Minggu, 20 April 2014

jangka PANJANG itu MUTLAK di reksa dana... itu yang gw lakukan sejak 8 tahun yg lalu...

per tgl 31 Maret 2014, investasi maseh menguntungkan, termasuk Schroder dana istimewa lho : ... dalam JANGKA PANJANG, RUPIAH n CADANGAN DEVISA ($)AMBROL PUN, ekh, malah, IHSG-HARGA SAHAM BBRI - NILAI AKTIVA BERSIH SCHRODER DANA ISTIMEWA naek bo :) ... secara sederhana: rupiah ambrol memicu PENGUATAN EKSPOR kita, sehingga keseimbangan antara ekspor n impor (secara relatif) pada GDP / produk domestik bruto kita akan tetap terjaga, malah ekspor kita maseh menguat secara NILAI ASET (volume mungkin terkoreksi)... cadangan devisa AMBROL dipicu oleh IMPOR TERUTAMA BBM yang NAEK baek secara NILAI ASET mau pun VOLUME ... namun dalam KONDISI TERTEKAN PUN IHSG-BBRI-SDI sukses berjaya dalam JANGKA PANJANG (2010-2014) ... :)
dalam JANGKA PANJANG, RUPIAH n CADANGAN DEVISA ($)AMBROL PUN, ekh, malah, IHSG-HARGA SAHAM BBRI - NILAI AKTIVA BERSIH SCHRODER DANA ISTIMEWA naek bo :) ... secara sederhana: rupiah ambrol memicu PENGUATAN EKSPOR kita, sehingga keseimbangan antara ekspor n impor (secara relatif) pada GDP / produk domestik bruto kita akan tetap terjaga, malah ekspor kita maseh menguat secara NILAI ASET (volume mungkin terkoreksi)... cadangan devisa AMBROL dipicu oleh IMPOR TERUTAMA BBM yang NAEK baek secara NILAI ASET mau pun VOLUME ... namun dalam KONDISI TERTEKAN PUN IHSG-BBRI-SDI sukses berjaya dalam JANGKA PANJANG (2010-2014)
warren buffett inves sejak 1959, LO KHENG HONG inves sejak 17 taon yang lalu, gw (he3) sejak Desember 2002 ... seh

Dana Kelolaan Sucorinvest Central Gani Tembus Rp 3,5 triliun

Kamis, 5 September 2013 08:55 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Perusahaan sekuritas, PT Sucorinvest Central Gani mencapai Rp 3,5 triliun sepanjang semester I 2013. Angka tersebut diketahui naik 40 persen dibandingkan dana kelolaan periode yang pada 2012 sebesar Rp 2,5 triliun.
"Ketika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok, dana kelolaan Sucorinvest justru naik karena banyak nasabah yang melakukan top up dalam produk reksa dana," kata Donny Nuriawan, Direktur Investasi Sucorinvest, kemarin.
Menurut Donny, kenaikan itu berasal dari nasabah lama yang hendak melakukan top up. Jumlahnya bervariasi dari ritel dan institusi. "Namun porsi ritel hanya mencapai 30 persen, sedangkan sisanya mencapai 70 persen itu dari institusi," katanya.
Untuk porsi dari reksa dana, masih didominasi oleh reksadana campuran. Sisanya dikontribusikan oleh reksadana saham dan obligasi. "Campuran itu 50 persen, saham 35 persen, obligasi 15 persen," katanya.
Sampai saat ini jumlah pemegang reksa dana di Sucorinvest mencapai 700 investor dan diprediksi akan terus naik hingga akhir tahun. Diharapkan minat investor akan naik seiring dengan sosialisasi yang dilakukan perusahaan. "Hingga akhir tahun kami targetkan bisa menembus 1.500," katanya.
Untuk return reksa dana yang paling tinggi adalah obligasi dengan 9-10 persen.  Reksa dana saham diharapkan bisa tumbuh 5-10 persen dengan estimasi tumbuh 2-3 persen di atas pergerakan IHSG sampai dengan akhir tahun ini.

saat KRISIS NEGARA BERKEMBANG 2013, reksa dana pendapatan tetap terimbas juga, dalam jangka panjang ternyata maseh bagus seh : 

Reksadana saham masih menjanjikan




JAKARTA. Investasi di pasar saham maupun reksadana berjenis saham masih memberikan potensi keuntungan tertinggi bagi investor. Setidaknya selama kurun waktu 24 tahun terakhir sejak 1989.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto. Dia bilang, pada 1989 sampai sebelum krisis tahun 2008, terekam bahwa secara siklus, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpola naik turun. Misal, selama dua tahun performa IHSG menguat, tetapi satu tahun berikutnya terkoreksi dengan pergerakan secara keseluruhan menguat.

Namun pasca krisis 2008, pola pergerakan IHSG sendiri mengalami perubahan pola, di mana selama lima tahun terakhir performanya terus menguat. Hal ini memberikan dampak terhadap imbal hasil investor yang berinvestasi di pasar saham dan produk turunannya tercatat positif.
Perubahan pola pergerakan itu, menurut Abiprayadi, karena Indonesia sudah menjadi negara tujuan investasi dari investor di negara lain. "Posisi arus modal investor asing yang cukup besar dalam lima tahun terakhir membuat harga-harga saham mengalami kenaikan. Kalau pun terkoreksi, tidak signifikan dan masih dalam tren menguat secara jangka panjang," ujar Abiprayadi di Gedung BEI, di Jakarta. 

Alhasil, investasi di pasar saham dan produk turunannya, khususnya reksa ana saham menjadi yang tertinggi dibandingkan produk investasi lainnya. Abi menyebutkan, jika dilakukan dengan horizon investasi jangka panjang, tingkat imbal hasil produk reksadana saham setiap tahunnya selama 17 tahun terakhir mampu menghasilkan keuntungan 25 kali lipat dari modalnya.

Abiprayadi tak asal bicara. Pasalnya, fakta itu berdasarkan pengalaman pribadinya yang telah berinvestasi di produk reksadana saham sejak tahun 1996 silam. Beda halnya jika dibandingkan dengan produk investasi reksa dana jenis lainnya, seperti reksadana dengan aset dasar obligasi.

Alasannya, meski tingkat imbal hasil produk reksadana beraset dasar surat utang lebih pasti didapatkan oleh investor. Namun, keuntungannya tergerus oleh kenaikan inflasi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada investor untuk berinvestasi di pasar saham maupun reksadana saham dalam beberapa tahun ke depan, khususnya dengan horizon investasi jangka panjang.

"Perlu diingat bagi investor bahwa sebelum memutuskan berinvestasi di pasar saham dan produk turunannya, sebaiknya investor lebih memperhatikan faktor fundamental dan teknikal dari setiap saham dan produk investasi yang akan dipilihnya," saran Abiprayadi.

Ini perilaku konsumen kelas menengah Indonesia


JAKARTA. Lembaga survei konsumen global, Nielsen, menyampaikan bahwa kelas menengah Indonesia yang mereka survei mempunyai kecenderungan menyimpan uang lebih banyak. Bahkan sebagian diantaranya sudah berinvestasi di pasar modal dan reksadana. Hal tersebut terlihat dari tiga pengeluaran terbesar mereka.

Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia menyampaikan berdasarkan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions kuartal II tahun 2013, tiga pengeluaran terbesar konsumen kelas menangah Indonesia adalah menabung, liburan, dan investasi.

Dia menjelaskan, konsumen Indonesia mengelola kehidupan keuangan secara berhati-hati yakni 71% konsumen yang disurvei menabung dana cadangan mereka. "Angka tersebut tertiginggi di dunia diikuti konsumen Hongkong dan Filipina masing-masing 70%," ujarnya. Angka tersebut juga di atas rata-rata global yang sebesar 47%.

Pengeluaran kedua tertinggi yakni untuk liburan. Dari hasil survei Nielsen 42% konsumen Indonesia mebelanjakan pengeluaran untuk liburan. Dalam hal ini, Indonesia berada di peringkat ketiga setelah Singapura 47% dan Malaysia 43%. Sementara, rata-rata konsumen secara global untuk pengeluaran liburan sebesar 33%.

Sedangkan pengeluaran ketiga konsumen kelas menengah Indonesia adalah berinvestasi di pasar modal dan reksa dana. Dalam survei tersebut 33% konsumen Indonesia berkata bahwa mereka menggunakan dana cadangan untuk berinvestasi di saham dan reksadana.

Sementara konsumen Indonesia hanya 30% dan konsumen Thailand dan Singapura masing-masing 24%. Dia bilang hal ini mengindikasikan bahwa konsumen Asia Tenggara memiliki perencanaan yang baik untuk masa depan.

