gejolak politik yang makin hebat, dana asing dalam surat berharga negara masih naik. Ini merupakan anomali yang terjadi dalam pasar Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, dana asing per 13 Mei 2013 mencapai Rp 303,04 triliun. Jumlah ini naik 12,02% dibandingkan dengan akhir tahun 2012, yang hanya mencapai Rp 270,52 triliun.

Chief Economist Mandiri Group Destry Damayanti mengatakan, kondisi ini merupakan kondisi anomali. Meskipun banyak sentimen negatif seperti kenaikan bahan bakar minyak, penurunan outlook peringkat, serta medekati tahun politik pemilu 2014, asing masih menggemari pasar surat utang Indonesia.

"Ini terjadi balanced. Mereka memanfaatkan sentimen negatif ini sebagai time to buy (waktu untuk beli) dan saatnya konsolidasi," kata Destry dalam acara investor forum Mandiri Sekuritas Grup 2013 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (15/5).

Destry mengungkapkan, pemilu atau pergerakan politik, sangat sensitif jika disandingkan dengan perekonomian dan juga investasi. Persaingan politik yang saat ini semakin ketat, namun ini positif dari sisi ekonomi. Sebab, semakin banyak dana yang mengucur, pergerakan dana di pasar akan semakin cair.

Destry menambahkan, politik mempunyai kontribusi 0,2 poin pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena akan banyak belanja pemerintah dan masyarakat saat pemilu. Hal ini, lanjut Destry, dapat terlihat dari pengalaman pemilihan umum di Indonesia. Pada pemilu 2004, ekonomi Indonesia justru tumbuh 5,03%, dan pada pemilu 2009, ekomoni Indonesia juga tumbuh 5,7%.

"Ini karena kebijakan (policy) dan fundamental Indonesia bagus. Pembicaraan politik di Indonesia saat ini juga sudah menjadi pembicaraan warung kopi, di mana masyarakat tidak lagi panik dengan politik. Berbeda dengan sebelumnya yang pergerakan politik dibarengi dengan kekacauan," ujar Destry.


Dana Masuk Pasar Saham Capai Rp18,8 Triliun







Jakarta (ANTARA) - Arus dana masuk ke pasar saham selama triwulan I/2013 tercatat Rp18,8 triliun dan ke surat berharga negara Rp10,2 triliun yang meningkatkan kinerja pasar modal.
Masuknya dana asing selain meningkatkan kinerja pasar modal juga berpotensi menimbulkan gangguan pada stabilitas jika terjadi pembalikan arus modal, demikian laporan keuangan triwulan I OJK yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner Muliaman A Hadad saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Namun, meningkatnya peran investor domestik menjadikan pasar modal Indonesia lebih tahan. Pangsa nilai rata-rata perdagangan saham harian investor domestik tercatat 59,49 persen pada triwulan I 2013 atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 56,57 persen.
Begitu pula dengan nilai kepemilikan saham investor domestik yang meningkat dari 40,97 persen pada triwulan I tahun sebelumnya menjadi 41,36 persen pada triwulan I 2013. Dewan Komisioner OJK menyatakan upaya peningkatan peran investor domestik akan terus dilanjutkan.
Berdasarkan laporan tersebut, produk reksa dana pada triwulan I 2013 juga turut tumbuh 5,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga reksa dana yang beredar di masyarakat mencapai 836 dengan nilai aktiva bersih Rp226,97 triliun atau meningkat 10,33 persen.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman A Hadad mengatakan perkembangan berbagai indikator pasar keuangan pada triwulan I 2013 terlihat stabil dan cenderung positif meskipun permasalahan perekonomian Eropa dan global belum tuntas.
"Langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh otoritas perekonomian berhasil meredam tekanan-tekanan pada nilai tukar akibat perlambatan ekonomi global dan naiknya inflasi karena pengaruh harga pangan," katanya.(fr)

KAITAN indikatif dan tren KONSUMSI LISTRIK dan BNP PARIBAS EKUITAS

ternyata secara INDIKATIF: tren reksa dana saham  BNP PARIBAS EKUITAS sejak awal taon 2013, lebe tinggi daripada tren ihsg dan konsumsi listrik neh ... :) 

Konsumsi Listrik RI Melonjak, Kalahkan Thailand dan Vietnam

Zulfi Suhendra - detikfinance
Selasa, 14/05/2013 13:13 WIB
Jakarta - Seiring dengan pertumbuhan industri dan perekonomian Indonesia, konsumsi listrik dalam negeri pun ikut terkerek naik. Peningkatan konsumsi listrik Indonesia mengalahkan pertumbuhan konsumsi listrik negara lainnya seperti Vietnam dan Thailand.

Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Banny Marbun mengatakan, pada
bulan April 2013 ini, pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia naik hingga mencapai 10,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut melampaui dari apa yang ditargetkan PT PLN 

"Ini menjadi sesuatu yang menggembirakan, kami memperkirakan semula ada gonjang ganjing mulai dari isu buruh, upah, kenaikan TTL (tarif tenaga listrik), lesunya ekonomi di dunia, makin gencar China, kami semula agak khawatir penjualan yang kami targetkan bisa mencapai 9-10% bisa tercapai," ungkap Benny saat diskusi di Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jalarta Selatan, Selasa (14/5/2013).

Meski tidak menyebutkan perbandingan angka pastinya, Benny menyebut capaian ini melampaui pertumbuhan konsumsi listrik di Vietnam dan Thailand. "Tetangga kita Thailand, Vietnam tertahan itu karena perekonomian dunia masih lesu, itu berdampak pada penjualan atau produksi listrik mereka," tambahnya.

Namun secara akumulatif pada kuartal pertama tahun ini atau mulai Januari sampai April 2013, pertumbuhan pemakaian listrik hanya mencapai 6,97% dibanding tahun lalu. Benny menyebut, hal ini disebabkan oleh pengaruh dari cuaca.

"Dampaknya ini karena Januari Februari, banjir, hujan, karena penurunan penggunaan AC, karena cuaca pada bulan tersebut tidak terlalu panas," tutupnya.



(zul/hen) 

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ
simak betapa kedua REKSA DANA SAHAM mempunyai TREN pertumbuhan yang lebe bagus, walau pun secara GARIS BESAR tetap mengikuti tren pertumbuhan konsumsi listrik dan IHSG ... :)

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
trims kepada BPS, Yahoo Finance dan blog2 gw untuk semua data konsumsi listrik (baik per 10GW / 100GW), PDB/kapita (per Rp.1000/Rp.10000), ihsg serta NAB BNP Paribas Ekuitas
gw uda membuat tabel perbandingan tren semua komponen di atas sbb:

simak bahwa sudut tren konsumsi listrik secara kasar terlihat lebe landai dibandingkan dengan sudut tren PDB/Kapita dan IHSG ... gw menduga ada efek MULTIPLIER yang disebabkan oleh konsumsi listrik tersebut



analisis gw yang sederhana:
Faisal Basri sekira 5 taon yang lalu pernah mengeluarkan pernyataan bahwa data ekonomi makro Indonesia harus berdasarkan pada FAKTA dan DATA KONSUMSI LISTRIK seluruh Indonesia per tahun juga
FB menyatakan bahwa pertumbuhan pemakaian listrik begitu nyata, sehingga sulit menghindarkan bahwa Indonesia terus bertumbuh secara ekonomi
well, gw ikut aja pendapat beliau, maka gw masukkan unsur konsumsi listrik (data BPS) dalam perbandingan dengan tren ihsg, Produk Domestik Bruto/Kapita, dan salah satu reksa dana saham tertua di Indonesia, yaitu BNP Paribas Ekuitas (d/h citireksadana ekuitas, atau fortis ekuitas).
jelas konsumsi listrik terus meningkat walau pun TERJADI GEJOLAK IHSG dan NAB
ini menunjukkan bahwa dalam JANGKA PANJANG, KONSUMSI LISTRIK per tahun BISA DIJADIKAN FONDASI pertumbuhan ihsg dan NAB juga
secara teoritis, konsumsi listrik menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya terkait dengan sektor industri dan bisnis
pertumbuhan sektor industri dan bisnis dengan sendirinya mendorong pertumbuhan keuangan emiten (perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham)
pertumbuhan emiten tentu saja ditandai oleh pertumbuhan LABA
pertumbuhan laba emiten biasanya direalisasikan dengan pembagian DIVIDEN
berarti rasio Price/Earning (PER) terbentuk, dan jika positif dan rendah, maka harga saham akan mudah bergerak naek, itu berarti berpengaruh juga pada minat investor dalam bentuk volume transaksi yang lebe tinggi dan tren harga saham yang bullish/naek
itu berarti NAB reksa dana saham juga bisa meningkat
well, gw yakin pada 2011, KONSUMSI LISTRIK TETAP MENINGKAT, sehingga gw bole berekspektasi IHSG tetap NAEK dibandingkan taon 2010
semoga
up2u lah :)
Menuju Ekonomi USD1 Triliun
Senin, 9 Mei 2011 08:10 wib