Hasil survei ini, lanjutnya, menunjukkan tumbuhnya populasi kelas menengah Indonesia. "Belanja konsumen mencerminkan kekayaan baru mereka sementara pada saat yang sama keamanan finansial tetap jadi prioritas," jelasnya.

Sebagai informasi, survei Nielsen ini berasal dari 29.000 responden dengan akses internet di 58 negara. "Survei dilakukan secara random. Khusus Indonesia ada 500 orang yang di survei," ujar Catherine. Survei ini dilakukan pada periode 13-31 Mei 2013.
Jangka Waktu Investasi di Reksa Dana
Jangka waktu investasi di bank dan reksa dana berbeda. Jangka waktu di RD bisa panjang.
SENIN, 6 APRIL 2009, 15:20 WIB vivanews


-----------------------------------------------

JANGKA waktu investasi di perbankan dan reksa dana berbeda. Di perbankan, umumnya jangka waktu penempatan dana untuk jangka pendek.

Produk tabungan dapat ditarik kapan saja, sedangkan deposito berjangka waktu satu bulan hingga dua tahun. Biasanya, makin pendek jangka waktu investasinya, bunga yang akan diterima akan lebih rendah.

Sementara itu, dalam berinvestasi di reksa dana, Anda dapat mengatur jangka waktu investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi. Nasabah dapat berinvestasi mulai dari jangka pendek hingga panjang.

Meskipun secara umum, semakin panjang jangka waktu berinvestasi di reksa dana, semakin tinggi hasil investasinya. Namun, nasabah tetap terbuka kemungkinan untuk memperoleh hasil investasi yang tinggi dalam jangka pendek.

Terkait biaya, bank akan mengenakan biaya administrasi bulanan, khususnya pada produk tabungan. Namun, pada reksa dana, Anda akan menanggung biaya pembelian dan biaya penjualan kembali unit penyertaan sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam prospektus.

Lalu, bagaimana caranya Anda dapat menyiasati untuk memperoleh potensi imbal hasil semaksimal mungkin dengan berinvestasi di reksa dana?

Setiap reksa dana mempunyai kebijakan investasi untuk mengalokasikan dana di instrumen investasi tertentu. Dana yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi dalam sebuah portofolio diatur sedemikian rupa sehingga memberikan imbal hasil yang maksimal.

Pertama, tentukan tujuan investasi dan jangka waktu yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang sudah Anda rencanakan. Kemudian, kenali karakter investasi, khususnya tingkat risiko yang mampu Anda terima.

Selanjutnya, tentukan reksa dana mana yang paling tepat untuk kebutuhan investasi. Bila Anda termasuk konservatif, yaitu hanya mampu menerima risiko yang rendah dengan jangka waktu investasi yang pendek, yaitu 1-2 tahun, Anda cocok untuk berinvestasi di reksa dana pasar uang.

Namun, bila Anda tipe yang moderat dengan tingkat risiko yang sedang, Anda cocok berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap dengan jangka waktu menengah, yaitu 3-5 tahun.

Dan bila Anda adalah tipe agresif, memahami adanya risiko high risk high return, dan mempunyai jangka waktu investasi yang panjang, yaitu 5-10 tahun, berinvestasilah di reksa dana saham.

Anda sudah menabung. Berinvestasi di reksa dana adalah langkah tepat selanjutnya. Sudahkah Anda berinvestasi di reksa dana?

Andreas M Gunawidjaja dan Soca Lukitasari
PT Mandiri Manajemen Investasi
Corporate Strategic Partner CWMA

Berapa Lama Investasi Jangka Panjang di Pasar Saham

Senin, 15 Juli 2013 08:26 wib
Itulah yang kemudian memunculkan beberapa versi jangka waktu panjang dalam berinvestasi saham, yakni 1,3,5 sampai 10 tahun, dan seterusnya. Untuk melihat jangka waktu yang ideal berinvestasi di pasar saham, bisa dianalisa dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data menunjukkan, apabila berinvestasi di saham sejak tahun 2006 hingga tahun 2012, maka IHSG rata-rata naik sebesar 29,4 persen.  Apabila hanya berinvestasi dalam setahun saja contoh, dari tahun 2006-2007, ketika  pasar saham sedang dalam kondisi bagus, maka kenaikan IHSG tercatat sebesar 55,3 persen. Namun, kalau investor berinvestasi selama setahun di tahun 2007-2008 maka ia akan mengalami kerugian sebesar 50,64 persen. Artinya berinvestasi dalam setahun masih memiliki risiko yang tinggi.

Naik dan turunnya IHSG dipengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham yang tercatat di BEI. Penurunan harga saham terjadi karena lebih banyak pihak yang menjual saham tersebut dibanding yang melakukan pembelian (net sell). Bisa jadi karena investor melakukan aksi profit takingatau ambil untung, atau karena ada proyeksi penurunan kinerja perusahaan yang sahamnya dicatat di bursa.

Sebaliknya, kenaikan harga saham didorong pembelian yang lebih tinggi (net buy) karena proyeksi kinerja yang membaik. Faktor makro ekonomi dan sentimen di dalam serta di luar negeri ikut mempengaruhi persepsi investor atas saham-saham tertentu. Sentimen ini menyebabkan naik dan turunnya harga karena aksi beli dan jual investor.

Siklus kenaikan dan penurunan harga saham biasanya terjadi dalam 5,7 dan 10 tahun. Artinya semakin panjang berinvestasi, investor lebih memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan, ketimbang investasi dalam jangka waktu yang pendek. Secara teori disebutkan, semakin panjang jangka waktu investasi, semakin sempit pergerakan antara imbal hasil tertinggi dan terendah, yang menunjukkan risiko fluktuasi yang semakin menurun secara konsisten.

Apabila dihitung menggunakan standar deviasi, maka angka standar deviasi semakin mengecil untuk jangka waktu investasi yang lebih panjang. Jumlah kejadian positive return  semakin meningkat dan kejadian negative return makin menurun dengan meningkatnya jangka waktu investasi.

Kalimat bijak yang disampaikan investor terkenal di dunia Warren Buffet sepertinya bisa dijadikan panduan. Ia mengatakan, berinvestasilah untuk 10 tahun ke depan, bukan 10 menit ke depan.
(//)
per tgl 24 Januari 201empat, tren NAB reksa dana saham BNP Paribas EKUITAS mulai REBOUND: 
per tgl 05 Maret 201empat, well, PEMBALIKAN ARAH MENGUAT TERJADI LAGE seh : 




PENIPUAN ala FIXED RETURN ... 291012-200414

SELASA 15 APRIL 2014 22:28 WIB Investasi Bodong dalam Skema Ponzi Beberapa minggu terakhir ini, kabar tentang banyaknya orang merugi lewat investasi yang menggiurkan begitu ramai. Sebagian diduga kuat ‘bodong’ alias perusahaan yang 'memutar dana investasi' tidak betul-betul menjalankan aktivitas bisnis seperti yang dijanjikan—sebuah kejahatan kerah putih. Kasus investasi bodong sudah sering terjadi di berbagai negara, salah satu yang terbesar ialah ‘investasi akal-akalan’ yang dijalankan oleh Bernard Madoff yang mengguncang ekonomi AS pada tahun 2008. Dalam pengadilan yang berlangsung pada tahun berikutnya, Madoff dijatuhi hukuman 150 tahun kurungan. Untuk menuntaskan kasus penipuan investasi yang dianggap sebagai terbesar dalam sejarah AS ini dibutuhkan waktu bertahun-tahun, dan kesimpulan terakhir diambil pada 24 Maret 2014 lalu. Para juri di pengadilan Manhattan, New York, menyimpulkan bahwa perusahaan Madoff telah melakukan penipuan investasi secara sistematis. Madoff telah mempraktekkan Skema Ponzi secara masif selama 30 tahun dan kasusnya baru terungkap pada 2008. Bagaimana Skema Ponzi bekerja? Kira-kira seperti ini: Sebuah iklan menjanjikan return yang sangat besar kepada siapapun yang mau berinvestasi dalam sebuah bisnis, yakni 10% dalam waktu 30 hari. Orang yang tergiur oleh angka sebesar itu serta-merta akan terpikat oleh iklan ini. Mereka akan berebut berinvestasi, bahkan aset penting seperti rumahpun jika perlu diinvestasikan demi return 10% per bulan. Angka sebesar itu sukar dicerna akal sehat. Darimana return 10% itu didapat? Inilah soalnya. Bisnis yang lumrah niscaya mustahil mendatangkan return sebesar itu dalam waktu yang sangat pendek. Maka, pemasang iklan yang menawarkan investasi itu akan memilih cara seperti ini: bila waktu 30 hari telah tiba, dan pembayaran return pertama sudah jatuh tempo, ia menggunakan uang yang disetor investor yang berinvestasi belakangan untuk membayar return bagi investor yang terdahulu. Begitu menerima return 10% seperti yang dijanjikan, kepercayaannya semakin kuat dan investor ini terdorong untuk menaruh lebih banyak lagi uangnya. Kata-kata pujian mulai menyebar. Calon-calon investor lain ikut berebut peluang untuk menanamkan uangnya. Timbullah efek berantai. Semakin banyak orang berinvestasi, berarti uang masuk terus mengalir, dan perusahaan pengelola investasi ini masih bisa tenang membayar return untuk investor terdahulu. Promotor investasi akan berusaha meminimalkan penarikan uang dengan menawarkan rencana baru bagi investor lama, tentu saja dengan iming-iming tak kalah menggiurkan. Promotor memperolah cash flow baru, sebab investor diberitahu bahwa mereka tidak boleh memindahkan uangnya dari rencana pertama ke rencana kedua. Jika sebagian investor ingin menarik uangnya sesuai aturan yang diperbolehkan, permintaan ini biasanya diproses, sehingga menimbulkan ilusi kepada seluruh investor bahwa dana mereka solvent(mudah dicairkan). Kesulitan akan muncul ketika investasi baru berjalan lamban, dan promotor mulai kesusahan membayar return pada waktu yang dijanjikan. Semakin besar return yang dijanjikan, semakin besar peluang skema Ponzi ini ambruk dengan cepat. Begitu pembayaran return mulai terlambat, beritanya dengan cepat menyebar. Krisis likuiditas ini akan memicu kepanikan—menimbulkan efek domino, dan terjadilah rush, orang-orang meminta kembali uangnya pada waktu bersamaan. *** Charles Ponzi adalah orang pertama yang mempraktekkan skema ini dalam skala besar, sebab itu nama Ponzi dipatrikan pada praktek ini. Sebenarnya, Ponzi bukan orang yang ‘menemukan’ skema ini. Charles Dickens, dalam novelnya Little Dorrit, 1857, sudah lebih dulu menggambarkan skema semacam ini kira-kira satu dekade sebelum Ponzi lahir. Sebelum Ponzi, William F. Miller, seorang penata buku keuangan yang bekerja di Brooklyn, AS, menggunakan skema serupa ini untuk mengumpulkan 1 juta dolar AS (1899)—Ponzi meraup jauh lebih besar. Ponzi dilahirkan di Lugo, Italia, 1882, dengan nama yang sangat panjang: Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi. Kepada suratkabar New York Times, ia mengaku berasal dari keluarga sejahtera di Parma, Italia. Mula-mula Ponzi bekerja sebagai pekerja pos. Di usia 21 tahun, ia merantau ke Amerika Serikat dan tiba di pelabuhan Boston. “Saya mendarat di negeri ini dengan 2,5 dolar tunai dan 1 juta dolar harapan, dan harapan itu tak pernah meninggalkanku,” begitu cerita Ponzi belakangan kepada New York Times. Ponzi belajar bahasa Inggris dengan cepat dan bekerja di Pantai Timur, sebagai pencuci piring. Tidur di lantai tidak masalah baginya. Oleh majikannya, ia dianggap bekerja dengan baik dan naik posisi menjadi pelayan, namun kemudian dipecat karena mencuri uang kembalian untuk pelanggan. Ia lalu pindah ke Montreal, 1907, dan menjadi asisten teller di Banco Zarossi, sebuah bank yang dikelola Luigi Zarossi untuk melayani imigran Italia yang datang ke kota itu. Zarossi membayar bunga 6% untuk deposito—dua kali lipat suku bunga yang berlaku saat itu—dan banknya tumbuh cepat. Ponzi menjadi manajer bank. Namun, ia mengetahui bahwa bank itu sesungguhnya menghadapi persoalan keuangan serius sebab pengembalian pinjaman real estate berjalan seret, dan ia tahu Zarossi membiayai pembayaran bunga bukan dari keuntungan investasi, tapi dengan memakai uang yang didepositokan oleh nasabah baru. Bank itu akhirnya ambruk dan Zarossi lari ke Mexico dengan membawa sebagian besar uang bank. Ponzi tetap tinggal di Montreal untuk sementara waktu di rumah Zarossi dan berusaha kembali ke AS. Suatu ketika ia mendatangi kantor bekas pelanggan Zarossi dan, karena ia tidak menemukan siapapun, ia menulis cek untuk dirinya senilai $423.580 dengan memalsukan tanda tangan direktur perusahaan itu. Saat ditanya polisi siapa yang mengeluarkan dana sebesar itu, Ponzi mengangkat tangannya dan berkata “Saya bersalah.” Ia mendekam tiga tahun di penjara dekat Montreal. Alih-alih memberitahu ibunya mengenai soal ini, ia mengirim surat yang mengatakan bahwa ia memperoleh pekerjaan sebagai “asisten khusus” penjaga penjara. Setelah keluar dari penjara, 1911, ia memutuskan kembali ke AS, tapi terlibat dalam penyelundupan imigran ilegal Italia di perbatasan. Ia tertangkap dan mendekam dua tahun di penjara Atlanta. Di penjara ini ada tahanan lain yang menjadi role model Ponzi, yakni Charles W. Morse, pengusaha dan spekulator Wall Street yang makmur. Selepas dari penjara, Ponzi kembali ke Boston dan menikah dengan Maria Gnecco, seorang stenografer (pasangan ini bercerai pada 1937). Suatu ketika, Ponzi menerima surat dari perusahaan di Spanyol. Di dalam amplop terdapat International Reply Coupon (IRC). Ia mencari tahu apa kegunaan kupon ini. Seseorang di satu negara dapat mengirim kupon ini kepada orang di negara lain. Kupon ini dapat ditukarkan dengan prangko untuk mengirim surat kepada pengirim kupon. Ketika itu inflasi sesudah Perang Dunia I menurunkan biaya pos di Italia sehingga kupon dapat dibeli dengan murah di Italia dan ditukarkan dengan prangko AS yang berharga lebih tinggi. Prosesnya: kirim uang ke luar negeri; belikan kupon dengan bantuan agen atau siapapun; kirim kupon ke AS; di AS, tukarkan kupon dengan prangko yang berharga lebih tinggi, lalu jual prangko tersebut. Inilah trik mengambil keuntungan dengan membeli aset pada harga rendah di suatu pasar dan segera menjualnya di pasar lain dengan harga lebih tinggi—praktek yang tidak ilegal. Ponzi mengintip adanya peluang keuntungan di sini. Ia membujuk kawan-kawannya agar menanamkan uang di bisnis kupon IRC dengan menjanjikan return 50% dalam 45 hari atau melipatduakannya dalam 90 hari. Untuk mempromosikan skema ini, ia mendirikan perusahaan sendiri, Securities Exchange Company. Banyak orang menggadaikan rumah mereka dan menginvestasikan tabungan mereka. Kebanyakan tidak mengambil keuntungannya dan menginvestasikan kembali. Bisnis ini mengubah Ponzi dari bukan siapa-siapa menjadi jutawan Boston yang termashur dalam waktu enam bulan. Pada Mei 1920, Ponzi mengumpulkan $420.000 (setara dengan $4,59 juta pada 2008)—dua bulan kemudian ia sudah meraup lebih dari $1 juta. Ia mulai mendepositokan uang itu di Hanover Trust Bank of Boston, sebuah bank kecil di Hanover Street di North End yang banyak dihuni orang Italia, dengan harapan suatu ketika rekeningnya cukup besar sehingga ia bisa memaksakan kehendaknya atas bank itu atau bahkan menjadi presidennya. Faktanya, ia mengendalikan bunga di bank itu setelah mendepositokan $3 juta. Ponzi hidup mewah, membeli mansion di Lexington, Massachusetts, dengan kolam renang berpemanas. Ia mendatangkan ibunya dari Italia dengan kapal kelas satu. Cepat kayanya Ponzi mengundang kecurigaan. Suratkabar Boston Post menyelidiki praktek bisnis Ponzi dan kemudian menerbitkan hasil investigasinya. Clarence Barron, seorang analis keuangan di Boston, mengatakan bahwa mustahil Ponzi memberi return dari hasil investasi yang sebenarnya. Dalam perhitungan Barron, untuk membayar return sebesar itu, 160 juta kupon harus diputar, namun faktanya hanya sekitar 27 ribu kupon yang benar-benar beredar. Marjin keuntungan kotor untuk pembelian dan penjualan kupon memang besar, tapi menurut Barron, biaya overhead untuk mengurusnya melampaui keuntungan tersebut. Laporan yang diterbitkan Boston Post itu menimbulkan kepanikan. Dalam tiga hari, Ponzi mengeluarkan $2 juta kepada kerumunan investor yang berkumpul di depan kantornya. Ia menyajikan kopi dan donat dan memberitahu mereka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Situasi ini menarik perhatian Daniel Gallagher, jaksa di Massachusetts. Gallagher mulai mengaudit pembukuan Securities Exchange Company, namun menemui kesulitan sebab pembukuan Ponzi hanya berupa kartu indeks yang berisi nama-nama investor. Berkat ketekunan penegak hukum, akhirnya terungkap bahwa Ponzi sekurang-kurangnya berutang $7 juta. Berkat laporan investigasi mengenai Ponzi ini, Boston Post memperoleh Hadiah Pulitzer (1921). Untuk kesekian kali, penjara sudah menanti Ponzi. Setelah melewati 3,5 tahun dari vonis lima tahun dalam penjara federal dan kemudian sembilan tahun di penjara negara bagian Massachusetts, Ponzi diusir dari Amerika Serikat. Ia kembali ke Italia. Setelah sempat bekerja untuk Benigto Mussolini, karena kecurangan dalam keuangan pemerintah ia dipaksa pergi ke Amerika Selatan. Di Brazil, ia bekerja serabutan dan jatuh miskin. Kesehatannya memburuk dan terkena serangan jantung pada 1941. Delapan tahun kemudian ia meninggal di Rio de Janeiro. Dalam wawancara terakhirnya dengan wartawan Amerika di rumah sakit itu, Ponzi berkata, “Saya mencari persoalan, dan saya telah menemukannya.” ***