PEKAN lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data kinerja perekonomian Indonesia kuartal I-2011. Produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan pada kuartal itu mencapai Rp1.732,3 triliun dan menunjukkan pertumbuhan riil 6,5 persen dibandingkan kuartal yang sama 2010.

Angka ini berada pada ujung bawah prediksi yang saya tulis. Dalam tulisan itu, saya memprediksi PDB nominal akan berada di antara Rp1.725 triliun hingga Rp1.800 triliun. Sementara pertumbuhan ekonomi berada di antara 6,5–7,5 persen. Yang menarik, dalam penjelasan kepada pers, Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan, untuk 2011 ini PDB nominal bisa mencapai Rp7.400 triliun.

Jika rata-rata nilai tukar berada pada angka Rp8.800 per dolar Amerika Serikat (AS), dengan jumlah penduduk 241 juta jiwa, akan diperoleh PDB per kapita sebesar USD3.550. Ini berarti, total PDB nominal dalam dolar AS mencapai USD855 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi majalah Economist (The World in 2011, Desember 2010) yang memperkirakan PDB Indonesia pada 2011 ini akan mencapai USD806 miliar.

Saya sendiri memperkirakan, sama persis untuk PDB nominal dalam rupiah, yaitu Rp7.400 triliun, sementara nilai tukar rata-rata sebesar Rp8.500 untuk setiap dolar AS di sepanjang 2011 ini. Ini berarti, total PDB nominal dalam dolar di 2011 ini akan mencapai USD870 miliar. Bagaimana prediksi untuk 2012? Meskipun masih beberapa bulan lagi untuk sampai pada ”periode prediksi para pengamat” yang umumnya pada akhir tahun,rasanya gambaran itu semakin jelas untuk 2012 yang akan datang.

Dalam hal ini prediksi PDB nominal tahun tersebut, dengan berdasarkan estimasi PDB nominal pada 2011 yang sebesar Rp7.400 triliun sebagaimana juga dibayangkan oleh Kepala BPS, maka kisaran prediksi PDB nominal pada 2012 akan berada antara Rp8.200 triliun hingga Rp8.600 triliun. Dalam kisaran ini kita juga menjumpai bahwa nilai tukar dolar terhadap rupiah telah menunjukkan kecenderungan menguatnya rupiah sehingga rata-rata nilai tukar dolar terhadap rupiah sangat mungkin berada pada level Rp8.200 atau bahkan lebih rendah daripada itu. (Tahun 2011 bukan tidak mungkin rupiah akan menembus level Rp7.000 untuk setiap dolar AS).

Jika itu tercapai,kita akan melihat perekonomian Indonesia mulai memasuki level one trillion dollar economy, suatu tingkat yang terhormat dan menjadi pijakan yang lebih kuat untuk pertumbuhan berikutnya. Sumber-sumber pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 tersebut adalah sumber daya alam (resource based economy), jumlah penduduk yang besar (population based economy), dan motor pertumbuhan baru, yaitu penanaman modal asing (PMA) serta desentralisasi ekonomi.