Seleb Ferdy Hasan Curhat Jadi Korban Investasi Bodong

Mahardian Prawira Bhisma - detikfinance
Senin, 14/04/2014 15:08 WIB
Jakarta -Presenter kondang Ferdy Hasan mengaku rugi hingga miliar rupiah gara-gara investasi bodong. Ia sebelumnya mengikuti saran investasi dari Quantum Magna (QM) Financial.

Ferdy pertama kali menjadi menjadi nasabah QM Financial sejak tahun 2006. Sampai tahun 2010 hubungan antara keduanya masih berjalan baik. Ferdy membayar biaya langganan, dan pendiri dan CEO QM Financial Ligwina Hananto memberikan saran-saran untuk investasi.

Menurut Kuasa Hukum Ferdi Hasan, Panji Prasetyo, saran dan rekomendasi investasi yang diberikan Ligwina pada rentang waktu itu adalah investasi di instrumen yang sudah ada aturannya, salah satunya reksa dana.

"Nah, setelah 2010 dia menawarkan produk-produk investasi yang bukan sifatnya reksa dana bukan surat-surat berharga atau saham lagi tapi ke investasi bisnis riil, ada emas, kayu jati, ayam, telur puyuh, dan lain sebagainya," katanya kepada detikFinance di Menara Allianz Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).

Tak lama dari situ, Ferdy yang menuruti saran dari penasehat keuangannya itu mulai menderita kerugian setelah bisnis tersebut ternyata hancur karena uang perusahaan dibawa lari oleh si pengelola. Bahkan kerugian yang dialami Ferdy diprediksi mencapai Rp 2 miliar.

"Waktu itu saya masih investasi yang ada regulatornya seperti reksa dana, saya orangnya sangat konservatif. Saya disarankan coba index trading, tadinya masuk nominal sekian sempat bagus saya tarik hasilnya. Tapi ternyata di belakang ada main mata mereka, total loss (kerugian) itu Rp 2 miliar di awal," ujar Ferdy yang juga hadir bersama kuasa hukumnya.

Setelah itu Ferdy diminta berinvetasi emas di PT Trimas Mulai dan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS). Ferdy diperkenalkan kepada petinggi GTIS Michael Ong oleh Ligwina.

"Dia sendiri (Ligwina) yang mengenalkan dengan Michael Ong yang buron," ujar Ferdy.

Selain itu presenter terkenal tersebut juga disarankan berinvestasi di CV Panen Mas. Perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis dan peternakan ini juga tak lama mengalami masalah serius.
(ang/dnl) 
Kerugian nasabah Virgin Gold diduga triliunan rupiah Oleh Syamsul Ashar, Cipta Wahyana, Noverius Laoli - Kamis, 06 Maret 2014 | 17:50 WIB kontan JAKARTA. Kasus dugaan penipuan investasi oleh Virgin Gold Mining Corporation (VGMC), tampaknya, tinggal menunggu waktu untuk meledak. Sebab, jumlah korban yang mengaku dirugikan oleh perusahaan yang berbasis di London, Inggris ini sangat banyak. Nilai kerugian mereka juga besar. Heri Ariandi, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) yang mengaku memperoleh kuasa dari sekitar 2.500 nasabah telah melaporkan VGMC ke polisi pada 20 Februari 2014 lalu. "Kerugian nasabah yang saya tangani triliunan rupiah," terang Heri ketika berkunjung ke Kantor KONTAN, Kamis (6/3). Dalam kunjungannya tersebut, Heri juga meluruskan bahwa dirinya bukan merupakan penasihat hukum Yopan Prihadi seperti telah ditulis Harian KONTAN Selasa lalu (4/3) dan kontan.co.id dalam artikel yang berjudul "Nasabah akhirnya seret VGMC ke polisi". "Saya tidak tahu Yopan," tegas Heri. Lewat tulisan ini, redaksi kontan.co.id juga mengoreksi artikel tersebut. Heri justru mengungkapkan bahwa Yopan merupakan salah satu pihak yang akan ia laporkan ke polisi. Sebab, beberapa nasabah VGMC yang ia wakili terang-terangan mentransfer sejumlah dana kepada Yopan. Ketika bertemu dengan redaksi KONTAN, Heri juga menunjukkan bukti-bukti transfer tersebut. Yang menarik, Heri mengaku telah bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di London untuk mengungkap kasus ini. Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengakui bahwa ia telah menerima surat dari Heri Ariandi. "Kementerian Luar Negeri dan KBRI London sudah memanfasilitasi kunjungan yang bersangkutan ke London," ujar Michael. Yopan sendiri mengaku tidak takut bila dilaporkan ke polisi oleh Heri yang menjadi kuasa hukum sebagian nasabah VGMC lainnya. Yopan bilang, ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan VGMC. "Saya ini nasabah dan saya juga korban," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (6/3). Soal uang yang ia terima dari beberapa nasabah, Yopan menjelaskan, uang itu digunakan untuk membeli dollar sebagai salah satu syarat membeli saham di account VGMC. Ia juga menepis anggapan bahwa uang para nasabah itu masuk ke kantongya. Yopan juga meluruskan bahwa dirinya bukanlah salah satu nasabah yang ikut memberikan surat kuasa kepada Heri. Editor: Cipta Wahyana OJK Terbitkan Aturan Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan Vega Aulia Pradipta - Rabu, 26 Februari 2014, 17:54 WIB Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua peraturan terkait perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan untuk menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, murah, adil, dan efisien. Peraturan pertama adalah Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan (LAPS) yang diterbitkan pada 23 Januari 2014. Peraturan kedua adalah dua Surat Edaran OJK tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan kepada Konsumen dan/atau Masyarakat, serta Surat Edaran tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan yang diterbitkan pada 14 Februari 2014. Anggota DK OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan kedua surat edaran itu adalah peraturan pelaksana POJK No.1/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang berlaku efektif pada 6 Agustus 2014. “Pelaku Usaha Jasa Keuangan memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan diri memenuhi aturan pelaksanaan ini,” ujarnya seperti dikutip dari pengumuman OJK yang diakses, Rabu (26/2/2014). Sedianya, seluruh PUJK akan menyampaikan rencana edukasi 2014 pada November 2014. Lalu pada 2015, rencana edukasi harus disampaikan bersamaan dengan penyampaian rencana bisnis tahunan kepada masing-masing pengawas. Editor : Ismail Fahmi Sudah saatnya perencana keuangan diregulasi! Oleh Ruisa Khoiriyah - Senin, 17 Februari 2014 | 15:49 WIB Telah dibaca sebanyak 5250 kali Komentar Sudah saatnya perencana keuangan diregulasi! BERITA TERKAIT Ligwina: Kami tak ada produk, klien minta carikan Sepenggal cerita sebelum Titis menghilang Ada masalah keluarga, Alemantis sengaja kabur Alemantis, perencana keuangan dilaporkan hilang JAKARTA. Kemunculan beberapa kasus yang melibatkan financial planner belakangan ini tak ayal telah membikin gelisah sebagian kalangan perencana keuangan. Ada kekhawatiran, kemunculan kasus-kasus kurang sedap yang menyeret profesi perencana keuangan bisa menurunkan kredibilitas dan pamor financial planner di Indonesia. Anggota Dewan Kode Etik dan Sertifikasi Independent Financial Planners Club (IFPC) Risza Bambang berujar, sudah waktunya profesi perencana keuangan di Indonesia memiliki regulasi yang jelas dan tegas dari otoritas terkait, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Sudah waktunya OJK memanggil IFPC agar mulai ada pembicaraan tentang pengaturan atau regulasi bisnis perencana keuangan," kata Risza kepada KONTAN, Senin (17/2). Risza menuturkan, sampai saat ini belum ada regulasi yang jelas dan formal terkait profesi perencana keuangan. Maka dari itu, yang ada sejauh ini adalah klub atau perkumpulan karena sifatnya cenderung lebih informal. "Asosiasi juga belum ada," kata Risza yang juga seorang perencana keuangan di One Shildt Financial Planning. Padahal, keberadaan financial planner semakin akrab di tengah masyarakat Indonesia di mana kelas menengahnya tengah berkembang pesat. Semakin meningkat tingkat perekonomian masyarakat, kebutuhan akan jasa financial planner bakal kian tinggi. Tanpa regulasi formal yang jelas dan tegas, ada ketakutan akan semakin banyak muncul kasus yang justru menjatuhkan pamor perencana keuangan independen. Selain itu, dengan peregulasian, Risza menilai, keberadaan financial planner yang independen ke depan bisa semakin berkembang. Ujung-ujungnya, tingkat literasi masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan turut meningkat dan bisnis di seputar itu bisa semakin pesat. Regulasi penting karena profesi perencana keuangan independen sejatinya merupakan profesi yang dibatasi oleh kode etik. Kode etik itu terutama untuk menjaga sisi independensi yang menjadi nilai jual profesi tersebut. Risza berujar, di mancanegara di mana profesi financial planner sudah jauh lebih berkembang, Certified Financial Planner (CFP) menempati kasta tertinggi di industri keuangan. "Jadi, dibandingkan agen asuransi, agen produk bank, CFP itu paling tinggi dan paling disegani karena kompetensinya paling lengkap dan yang bikin mahal adalah independensinya itu," tandas dia.
Seperti sudah diberitakan KONTAN sebelumnya, mengemuka kasus dugaan tawaran investasi bodong yang menyeret nama QM Financial, perusahaan financial planner yang dimiliki oleh Ligwina Hananto. Seorang investor bernama Hery Mada Indra Paska yang berdomisili di Dumai, Riau, mengaku tertipu investasi bodong yang ditawarkan oleh CV Panen Mas atas rekomendasi QM Financial. Hery mengaku sebagai klien QM Financial. Hery mengadukan masalahnya itu melalui rubrik pembaca di Harian Kompas.
Sebelum kasus Hery meledak, sempat muncul kontroversi program "Titip Doa" yang dibesut oleh Ahmad Gozali, perencana keuangan ZELTS Consulting, Januari lalu. Program titip doa itu menawarkan kepada masyarakat yang ingin menitip doa ke Tanah Suci Mekkah dengan biaya titip Rp 100.000 per doa. Kontan, tawaran itu mendapat reaksi keras dari masyarakat, terutama di social media. Program titip doa dinilai tidak etis dan kental dengan nuansa komersialisasi kegiatan ruhani.
Terakhir, kasus menghilangnya seorang financial planner dari QM Financial bernama Alemantis akhir pekan lalu, yang juga memicu berbagai spekulasi terutama di tengah para pengguna media sosial. Maklum, menghilangnya Alemantis berbarengan dengan kemunculan kasus aduan investasi bodong yang dilontarkan oleh Hery. "Jadi, dalam rentang waktu singkat ini, sudah ada tiga kasus menyangkut financial planner," kata Risza.
Risza tidak khawatir, peregulasian financial planner akan membikin gerak perencana keuangan menjadi terbatas. "Justru dengan regulasi yang jelas, bisnis ini bisa semakin berkembang ke depan nanti," harap dia. Editor: Ruisa Khoiriyah
OJK Minta Investor yang Kena Tipu Investasi Ayam Super Lapor Polisi Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance Selasa, 18/02/2014 11:07 WIB
Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan kepada masyarakat yang merasa tertipu investasi di perusahaan agrobisnis CV Panen Mas segera lapor polisi.
Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Sardjito, lapor ke pihak kepolisian merupakan langkah paling tepat menanggapi kasus penipuan ini.