Sumber daya alam dan jumlah penduduk secara tradisional memang menjadi sumber pertumbuhan utama perekonomian Indonesia. Sementara itu, berbeda dengan minyak dan gas, sumber daya alam yang baru bagi Indonesia, yaitu kelapa sawit,karet, batu bara serta mineral lainnya, merupakan kegiatan yang tidak tertutup bagi masyarakat sebagaimana minyak dan gas.

Oleh karena itu, boom di sektor ini serta-merta menggerakkan perekonomian akar rumput lebih besar sebagaimana terjadi di Kalimantan Barat, yang mungkin justru memiliki perekonomian akar rumput yang lebih kuat dibandingkan Kalimantan Timur yang kaya minyak dan gas. Pada 2012,produksi minyak sawit Indonesia sangat mungkin akan berada di sekitar 25 juta ton atau lebih mengingat terus meningkatnya lahan sawit yang telah mulai panen.

Banyak sumber mengatakan, jika 40 persen lahan sawit tersebut milik masyarakat (termasuk plasma) sehingga jika produksi dan harga sawit berada pada level yang cukup tinggi, perekonomian masyarakat akan langsung terangkat. Sebagai akibatnya permintaan masyarakat terhadap produk industri dari Jawa seperti mobil,motor, peralatan rumah tangga atau bahkan es krim akan mengalami peningkatan yang tinggi.

Hal yang sama terjadi pada perkebunan karet yang pada umumnya memang dimiliki oleh rakyat. Itulah sebabnya, harga karet yang tinggi langsung membawa dampak pada perekonomian masyarakat. Di Pulau Bangka bahkan petani karet masih bisa memanfaatkan waktunya untuk mencari pasir timah di siang harinya sehingga hasilnya menjadi berlipat ganda. Perekonomian yang semakin meningkat telah membawa dampak positif pada kenaikan daya beli.

Inilah sebabnya, penjualan berbagai produk di Indonesia selama beberapa tahun terakhir meningkat sangat pesat. Jika tahun 2011 ini penjualan mobil tidak mencapai 900.000 karena adanya gangguan suplai komponen dari Jepang, pada 2012 bisa diperkirakan suplai komponen tersebut sudah kembali normal. Jika ini terjadi, sudah bisa dipastikan, pada 2012 untuk pertama kalinya penjualan mobil akan melampaui 1 juta unit.

Berbagai perusahaan elektronik juga akan semakin meningkatkankapasitasnya untuk mengatasi ketinggalan produksi dibandingkan dengan permintaannya. Itulah sebabnya, pada kuartal I-2011, penjualan lahan untuk industri naik tujuh kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010. Dengan demikian, kita bisa memprediksi, produk industri pengolahan akan kembali meningkat signifikan pada 2012, suatu fakta yang sampai hari ini belum terefleksi sepenuhnya pada data BPS.

Adapun berbagai PMA akan melakukan investasinya yang cukup besar pada 2011. Sebagian dari mereka sudah bisa melakukan produksi dari pabrik baru pada 2012 sehingga meningkatkan pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang.Pohang Steel yang bekerja sama dengan Krakatau Steel,South Pacifivc Viscose yang akan menyelesaikan pabrik kelima, Hankook yang akan membangun pabrik, Suzuki yang akan membangun pabrik baru di Jawa Barat, berbagai pabrik semen baru dan sebagainya pada akhirnya akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia.

Demikian juga perkembangan daerahdaerah yang mengalami pemekaran akan semakin banyak menghasilkan new growth poles (pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah). Kesemuanya itu bermuara pada pencapaian PDB yang melampaui USD1 triliun pada 2012. Hal apakah yang harus diperhatikan pemerintah untuk menyambut hal tersebut? Yang penting, kembali lagi adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi massal seperti MRT.

Ini harus sungguh dipercepat supaya tidak terjadi kemacetan struktural sebagaimana yang terjadi di Merak.Pembangunan jalan, pelabuhan, bandar udara, dan sebagainya harus melihat perkembangan muatannya yang mengalami kenaikan dua kali lipat setiap lima tahunnya.Jika tidak diperhatikan, kita tidak melihat suatu perekonomian yang membawa peningkatan kesejahteraan, melainkan justru mimpi buruk dalam bentuk kemacetan panjang yang terjadi setiap jam dalam setiap harinya.

Hal penting kedua yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga jangan sampai terjadi kesenjangan yang melebar. Program raskin sebaiknya digantikan dengan bantuan tunai langsung kepada masyarakat miskin melalui rekening yang disiapkan untuk mereka. Dengan demikian, uang tersebut langsung diterima mereka secara otomatis melalui jalur perbankan.

Jika penerima raskin sebesar hampir 18 juta KK tersebut dikurangi dengan bantuan langsung tunai kepada yang benarbenar miskin (mungkin sekitar separuhnya), maka jumlah bantuan langsung tunai yang diberikan setiap bulan akan menjadi lebih besar. Uang inilah yang akan menambah daya beli secara keseluruhan sehingga akhirnya justru semakin meningkatkan putaran roda perekonomian. Rasanya tahun 2012 akan menghasilkan PDB USD1 triliun untuk Indonesia. Kita sungguh berharap itu berarti peningkatan kesejahteraan, bukan sebaliknya.

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi


(Koran SI/Koran SI/wdi)

Proyek Listrik Juga Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi
Senin, 30 Mei 2011 12:41 wib


JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Firmanzah menilai, terlambatnya operasional proyek listrik juga bisa berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Perekonomian diperkirakan kurang optimal dan sulit terakselerasi tanpa ketersediaan pasokan energi yang memadai. Sektor energi dipandang sebagai sektor yang menjadi inti dari pengembangan ekonomi di suatu negara, termasuk Indonesia.

Dampak nyatanya, kata dia, bisa terlihat dari pertumbuhan pada sektor industri yang bisa terkoreksi dan dimungkinkan terjadi penurunan jumlah produksi. Selain itu, mundurnya operasional proyek listrik 10.000 MW juga dimungkinkan menurunkan produksi ekspor nasional yang menjadi pendorong dari tingginya pertumbuhan.

Menurutnya, pemerintah harus segera memberikan dorongan atau stimulus bagi para dunia usaha agar dapat bertahan ditengah kurangnya pasokan energi.

“Misalnya dengan insentif pajak. Uang yang tidak dibayar untuk pajak bisa digunakan swasta untuk membelikan pembangkit diesel untuk mereka melakukan produksinya,” jelas Firmanzah, di Jakarta, Senin (30/5/2011).

Direktur Perencanaan Makro Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, dampak tertundanya proyek listrik tidak terlalu besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menuturkan, terlambatnya operasional proyek listrik 10.000 MW sudah diprediksi oleh pemerintah jauh-jauh hari, sebab dalam proyeksi pemerintah ada beberapa penghambat yang akan dihadapi tahun ini seperti kendala teknis dalam pendanaan dan lain-lain.

Namun, dia tidak membantah bahwa tertundanya operasional proyek listrik dimungkinkan mengganggu kecepatan investasi masuk ke Indonesia. “Tapi tidak akan terlalu besar,” kata Bambang.
(Wisnoe Moerti/Koran SI/ade)

... china juga doyan listrik:


Konsumsi listrik selama tahun ini dperkirakan naik sebesar 10% dibandingkan dengan periode tahun lalu.

Namun, Deputy Head Institut Riset Kelistrikan Negara Hu Zhaoguang yang dikutip Economic Information Daily, tidak menyebutkan penyebab kenaikan konsumsi listrik negara itu. (BLOOMBERG/FH)


Sumber : BISNIS INDONESIA

Selasa, 07 Mei 2013

RD campuran NEH ... 070513


TEMPO.COJakarta - Head of Research PT Trimegah Asset Management, Ivan Chamdani, memaparkan saat ini para manajer investasi perlu mengatur strategi untuk produk-produk yang mereka kelola terkait penurunan rating investasi Indonesia yang dilakukan oleh beberapa lembaga pemeringkatan.