"Kami menganjurkan segera lapor polisi," kata dia kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (18/2/2014). Menurutnya, CV Panen Mas ini bukan masuk kategori perusahaan investasi atau yang bergerak dalam kaitannya dengan pasar modal, perbankan, atau Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang memang menjadi pengawasan Satgas Investasi OJK. "Ini wilayah bisnisnya perkebunan bukan jual beli saham, bukan perbankan, bukan IKNB jadi bukan wilayah kami, jadi ini kayak penipuan biasa saja misalnya orang beli apartemen terus ketipu ya jadi lapor polisi seharusnya," cetusnya. Kasus CV Panen Mas ini muncul, setelah salah satu korban yakni bernama Hery mengadukan ketidakberesan investasi agrobisnis. Hery awalnya direkomendasikan untuk berinvestasi di CV Panen Mas oleh salah satu marketing financial planner PT Quantum Magna. Ia ikut paket investasi singkong, ayam super dan ayam puyuh ke CV Panen Mas. Namun apesnya Hery, sang pemilik Panen Mas yang bernama Ari Pratomo kabur membawa uang para nasabah termasuk Hery. Hery mengaku rugi sampai ratusan juta dalam investasi tersebut. (drk/dru) Ligwina: Kami tak ada produk, klien minta carikan Oleh Asnil Bambani Amri, Djumyati Partawidjaja - Senin, 17 Februari 2014 | 00:58 WIB
JAKARTA. Perencana keuangan dari PT Quantum Magna, Ligwina Hananto membantah punya produk investasi yang ditawarkan kepada klien. Sebagai perencana keuangan, Ligwina mengaku hanya melakukan diskusi terkait perencanaan keuangan yang tak wajib dilaksanakan oleh klien.
“Rencana keuangan itu dibuat berdasarkan diskusi dengan klien. Klien tidak wajib menjalankannya. Bisa menolak juga,” kata Ligwina dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Minggu malam (16/2). Pernyataan Ligwina ini membantah keterangan dari nara sumber sebelumnya yang disampaikan di dalam berita Sepenggal Cerita Sebelum Titis Menghilang. Persoalan ini bermula ketika Harian Umum Kompas memuat salah satu surat pembaca dari seorang bernama Hery, yang beralamatkan di Jalan Mustang B2, Sukajadi, Bandung pada Sabtu (15/2) yang kemudian diberitakan KONTAN.
Dalam surat pembaca itu, Hery menceritakan tentang dirinya yang merugi ratusan juta rupiah saat berinvestasi di CV Panen Mas, yang bergerak di agrobisnis ayam super, puyuh dan singkong. Mengacu surat pembaca yang tertuang di halaman 7 itu, Hery bercerita, investasi yang ditempuhnya itu adalah tawaran dari financial planner, PT Quantum Magna, tempat Alemantis Syahludin alias Titis bersama Ligwina Hananto bekerja.
Masih mengacu surat itu, Hery menjelaskan, dalam tiga bulan pertama, modal investasi pertamanya sudah kembali. Namun, tiga bulan selanjutnya, Hery mengaku modalnya sudah tidak kembali alias raib. Hery mengaku merugi ratusan juta rupiah.
"Diperkirakan cukup banyak yang mengalami hal seperti saya; menjadi klien PT Quantum Magna dan tertipu oleh CV Panen Mas," jelas Hery dalam penutup salam pembacanya. Menjawab hal itu, Ligwina menjelaskan, kliennya yang menulis di surat pembaca itu terbilang sangat agresif sedari awal. “Ada emailnya request apa saja, minta planner yang agresif menawarkan macam-macam bisnis,” kata Ligwina. Selain itu, Ligwina membantah menawarkan CV Panen Mas kepada Hery. “Dia contact sendiri ke Panen Mas,” kata Ligwina. Bahkan, perencana keuangan yang banyak mengisi beragam acara di media massa itu bilang, pihaknya mempersiapkan solusi perlindungan kepada klien tersebut.
“Yang paling penting buat saya melindungi klien. Dan itu sudah dilakukan. Dia (Hery) sekarang ngotot secara hukum, saya enggak mengerti info hukumnya,” jelas Ligwina. Sebelumnya, Ligwina bilang sudah mempersiapkan program pengganti untuk Hery agar uangnya bisa tergantikan.
Entah ada kaitan atau tidak dengan surat pembaca tersebut, pada Sabtu sore (15/2), Alemantis Syahludin yang akrab disapa Titis yang juga financial planner di QM diketahui hilang. Pihak keluarga sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Apakah ada hubungan hilangnya Titis dengan informasi yang ditulis Hery di salam pembaca Kompas? Ligwina Hananto, memastikan hal tersebut tidak ada kaitan. “Gak ada hubungan kok, orangnya lain,” terang Ligwina dalam pesan singkat. Ligwina mengakui, klien tersebut dipersiapkan program perlindungan. “Dia (Hery) sudah setuju. Jadi dari pihak kami, kasus sudah ada penyelesaiannya. Itu jawaban resmi dari aku,” kata Ligwina. Klien QM prihatin Sementara itu, salah satu klien Titis yang dihubungi KONTAN mengaku prihatin mendengar kabar hilangnya Titis salah satu financial planner di QM. “Itu planner saya, kemarin sore saya masih BBM-an (BlackBerry Messenger)” kata sumber itu. Terlepas dari berita kehilangan tersebut, sumber KONTAN itu mengaku, dirinya sempat ditawari produk investasi Titis. Saat ditanya, apakah produk investasi itu sama dengan surat pembaca di Kompas, sumber itu masih meragukannya. “Aku curiganya si begitu,” terangnya.
Namun, sumber tersebut memutuskan tidak mengambil tawaran yang ditawarkan Titis. “Sepertinya semua planner menawarkan (produk investasi),” ungkapnya. Pernyataan ini juga dibantah oleh Ligwina. Ia bilang, pihaknya tak punya produk yang ditawarkan.
Editor: Asnil Bambani Amri Sabtu, 28/12/2013 12:36 WIB Kesaksian Para Kolonel TNI AD Korban Penipuan Rp 27 Miliar Andi Saputra - detikNews Jakarta - Meski Kolonel Frans Johny Salea mengelak jika dirinya dinilai sebagai penipu, tetapi pengadilan tetap memecatnya. Korban Kolonel Johny umumnya perwira menengah dan ada pula yang kini menjadi jenderal TNI. "Terdakwa beberapa kali datang ke rumah untuk mengajak menanamkan uang/investasi dengan menjanjikan akan memberikan keuntungan sebesar 5 persen. terdakwa menjamin uang tidak akan hilang dan menjanjikan akan memberi konpensasi mobil jenis sedan atau jeep," kata Kolonel Cpl Robby L Tulan. Hal ini tertuang dalam putusan Pengadilan Militer Utama yang dikutip detikcom dari website Mahkamah Agung (MA), Sabtu (28/12/2013). Atas tawaran itu, Kolonel Robby lalu menyerahkan uang kepada Kolonel Johny sebesar Rp 100 juta. Disusul pada 11 Juni 2004 sebesar Rp 1,35 miliar dan setoran ketiga pada 24 September 2004 sebesar Rp 1 miliar. Adapun setoran ketiga pada 24 Desember 2004 sebesar Rp 250 juta. "Saksi pernah menerima keuntungan sebesar 5 persen dari terdakwa," ujar Kolonel Robby. Saksi yang kedua yaitu Kolonel Inf Sudrajat AS yang menginvestasikan Rp 300 juta. Kolonel Johny menjanjikan Kolonel Johny mendapat keuntungan 5 persen dari dana yang diinvestasikan. "Terdakwa menjamin (investasi) secara legal yang disampaikan berulang-ulang," kata Kolonel Sudrajat dalam kesaksiannya. Adapun Kolonel Agus Suharyano (kini Mayjen) dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 4 persen dari investasi yang disetor. Lantas Kolonel Agus merogoh kocek sebesar Rp 600 juta. "Saksi tidak pernah mendapat fee 4 persen. Ternyata uang saksi oleh terdakwa digunakan untuk membayar fee kepada investor lain," ucap Kolonolen Agus. Adapun Letkol Agus Purnama ditawari keuntungan 5 persen dan bantuan mobil baru. Letkol Agus pun tergerak dan mengingvestasikan Rp 400 juta. Atas kesaksian dan bukti-bukti di atas, pengadilan menilai Kolonel Johny nyata dan terbukti melakukan perbuatan penipuan dan penggelapan. Kolonel Johny menipu puluhan korban pada 2004-2005 dengan total uang yang ditilep sebesar Rp 27 miliar. "Perbuatan terdakwa diawali dengan janji-janji kepada saksi sehingga saksi menjadi percaya dan tergerak untuk menyerahkan uangnya. Dalam kenyatannya, fee yang dijanjikan kepada para saksi tidak sesuai dengan janji. Terdakwa dalam menarik dana investasi tidak berada dalam lingkup hukum perdata melainkan berada dalam lingkup hukum pidana yakni pasal 378 KUHP tentang Penipuan," putus majelis hakim tingkat banding yang terdiri dari Laksamana Muda TNI Henry Willem SIp MH, Mayjen Drs Burhan Dahlan SH MH dan Marsekal Pertama Pudi Astoto SH pada 19 November 2010. Atas vonis itu, Kolonel Johny lalu mengajukan kasasi, tetapi MA lagi-lagi bergeming. "Menolak permohonan kasasi Frans Johny Salea," putus majelis kasasi yang terdiri dari Mayjen (Purn) Timur Manurung, Andi Abu Ayyub dan Hakim Nyak Pha pada 16 Mei 2013.
Pemilik Raihan Jewellery hanya dituntut satu tahun
Oleh Tedy Gumilar - Senin, 23 September 2013 | 17:47 WIB
kontan Muhammad Azhari, pemilik sekaligus direktur CV Raihan Jewellery menghadapi sidang tuntutan jaksa hari ini, Senin (23/9) di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum Djuhariah dan Nugroho Priyo Susetyo menuntut Azhari dengan pidana penjara satu tahun penjara. Pria asal Aceh itu dikenai pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penipuan. Tuntutan jaksa ini jauh lebih ringan ketimbang hukuman maksimal yang bisa dikenakan oleh pasal tersebut. Sejatinya jaksa bisa menggunakan Pasal 378 untuk mengganjar Azhari dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.
Terang saja hal ini membuat para korban penipuan Raihan Jewellery makin meradang dan kecewa. Apalagi mereka sudah merasa ada keberpihakan hakim dan jaksa kepada Azhari sejak kasus ini mulai disidangkan 13 Agustus 2013 silam. Pada saat sidang pemeriksaan saksi korban, pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan hakim lebih banyak memojokkan posisi para korban. "Saya yakin 99,99% hakim akan memutuskan terdakwa bebas. Alasannya, hakim bukannya sebagai hakim tapi sebagai pembela terdakwa," kata salah seorang korban, Rudi kepada KONTAN, Senin (23/9).
Bahkan sikap hakim yang dinilai tampak membela Azhari, ini membuat korban penipuan tersebut melapor ke Komisi Yudisial (KY). Laniwati, perwakilan korban penipuan Azhari telah mendatangi KY pada Senin (9/9). Mereka meminta supaya KY memantau jalannya persidangan kasus tersebut. Namun sayangnya, hingga saat ini komisi tersebut belum menurunkan tim untuk mengawasi jalannya persidangan. Padahal, KY menjadi tumpuan harapan para korban untuk mendapatkan rasa keadilan.