Ia mencontohkan penurunan peringkat yang diberikan oleh Standard & Poor (S&P) dari positif menjadi stabil untuk Indonesia bakal berdampak terhadap prospek penerbitan obligasi yang memang sensitif atas pemeringkatan tersebut.

Hal ini, kata dia, mengakibatkan manajer investasi lebih berhati-hati dalam mengelola portofolio reksadana milik nasabahnya."Ini perlu strategi, mungkin akan banyak yang ke efek saham karena sedang naik," kata dia, Selasa, 07 Mei 2013.

Ia mengingatkan, meski S&P menurunkan peringkat investasi namun perlu dilihat bahwa tren yang diberikan masih positif karena berada di tingkat stabil. Sehingga, prospek obligasi kedepan juga masih cukup terbuka. Apalagi jika dilihat, tren rating ini tidak pernah berubah selama bertahun-tahun.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management Denny R Taher menegaskan, saat ini merupakan saat yang tepat bagi perseroan menerbitkan produk baru agar transaksi investasi kembali ramai. Sebab banyak kalangan menilai saat ini adalah waktu yang sepi masyarakat berinvestasi.

Dia tidak khawatir dengan penurunan peringkat yang diberikan oleh berbagai lembaga pemeringkatan. Sebab ia menilai produk yang ditawarkan cukup variatif dan fleksibel diantaranya adalah produk TRAM ALPHA yang memiliki efek ekuitas hingga 79 persen.

"Sehingga jika misalnya obligasi sedang turun, bisa kita pindah ke efek saham hingga 79 persen," katanya. Meski begitu, dia menegaskan fokus pengelolaan produk TRAM ALPHA ini adalah di efek saham.

Denny memaparkan, meski berhati - hati dalam mengelola investasi lantaran penurunan rating, perseroan tak berhenti mengembangkan produk reksadana saham pada tahun ini. Hal ini bisa dilihat dari kontribusi reksadana yang ditargetkan bisa mencapai hingga 50 persen pada tahun ini dengan realisasi dana kelolaan hingga saat ini yang sudah mencapai Rp 87 miliar.

"Targetnya dana kelolaan bisa mencapai Rp 6 triliun pada tahun ini, sementara untuk produk TRAM ALPHA bisa mencapai Rp 300 miliar,” ujarnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE

SELASA, 07 MEI 2013 | 17:53 WIB

Trimegah Luncurkan Reksa Dana Campuran


TEMPO.COJakarta - PT Trimegah Asset Management menerbitkan produk reksa dana campuran TRAM ALPHA . Reksa dana ini merupakan salah satu diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan karakter moderat.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Denny R Taher, menyatakan produk yang ditawarkan ini cukup fleksibel dengan efek ekuitas hingga maksimal 79 persen dari net asset value (NAV), "Jadi sangat ideal untuk kondisi pasar yang rentan," ujar Denny dalam jumpa pers di Ritz Carlton, Selasa, 07 Mei 2013.

Dengan efek ekuitas ini, jika kondisi pasar saham kurang baik maka portofolio bisa dipindahkan ke efek utang atau obligasi dan instrumen pasar uang hingga 79 persen. Untuk portofolio di pasar saham sendiri, produk TRAM ALPHA akan berinvestasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah di Bursa Efek Indonesia.

Direktur PT Trimegah Asset Management, Sjane Like Kaawoan, menambahkan produk ini sebenarnya lebih ditujukan kepada nasabah retail. Sebab jika dilihat dari kategorinya, produk ini cukup mudah diakses masyarakat.

Nilai awal investasi untuk reksa dana ini adalah sebesar Rp 250.000, begitu pula minimal investasi berikutnya. Perseroan tidak mengenakan biaya pembelian, namun nasabah akan dikenakan biaya penjualan sebesar 1,5 persen.

Untuk pemasaran produk ini, perseroan menyediakannya melalui kantor-kantor cabang Trimegah. "Saat ini kami memiliki jalur distribusi sebanyak 16 kantor cabang di 13 kota di Indonesia."

return reksadana campuran memikat



JAKARTA. Kinerja reksadana campuran sepanjang empat bulan pertama tahun ini cukup menggembirakan. Bahkan, menurut data PT Infovesta Utama, 16 reksadana campuran berhasil mencetak imbal hasil di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar 16,62%.
Reksadana campuran bertajuk Pratama Berimbang milik PT Pratama Capital Assets Management menjadi jawara dengan meraih imbal hasil sebesar 35,34%, dari akhir 2012 hingga 30 April 2013. Di posisi kedua, Kresna Flexima milik PT Kresna Asset Management dengan return sebesar 33,45%.

PT MNC Asset Management melalui MNC Dana Kombinasi Icon, juga mampu meraih imbal hasil di atas IHSG yakni sebesar 19,44%. Direktur MNC Asset Management, Suwito Haryatno menjelaskan, Dana Kombinasi Icon memarkirkan aset dasar pada sektor-sektor infrastruktur, konstruksi, dan properti.
“Sektor-sektor ini akan tetap menjadi pilihan investor di tengah bayang-bayang inflasi,” ujar Suwito, Jumat (3/5).
Adapun saham emiten yang dipilih MNC pada Dana Kombinasi Icon antara lain PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).
Racikan portofolio produk ini sebesar 60% di saham dan sisanya di obligasi korporasi bertema infrastruktur, properti, dan konstruksi. Suwito mengatakan, target return Dana Kombinasi Icon ini sekitar 15%-20% hingga akhir tahun ini.
Kinerja tetap tumbuh
BNI Asset Management juga tidak jauh beda. Kepala Divisi Investasi BNI Asset Management, Abdullah, mengatakan, isi portofolio reksadana campuran bernama BNI Dana Terencana terdiri atas 50%-60% saham-saham infrastruktur, konsumer, semen, dan perbankan. Sisanya di instrumen obligasi dan pasar uang.
Reksadana ini menorehkan return 12,61%. Meski di bawah IHSG, return reksadana ini masih di atas rata-rata kinerja reksadana campuran yang sebesar 11,01%. Abdullah bilang, racikan reksadana ini hingga akhir tahub masih pada sektor konsumsi. Sementara, sektor komoditas masih dihindari selama harga komoditas dunia masih melempem. "Hingga akhir tahun, kinerja BNI Dana Terencana diharapkan dapat tumbuh hingga 20%," ujar Abdullah.    
Vilia Wati, analis Infovesta Utama mengungkapkan, kinerja rata-rata reksadana campuran sejauh ini cukup baik. Pencapaian ini tidak terlalu jauh dari rata-rata return reksadana saham yang sebesar 17,34% untuk periode yang sama. Kondisi tersebut melihat alokasi portofolio reksadana campuran yang lebih luas, tergantung tipe reksadana tersebut.      
Vilia memprediksi, reksadana campuran hingga akhir tahun bisa menorehkan rata-rata return antara 8%-12%


inves 1 Jt / bulan dengan S90+EF s/d Mei 2013

per FEBRUARI 2013:
per tgl 04 Maret 2013:
per tgl 09 April 2013
:
per tgl 06 Mei 2013, potential gain % @ cara dollar cost averaging dan inves murni ... :)

Sabtu, 04 Mei 2013

MEI SAD1$ ... 040513

analis di amrik uda mulai MENJELEK-JELEKKAN bursa SAHAM pada BULAN MEI 2013 ini... bloody may ... sell on MAY, and go away ... begitu kata para anali$$ ... well, gw mah maseh tetap INVES aja LAH ... :)

inves 1 Juta per bulan @BNP Paribas Ekuitas dalam 5 taon: 191012 (lanjutan 02)... s/d Mei 2013

per tgl 03 Mei 2013, dollar cost averaging @BNP Paribas Ekuitas maseh bisa memberikan +20% sejak awal 2011... :)


per tgl 10 April 2013 (ini inves yang mulai 2 taon yang lalu seh @JANUARI 2011):


per tgl 04 Maret 2013:

per tgl 04 Februari 2013:
per tgl 23/01/2013:

per tgl 04/01/2013:
per tgl 28/12/2012:


per tgl 07/12/12:
pra tgl 07/12/12