Beli 80 Gram Emas di GBI, Ibu Rumah Tangga Ini Rugi Rp 215 Juta Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance Senin, 02/09/2013 17:09 WIB
Jakarta - Nasib malang mendera Elva Tazar. Berniat meraup untung dari investasi emas, ibu rumah tangga asal Surabaya ini justru malah buntung.
Elva mengaku tertipu perusahaan investasi asal Malaysia, PT Gold Bullion Indonesia (GBI) sejumlah Rp 215 juta atas investasi gadai emasnya.
"Awalnya saya beli 65 gram emas, habis itu 70 gram, habis itu 80 gram, totalnya sekitar Rp 215 juta. Tiga bulan pertama saya masih dapat keuntungan investasi. Pertama berhasil jadi ikut lagi, nah setelah itu ternyata sampai sekarang belum juga dibayar. Saya akan kejar terus untuk pertahankan anak-anak saya," kata Elva kepada detikFinance, di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2013).
CATATAN: harga segram emas sekira Rp 1/2 juta

Dia mengatakan, keputusannya menaruh investasi emas di GBI karena tergoda sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, iming-iming yang tinggi juga menambah ketertarikan Elva untuk masuk ke investasi gadai emas. "Saya tergoda, semua nasabah juga tergoda karena sertifikat halal MUI karena kita percaya MUI daripada pemerintah. Ternyata saya sangat kecewa, saya justru ditipu," akunya. Untuk menuntut hak-haknya bisa memperoleh kembali hasil investasi emasnya, Elva rela datang dari Surabaya. "Saya bela-belain datang ke sini sendiri dari Surabaya. Tiket pesawat habis Rp 3,5 juta untuk pulang pergi (PP)," ujarnya. Dia meminta, pemerintah melalui DPR bisa berpihak pada nasibnya untuk membantu menjembatani para nasabah dengan GBI agar uangnya dikembalikan. Menurutnya, pemerintah jangan mau dilecehkan oleh Malaysia yang terus-terusan 'menindas' warga Indonesia salah satunya melalui penipuan investasi emas.
"Minta dikembalikan donk uang kami. Pemerintah, DPR jangan mau ditipu orang Malaysia itu. Malu dong. Pemerintah bersatu dong. MUI jangan terlalu gampang deh ngeluarin sertifikat halal, ini menyesatkan," kata Elva.
Perlu diketahui, Nasabah PT Gold Bullion Indonesia (GBI) terus meminta perlindungan hukum kepada semua otoritas terkait untuk bisa membantu menyelesaikan masalah penipuan investasi emas.
GBI belum bisa mengembalikan dana yang jumlahnya hingga Rp 1,2 triliun atas 2.500 nasabah GBI yang telah menyuntikkan dana melalui investasi gadai emas.
(drk/dru)

Reksadana bermasalah, Mega Asset salahkan oknum

kontan


JAKARTA. Masalah penjualan dua reksadana milik PT Mega Asset Management (MAM) yang dianggap janggal dan telah masuk pemeriksaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus bergulir.
Setelah melakukan investigasi internal, manajemen MAM mengaku ada satu oknum pemasaran yang memang menawarkan reksadana dengan return tetap melalui selebaran.
Yimmy Lesmana, Direktur PT Mega Asset Management, mengatakan, manajemen telah melakukan pemeriksaan terhadap tenaga pemasaran tersebut dan sudah memberhentikan yang bersangkutan. "Isi selebaran penawaran itu tidak sesuai dengan standar operasional yang diberlakukan MAM karena hanya ditandatangani oleh oknum tenaga pemasar itu," kata dia.
Kepala Biro Kepatuhan Biro Pengelolaan Investasi Bapepam LK, Sujanto, mengatakan, Bapepam telah memberi surat secara tertulis kepada manajemen MAM pada 25 Oktober 2012. MAM diminta untuk memperbaiki empat poin pokok, yakni melakukan review di sektor pemasaran dan rekruitment tenaga pemasaran.
Bapepam beri waktu
Dua poin terakhir adalah standar operasional dan prosedur (SOP) dalam pemasaran, serta mekanisme pengawasan pegawai atau pihak lain yang bekerjasama dengan Mega Asset Management.
Bapepam LK memberikan tenggat waktu hingga 5 November bagi MAM untuk melakukan perbaikan. "Nanti Bapepam akan memeriksa laporan itu. Jika ada pelanggaran kami akan melakukan tindak lanjut," ujar Sujanto.
Ferra, Direktur Mega Asset Management, mengaku, total dana kelolaan dua reksadana yang diluncurkan sekitar Februari 2012 itu sekitar Rp 500 miliar. Sebelumnya, Bapepam-LK memanggil manajemen MAM untuk kejanggalan struktur tiga reksadana terbitan unit usaha CT Corp itu yang menawarkan return tetap. Ini melanggar aturan pasar modal No.V.G.I.
Dua produk yang dimaksud adalah Mega Asset Mantap dan Mega Asset Mixed. Satu produk lagi namun sudah tidak lagi dipasarkan karena penjualan unit penyertaan sudah mencapai target.
Mega Asset Mantap bertenor tiga bulan dengan return 7,5% per tahun dan Mega Asset Mixed bertenor enam bulan ditawarkan dengan return 8,5% per tahun.
Sutito, Ahli Hukum Pasar Modal, menduga, masalah ini muncul lantaran target yang harus dipenuhi tenaga pemasar terlampau berat. "Yang harus dilakukan MAM selanjutnya, mengembalikan produk sesuai dengan peraturan yang benar," ujar Sutito.

REKSADANA

Ini dua produk Mega Asset Management yang diawasi


kontan



JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memanggil PT Mega Asset Management. Pemanggilan ini terkait produk reksadana yang menjanjikan imbal hasil (return) tetap.

KONTAN memperoleh dokumen mengenai penawaran yang menjanjikan penawaran tetap layaknya deposito itu. Ada dua produk yang ditawarkan oleh tenaga pemasar dari Mega Asset Management. Masing-masing dengan nilai investasi paling sedikit senilai Rp 100 juta.

Pertama, produk Mega Asset Mantap yang merupakan reksadana pendapatan tetap. Produk ini ditawarkan dengan tenor tiga bulan dan imbal hasil tetap 7,5% per tahun. Kedua, Mega Asset Mixed yang sejatinya merupakan produk reksadana campuran.
Produk ini ditawarkan dengan tenor 6 bulan plus imbal hasil tetap sebesar 8,5% per tahun. “Lumayanlah, lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito,” ujar tenaga pemasar tersebut.

Dia menambahkan, sebenarnya ada satu produk lagi yang menjanjikan imbal hasil 9,5% dengan jangka waktu investasi 12 bulan. Produk ini merupakan reksadana saham. Produk ini tidak lagi ditawarkan lantaran total penjualan unit penyertaannya sudah mencapai target maksimal sesuai dengan isi prospektus yang telah disetujui oleh Bapepam-LK.

Tenaga pemasar tersebut menjelaskan, investor akan mendapatkan dua macam perjanjian. Yang pertama adalah kontrak yang biasa diperoleh oleh umumnya investor reksadana. Yang kedua adalah perjanjian antara investor dengan Mega Asset Management mengenai return tetap tersebut berikut tenornya. “Semacam sertifikat deposito,” ujarnya.

Jadi, saban bulan investor tetap akan menerima laporan mengenai naik dan turun nilai aktiva bersih per unit penyertaan mereka berikut pergerakan total nilai investasi mereka layaknya investor reksadana pada umumnya. Laporan ini berasal dari bank kustodian dari produk-produk reksadana itu.

Namun, investor tidak perlu mengacuhkan laporan tersebut. Sebab, Mega Asset Management telah menjanjikan return pasti atas produk reksadana tadi. Itu artinya, bila nilai investasi naik di atas return yang dijanjikan, manajer investasi yang berhak atas kelebihan itu. Sebaliknya, ketika nilai investasi turun di bawah return yang dijanjikan, manajer investasi wajib menutup kerugian ini.

Asal tahu saja, baik Mega Asset Mantap maupun Mega Asset Mixed merupakan dua produk yang resmi mendapatkan izin penerbitan dari Bapepam-LK. Keduanya memakai Bank Mandiri sebagai bank kustodian.

Ketika dikonfirmasi, manajemen Mega Asset Management mengaku tidak tahu-menahu mengenai pemasaran produk dengan iming-iming return tetap tersebut. “Saya tidak tahu. Ini akan saya investigasi,” kilah Yimmy Lesmana, Direktur Mega Asset Management.

Bantahan serupa pun dilontarkan oleh Manuel Manahan, Head of Investment Mega Management. “Garansi sulit dilakukan karena kondisi pasar yang sulit ditebak. Tidak ada yang tahu kapan pasar turun drastis, seperti Juli lalu,” kata Manuel.
Kepala Biro Kepatuhan Biro Pengelolan Investasi Bapepam-LK Sujanto mengatakan, penawaran fixed return tidak diperbolehkan karena melanggar aturan pasar modal No. V.G.1.  “Kami tetap akan memonitor, tidak hanya menunggu investasi dari pihak Mega Asset Management,” cetus Sujanto.
Sayang, Sujanto tidak menyebutkan batas waktu yang jelas mengenai tenggat laporan kasus ini. “Rencana pemanggilan berikutnya lihat nanti. Kita akan lihat perkembangan hasil investigasi mereka,” katanya.

inves 1 Juta per bulan @BNP Paribas Ekuitas dalam 5 taon: 191012(lanjutan 06)... s/d 20 Apr 2014

per tgl 20 Maret 2014, inves 1 juta per bulan (mulai lage setelah tiarap 15 bulan) @bnp paribas ekuitas sejak sekira 7 taon yang lalu : per tgl 04 Maret 201empat, inves 1 juta per bulan @bnp paribas ekuitas sejak nyaris 7 taon yang lalu memberikan potential gain% sbb: per tgl 04 November 2013, inves 1 juta per bulan @BNP Paribas Ekuitas sejak 2007 s/d 5+ tahun kemudian:


per tgl 03 Mei 2013, dollar cost averaging @BNP Paribas Ekuitas maseh bisa memberikan +20% sejak awal 2011... :)


per tgl 10 April 2013 (ini inves yang mulai 2 taon yang lalu seh @JANUARI 2011):


per tgl 04 Maret 2013:

per tgl 04 Februari 2013:
per tgl 23/01/2013:

per tgl 04/01/2013:
per tgl 28/12/2012:


per tgl 07/12/12:
pra tgl 07/12/12
per tgl 02 Oktober 2013, imbal hasil 5+ taon @ BNP Paribas Ekuitas dengan inves 1 juta per bulan (kecuali setelah Oktober 2012) ternyata TETAP POSITIF n melampaui rerata suku bunga deposito per taon : 
per tgl 24 Januari 201empat, inves 1 Jt per bulan @ BNP PARIBAS EKUITAS sbb: 
per tgl 24 Januari 2014, inves 1 juta per bulan @bnp paribas ekuitas selama 5 taon berlanjut sbb: 



Senin, 07 April 2014

inves 1 Jt per bulan @Schroder Dana Istimewa April 2011 s/d April 2014

per 04/04/2013, inves 1 juta per bulan sejak 2011, potential gain% maseh positif n tetap naek seh:

per AKHIR MARET 2014 (akhir kuartal 1 2014):

JOKOW1 EFFECT @  14 Maret 2014:
biar gimana, jika disimak baik-baik, dari tabel2 tersebut tampak bahwa INVES JANGKA PANJANG LEBE BAGUS daripada inves jangka pendek, itu lah CIRI UTAMA INVES REKSA DANA SAHAM, bukan cuma ogut yang alami, ya, semua penginves reksa dana saham, khususnya dalam contoh ini, schroder dana istimewa (bandingkan TREN NAB dari 2011, 2013, n 2014, maka berurutan potential gain% nya : + 35%, 21%, n 19%), sederhana :)

RIP: Jojon per tgl 06 Maret 201empat, inves 1 juta @SDI maseh kinclong lah :) hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh Cara Investasi di Reksa Dana Selasa, 08 Oktober 2013 02:00 wib - BAGAIMANA cara investasi di reksa dana? apakah harus menanamkan modal sekali jalan atau bisa diangsur tiap bulan. Adi SW Jawaban: Hai Adi, cara berinvestasi reksa dana cukup mudah. Betul,
nasabah diberikan pilihan bisa investasi sekaligus ataupun bisa diangsur tiap bulan
. Untuk investasi sekaligus bisa pada hari itu juga, sedangkan untuk model angsuran, nasabah dapat memilih setiap tanggal berapa setiap bulan dana dipotong dari rekening. Adi bisa memilih Rp500.000 untuk tanggal 1 tiap bulan misalnya. Adi juga menentukan berapa lama jangka waktunya, misalnya dana dipotong setiap bulan selama 12 bulan.
Untuk masuk reksa dana, kita dapat mengunjungi cabang bank terdekat yang telah menjadi agen penjual reksadana tersebut, bisa ditanyakan langsung lewat bank tersebut atau ditanyakan lewat manager investasi reksadana tersebut yang biasanya diumumkan lewat websitenya
. Selamat berinvestasi.

per 1 Februari 2013: 

jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

 

November, reksadana saham minus 0,62%


JAKARTA. Kinerja reksadana saham sepanjang November 2012 melempem. Menilik data PT Infovesta Utama, rata-rata return reksadana saham atau Indeks Reksadana Saham (IRDSH) di November 2012 minus 0,62%. Kondisi ini mengikuti performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga minus 1,7%.
Jika menghitungnya sejak awal tahun sampai November  2012 atau year-to-date (ytd) return reksadana saham sebesar 9,35%. Angka ini turun ketimbang return sampai Oktober yang sebesar 10,04%. Kinerja reksadana saham itu juga masih di bawah return IHSG yang sebesar 11,88% ytd.
Kinerja sejumlah reksadana saham berbasis komoditas terlihat mengecewakan. Sebut saja, Danareksa Mawar Komoditas 10 milik PT Danareksa Investment Management (DIM). Return reksadana ini -8,46%. Demikian juga dengan Mandiri Komoditas Syariah Plus yang mencetak return  minus 8,03%.
Edbert Suryajaya, analis Infovesta Utama mengatakan, kinerja reksadana saham yang suram di November dipicu oleh sentimen negatif jurang fiskal (fiscal cliff) di Amerika Serikat (AS). Ini membuat harga saham berguguran.
Bangkit tahun depan
Saham-saham berkapitalisasi besar terkoreksi. Padahal, "Saham-saham ini menjadi pegangan reksadana saham," kata Edbert, Selasa (4/12).
Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Zulfa Hendri, mengatakan, kinerja Danareksa Komoditas Mawar 10 jeblok karena kinerja emiten berbasis komoditas yang menurun. Sehingga return yang diberikan juga ikut minus.
Produk ini menempatkan sekitar 42,58% dari total portfolio pada saham sektor pertambangan. Sisanya antara lain ditempatkan pada saham-saham di sektor agrikultur, properti dan industri dasar.
Sementara, return reksadana Panin Dana Syariah Saham milik PT Panin Asset Management November juga kurang memuaskan. Return reksadana yang baru diluncurkan Juli 2012 ini minus 0,06%. "Tapi saya optimistis di kuartal-I 2013 nanti, kinerja reksadana ini akan bagus," ujar Ridwan Soetedja, Direktur PT Panin Asset Management.
Optimisme itu dilihat dari sejumlah manajer investasi (MI) yang tetap akan meluncurkan reksadana anyar di tahun depan. Direktur Batavia Prosperindo, Yulius Manto, menuturkan, Batavia akan menerbitkan satu reksadana saham di tahun depan. "Produk baru ini diharapkan bisa meraih dana kelolaan Rp 500 miliar dengan return di atas 15% per tahun," kata dia.
Direktur MNC Asset Management, Suwito Haryatno, menimpali, pihaknya juga akan meluncurkan produk baru. MNC akan menempatkan underlying asset di sektor konsumer, infrastruktur, dan konstruksi.
Edbert optimistis, kinerja reksadana saham pada akhir 2012  akan positif akibat window dressing. Berdasarkan data historis selama 10 tahun terakhir, window dressing akan menopang kinerja reksadana di akhir tahun. Ia memproyeksikan imbal hasil reksadana saham per Desember 2012 bisa bergerak positif ke kisaran 1,5%-2%. Sementara return sepanjang Desember 2012 diprediksi  bisa mencapai 10%-12% ytd.
per tgl 04 Januari 2013:
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh per tgl 4 Maret 2013, dollar cost averaging strategy @Schroder Dana Istimewa:
NILAI ASET TOTAL per tgl 15 Maret 2013 @SDI:
jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
per tgl 11 April 2013, skenario INVES 1 JUTA @schroder dana istimewa, maseh LUMAYAN lah, bwat YG BERSAKU CEKAK ... :)
ekh, bwat yang MO SEKALI TARUH (kayak taruh taruhan di atas meja rolet aja ... :P) juga lumayan GEDE tuh ... :)
kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
per tgl 03 Mei 2013 uda di atas +20% seh dalam 2 taon +:

per tgl 04 Juni 2013, inves 1 juta perak per bulan @SDI memberi potential gain % @ +27% :
per tgl 02 Agustus 2013, neh saat pembalikan arah positif lage : 
per tgl 04 September 2013: 
per tgl 02 Oktober 2013, tetap memberi potential gain % positif lage neh : 
per tgl 04 November 2013: 
per tgl 27 Desember 2013: 
per tgl 24 Januari 201empat: