gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Minggu, 25 Januari 2015

jangka PANJANG itu MUTLAK di reksa dana... itu yang gw lakukan sejak 13 tahun yg lalu...

belajar MEMAHAMI FLDTT lage neh :), + bukti2nya

per tgl 23 Januari 2015, tren NILAI AKTIVA BERSIH reksa dana saham gw sbb (TERTUA):


Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja sering dijadikan kriteria utama dalam proses pengambilan keputusan investasi di reksa dana. Kinerja reksa dana dalah pengembalian investasi yang tercermin dalam bentuk kenaikan nilai aktiva bersih reksa dana. Lalu, bagaimana cara mengevaluasi kinerja historis reksa dana? Seperti dikutip dari laman PT Eastspring Investments Indonesia, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja reksa dana.
 Pertama, lihat kinerja periodiknya dan bandingkan dengan tolak ukurnya atau rata-rata industri. Adapun informasi historis kinerja periodik reksa dana biasanya dipublikasikan dalam laporan kinerja bulanan reksa dana atau biasa yang disebut fund factsheet.
 Kedua, lihat kinerja periodiknya dan bandingkan dengan kinerja reksa dana sejenis di pasar. Yang dimaksud dengan reksa dana sejenis adalah reksa dana yang memiliki karakteristik serupa dengan reksa dana yang dievaluasi.
 Ketiga, perhatikan parameter pengukuran kinerja terkait risiko. Semakin tinggi investasi, semakin tinggi pula risiko yang harus diterima. Akan lebih baik jika suatu portofolio investasi menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dengan tidak menambah terlalu banyak risiko.
 Keempat, perhatikan konsistensi kinerja reksa dana. Apakah terdapat konsistensi dari kinerja reksa dana dalam waktu tertentu. Volatilitas yang tinggi dari kinerja reksa dana mungkin menunjukkan pengelolaan yang kurang menerapkan manajemen risiko yang baik sehingga investasii menjadi terlalu berisiko.
 Kelima, pertimbangkan jumlah dana kelolaan reksa dana. Reksa dana dengan dana kelolaan lebih besar mungkin memberikan likuiditas yang tinggi. Namun demikian, sering terjadi reksa dana dengan dana kelolaan yang sudah terlalu besar akan sulit memberikan peringkat pengembalian yang optimal dikarenakan portofolionya yang terlalu besar sehingga tidak fleksibel dalam manuver pengelolaan portofolio.
 Keenam, rating reksa dana. Ada beberapa lembaga yang mengeluarkan rating reksa dana sehingga bisa saja digunakan sebagai acuan. Editor : Sepudin Zuhri BACA soal IHSG hari ini
ELLEN MAY v MASTERMIND, ASIA CHART, dkk v. gw yg cuma trader/investor saham
per tgl 29 Desember 2014, tren potential gain% RD Saham yang gw inves sbb (banget):

... coba simak temuan teoritis gw @ tren imbal hasil RD :

per tgl 19 September 2014, nyaris + 1700% sejak awal gw inves RD Saham neh:

per tgl 22 Agustus 2014, + 4000% bisa terjadi pada saham di BEI setelah diinves sejak KRISIS RAKSASA GLOBAL 2008, neh infonya : investor LKH memiliki kejelian memilih saham2 yang berimbalhasil GEDE neh

per tgl 13 Juni 2014, investasi reksa dana saham n saham maseh menguntungkan, termasuk BNP PARIBAS INFRASTRUKTUR PLUS ya:


per tgl 31 Maret 2014, investasi maseh menguntungkan, termasuk Schroder dana istimewa lho : ... dalam JANGKA PANJANG, RUPIAH n CADANGAN DEVISA ($)AMBROL PUN, ekh, malah, IHSG-HARGA SAHAM BBRI - NILAI AKTIVA BERSIH SCHRODER DANA ISTIMEWA naek bo :) ... secara sederhana: rupiah ambrol memicu PENGUATAN EKSPOR kita, sehingga keseimbangan antara ekspor n impor (secara relatif) pada GDP / produk domestik bruto kita akan tetap terjaga, malah ekspor kita maseh menguat secara NILAI ASET (volume mungkin terkoreksi)... cadangan devisa AMBROL dipicu oleh IMPOR TERUTAMA BBM yang NAEK baek secara NILAI ASET mau pun VOLUME ... namun dalam KONDISI TERTEKAN PUN IHSG-BBRI-SDI sukses berjaya dalam JANGKA PANJANG (2010-2014) ... :)
dalam JANGKA PANJANG, RUPIAH n CADANGAN DEVISA ($)AMBROL PUN, ekh, malah, IHSG-HARGA SAHAM BBRI - NILAI AKTIVA BERSIH SCHRODER DANA ISTIMEWA naek bo :) ... secara sederhana: rupiah ambrol memicu PENGUATAN EKSPOR kita, sehingga keseimbangan antara ekspor n impor (secara relatif) pada GDP / produk domestik bruto kita akan tetap terjaga, malah ekspor kita maseh menguat secara NILAI ASET (volume mungkin terkoreksi)... cadangan devisa AMBROL dipicu oleh IMPOR TERUTAMA BBM yang NAEK baek secara NILAI ASET mau pun VOLUME ... namun dalam KONDISI TERTEKAN PUN IHSG-BBRI-SDI sukses berjaya dalam JANGKA PANJANG (2010-2014)
warren buffett inves sejak 1959, LO KHENG HONG inves sejak 17 taon yang lalu, gw (he3) sejak Desember 2002 ... seh

Dana Kelolaan Sucorinvest Central Gani Tembus Rp 3,5 triliun

Kamis, 5 September 2013 08:55 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Perusahaan sekuritas, PT Sucorinvest Central Gani mencapai Rp 3,5 triliun sepanjang semester I 2013. Angka tersebut diketahui naik 40 persen dibandingkan dana kelolaan periode yang pada 2012 sebesar Rp 2,5 triliun.
"Ketika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok, dana kelolaan Sucorinvest justru naik karena banyak nasabah yang melakukan top up dalam produk reksa dana," kata Donny Nuriawan, Direktur Investasi Sucorinvest, kemarin.
Menurut Donny, kenaikan itu berasal dari nasabah lama yang hendak melakukan top up. Jumlahnya bervariasi dari ritel dan institusi. "Namun porsi ritel hanya mencapai 30 persen, sedangkan sisanya mencapai 70 persen itu dari institusi," katanya.
Untuk porsi dari reksa dana, masih didominasi oleh reksadana campuran. Sisanya dikontribusikan oleh reksadana saham dan obligasi. "Campuran itu 50 persen, saham 35 persen, obligasi 15 persen," katanya.
Sampai saat ini jumlah pemegang reksa dana di Sucorinvest mencapai 700 investor dan diprediksi akan terus naik hingga akhir tahun. Diharapkan minat investor akan naik seiring dengan sosialisasi yang dilakukan perusahaan. "Hingga akhir tahun kami targetkan bisa menembus 1.500," katanya.
Untuk return reksa dana yang paling tinggi adalah obligasi dengan 9-10 persen.  Reksa dana saham diharapkan bisa tumbuh 5-10 persen dengan estimasi tumbuh 2-3 persen di atas pergerakan IHSG sampai dengan akhir tahun ini.

saat KRISIS NEGARA BERKEMBANG 2013, reksa dana pendapatan tetap terimbas juga, dalam jangka panjang ternyata maseh bagus seh : 

Reksadana saham masih menjanjikan




JAKARTA. Investasi di pasar saham maupun reksadana berjenis saham masih memberikan potensi keuntungan tertinggi bagi investor. Setidaknya selama kurun waktu 24 tahun terakhir sejak 1989.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto. Dia bilang, pada 1989 sampai sebelum krisis tahun 2008, terekam bahwa secara siklus, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpola naik turun. Misal, selama dua tahun performa IHSG menguat, tetapi satu tahun berikutnya terkoreksi dengan pergerakan secara keseluruhan menguat.

Namun pasca krisis 2008, pola pergerakan IHSG sendiri mengalami perubahan pola, di mana selama lima tahun terakhir performanya terus menguat. Hal ini memberikan dampak terhadap imbal hasil investor yang berinvestasi di pasar saham dan produk turunannya tercatat positif.
Perubahan pola pergerakan itu, menurut Abiprayadi, karena Indonesia sudah menjadi negara tujuan investasi dari investor di negara lain. "Posisi arus modal investor asing yang cukup besar dalam lima tahun terakhir membuat harga-harga saham mengalami kenaikan. Kalau pun terkoreksi, tidak signifikan dan masih dalam tren menguat secara jangka panjang," ujar Abiprayadi di Gedung BEI, di Jakarta. 

Alhasil, investasi di pasar saham dan produk turunannya, khususnya reksa ana saham menjadi yang tertinggi dibandingkan produk investasi lainnya. Abi menyebutkan, jika dilakukan dengan horizon investasi jangka panjang, tingkat imbal hasil produk reksadana saham setiap tahunnya selama 17 tahun terakhir mampu menghasilkan keuntungan 25 kali lipat dari modalnya.

Abiprayadi tak asal bicara. Pasalnya, fakta itu berdasarkan pengalaman pribadinya yang telah berinvestasi di produk reksadana saham sejak tahun 1996 silam. Beda halnya jika dibandingkan dengan produk investasi reksa dana jenis lainnya, seperti reksadana dengan aset dasar obligasi.

Alasannya, meski tingkat imbal hasil produk reksadana beraset dasar surat utang lebih pasti didapatkan oleh investor. Namun, keuntungannya tergerus oleh kenaikan inflasi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada investor untuk berinvestasi di pasar saham maupun reksadana saham dalam beberapa tahun ke depan, khususnya dengan horizon investasi jangka panjang.

"Perlu diingat bagi investor bahwa sebelum memutuskan berinvestasi di pasar saham dan produk turunannya, sebaiknya investor lebih memperhatikan faktor fundamental dan teknikal dari setiap saham dan produk investasi yang akan dipilihnya," saran Abiprayadi.

Ini perilaku konsumen kelas menengah Indonesia


JAKARTA. Lembaga survei konsumen global, Nielsen, menyampaikan bahwa kelas menengah Indonesia yang mereka survei mempunyai kecenderungan menyimpan uang lebih banyak. Bahkan sebagian diantaranya sudah berinvestasi di pasar modal dan reksadana. Hal tersebut terlihat dari tiga pengeluaran terbesar mereka.

Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia menyampaikan berdasarkan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions kuartal II tahun 2013, tiga pengeluaran terbesar konsumen kelas menangah Indonesia adalah menabung, liburan, dan investasi.

Dia menjelaskan, konsumen Indonesia mengelola kehidupan keuangan secara berhati-hati yakni 71% konsumen yang disurvei menabung dana cadangan mereka. "Angka tersebut tertiginggi di dunia diikuti konsumen Hongkong dan Filipina masing-masing 70%," ujarnya. Angka tersebut juga di atas rata-rata global yang sebesar 47%.

Pengeluaran kedua tertinggi yakni untuk liburan. Dari hasil survei Nielsen 42% konsumen Indonesia mebelanjakan pengeluaran untuk liburan. Dalam hal ini, Indonesia berada di peringkat ketiga setelah Singapura 47% dan Malaysia 43%. Sementara, rata-rata konsumen secara global untuk pengeluaran liburan sebesar 33%.

Sedangkan pengeluaran ketiga konsumen kelas menengah Indonesia adalah berinvestasi di pasar modal dan reksa dana. Dalam survei tersebut 33% konsumen Indonesia berkata bahwa mereka menggunakan dana cadangan untuk berinvestasi di saham dan reksadana.

Sementara konsumen Indonesia hanya 30% dan konsumen Thailand dan Singapura masing-masing 24%. Dia bilang hal ini mengindikasikan bahwa konsumen Asia Tenggara memiliki perencanaan yang baik untuk masa depan.

Hasil survei ini, lanjutnya, menunjukkan tumbuhnya populasi kelas menengah Indonesia. "Belanja konsumen mencerminkan kekayaan baru mereka sementara pada saat yang sama keamanan finansial tetap jadi prioritas," jelasnya.

Sebagai informasi, survei Nielsen ini berasal dari 29.000 responden dengan akses internet di 58 negara. "Survei dilakukan secara random. Khusus Indonesia ada 500 orang yang di survei," ujar Catherine. Survei ini dilakukan pada periode 13-31 Mei 2013.
Jangka Waktu Investasi di Reksa Dana
Jangka waktu investasi di bank dan reksa dana berbeda. Jangka waktu di RD bisa panjang.
SENIN, 6 APRIL 2009, 15:20 WIB vivanews


-----------------------------------------------

JANGKA waktu investasi di perbankan dan reksa dana berbeda. Di perbankan, umumnya jangka waktu penempatan dana untuk jangka pendek.

Produk tabungan dapat ditarik kapan saja, sedangkan deposito berjangka waktu satu bulan hingga dua tahun. Biasanya, makin pendek jangka waktu investasinya, bunga yang akan diterima akan lebih rendah.

Sementara itu, dalam berinvestasi di reksa dana, Anda dapat mengatur jangka waktu investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi. Nasabah dapat berinvestasi mulai dari jangka pendek hingga panjang.

Meskipun secara umum, semakin panjang jangka waktu berinvestasi di reksa dana, semakin tinggi hasil investasinya. Namun, nasabah tetap terbuka kemungkinan untuk memperoleh hasil investasi yang tinggi dalam jangka pendek.

Terkait biaya, bank akan mengenakan biaya administrasi bulanan, khususnya pada produk tabungan. Namun, pada reksa dana, Anda akan menanggung biaya pembelian dan biaya penjualan kembali unit penyertaan sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam prospektus.

Lalu, bagaimana caranya Anda dapat menyiasati untuk memperoleh potensi imbal hasil semaksimal mungkin dengan berinvestasi di reksa dana?

Setiap reksa dana mempunyai kebijakan investasi untuk mengalokasikan dana di instrumen investasi tertentu. Dana yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi dalam sebuah portofolio diatur sedemikian rupa sehingga memberikan imbal hasil yang maksimal.

Pertama, tentukan tujuan investasi dan jangka waktu yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang sudah Anda rencanakan. Kemudian, kenali karakter investasi, khususnya tingkat risiko yang mampu Anda terima.

Selanjutnya, tentukan reksa dana mana yang paling tepat untuk kebutuhan investasi. Bila Anda termasuk konservatif, yaitu hanya mampu menerima risiko yang rendah dengan jangka waktu investasi yang pendek, yaitu 1-2 tahun, Anda cocok untuk berinvestasi di reksa dana pasar uang.

Namun, bila Anda tipe yang moderat dengan tingkat risiko yang sedang, Anda cocok berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap dengan jangka waktu menengah, yaitu 3-5 tahun.

Dan bila Anda adalah tipe agresif, memahami adanya risiko high risk high return, dan mempunyai jangka waktu investasi yang panjang, yaitu 5-10 tahun, berinvestasilah di reksa dana saham.

Anda sudah menabung. Berinvestasi di reksa dana adalah langkah tepat selanjutnya. Sudahkah Anda berinvestasi di reksa dana?

Andreas M Gunawidjaja dan Soca Lukitasari
PT Mandiri Manajemen Investasi
Corporate Strategic Partner CWMA

Berapa Lama Investasi Jangka Panjang di Pasar Saham

Senin, 15 Juli 2013 08:26 wib
Itulah yang kemudian memunculkan beberapa versi jangka waktu panjang dalam berinvestasi saham, yakni 1,3,5 sampai 10 tahun, dan seterusnya. Untuk melihat jangka waktu yang ideal berinvestasi di pasar saham, bisa dianalisa dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data menunjukkan, apabila berinvestasi di saham sejak tahun 2006 hingga tahun 2012, maka IHSG rata-rata naik sebesar 29,4 persen.  Apabila hanya berinvestasi dalam setahun saja contoh, dari tahun 2006-2007, ketika  pasar saham sedang dalam kondisi bagus, maka kenaikan IHSG tercatat sebesar 55,3 persen. Namun, kalau investor berinvestasi selama setahun di tahun 2007-2008 maka ia akan mengalami kerugian sebesar 50,64 persen. Artinya berinvestasi dalam setahun masih memiliki risiko yang tinggi.

Naik dan turunnya IHSG dipengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham yang tercatat di BEI. Penurunan harga saham terjadi karena lebih banyak pihak yang menjual saham tersebut dibanding yang melakukan pembelian (net sell). Bisa jadi karena investor melakukan aksi profit takingatau ambil untung, atau karena ada proyeksi penurunan kinerja perusahaan yang sahamnya dicatat di bursa.

Sebaliknya, kenaikan harga saham didorong pembelian yang lebih tinggi (net buy) karena proyeksi kinerja yang membaik. Faktor makro ekonomi dan sentimen di dalam serta di luar negeri ikut mempengaruhi persepsi investor atas saham-saham tertentu. Sentimen ini menyebabkan naik dan turunnya harga karena aksi beli dan jual investor.

Siklus kenaikan dan penurunan harga saham biasanya terjadi dalam 5,7 dan 10 tahun. Artinya semakin panjang berinvestasi, investor lebih memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan, ketimbang investasi dalam jangka waktu yang pendek. Secara teori disebutkan, semakin panjang jangka waktu investasi, semakin sempit pergerakan antara imbal hasil tertinggi dan terendah, yang menunjukkan risiko fluktuasi yang semakin menurun secara konsisten.

Apabila dihitung menggunakan standar deviasi, maka angka standar deviasi semakin mengecil untuk jangka waktu investasi yang lebih panjang. Jumlah kejadian positive return  semakin meningkat dan kejadian negative return makin menurun dengan meningkatnya jangka waktu investasi.

Kalimat bijak yang disampaikan investor terkenal di dunia Warren Buffet sepertinya bisa dijadikan panduan. Ia mengatakan, berinvestasilah untuk 10 tahun ke depan, bukan 10 menit ke depan.
(//)
per tgl 24 Januari 201empat, tren NAB reksa dana saham BNP Paribas EKUITAS mulai REBOUND: 
per tgl 05 Maret 201empat, well, PEMBALIKAN ARAH MENGUAT TERJADI LAGE seh : 

per tgl 22 Agustus 2014, imbal hasil potensial gw dari BNP Paribas Ekuitas cukup tinggi ... well, sejak 2005 seh : 



Sabtu, 24 Januari 2015

MIED, rds MIRIP PANIN DANA MAKSIMA ... 080613_230115

per tgl 23 Januari 2015:


per tgl 09 Oktober 2014:


per tgl 05 September 2014:


per tgl 25 Juli 2014 (jelang LEBARAN):
per tgl 07 Juni 2013:

per tgl 28 Februari 2013:
seandainya calon investor yang bertanya pada gw @posting ini per tgl 20 Agustus 2011, maka gw uda menemukan jawaban yang lebe pasti yang mana lebe unggul :


 per tgl 15 Februari 2013:


perbandingan tren NAB pdm-mied-mds-sdi-bnppe:





Mandiri Investasi Gandeng Commonwealth
Oleh M. Tahir Saleh | Print |
Published On: 13 July 2011
JAKARTA: PT Mandiri Manajemen Investasi, manajer investasi anak usaha Bank Mandiri, menggandeng Commonwealth Bank Indonesia guna memasarkan produk reksa dana Mandiri Investa Ekuitas Dinamis (MIED) kepada nasabah ritel. "Kami menyambut baik kerja sama ini, Commonwealth merupakan salah satu bank distributor teraktif dan terlengkap untuk penjualan reksa dana," kata Dirut Mandiri Investasi Abiprayadi Riyanto dalam acara penandatanganan kerja sama di Jakarta, hari ini.
MIED merupakan satu-satunya reksa dana saham di Indonesia di mana alokasi portofolio hanya fokus pada saham-saham di luar 20 saham dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Hingga 11 Juli 2011, MIED sudah membukukan dana kelolaan mencapai Rp166,08 miliar dan memberikan imbal hasil sebesar 18,06% sejak diluncurkan pada Maret lalu.
Commonwealth Bank atau PT Commonwealth Bank merupakan anak usaha dari Commonwealth Bank of Australia Group di Indonesia.
Bank ini melayani nasabah di Indonesia melalui 85 cabang dan kantor pelayanan di lebih dari 27 kota di Tanah Air meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.(mmh)
... berikut gw kutip dari bloomberg :


dari prospektus panin dana maksima

5.1. Tujuan dan Kebijakan Investasi
PANIN DANA MAKSIMA bertujuan untuk mencapai apresiasi investasi jangka panjang yangoptimal melalui penempatan dana dalam bentuk efek ekuitas dan instrumen pasar uang,PANIN DANA MAKSIMA memiliki komposisi portofolio yang terdiri dari minimum 50% dan maksimum 95% dengan target 70% dalam bentuk efek ekuitas yang tercatat di Bursa Efek diIndonesia. Untuk menjaga likuiditas, sisa dana akan diinvestasikan dalam bentuk instrumen pasar uang. Bagian terbesar dari portofolio saham akan diinvestasikan pada efek ekuitas yang dinilai rendah (undervalue) dibandingkan dengan kondisi fundamentalnya, untuk menghasilkan apresiasi modal jangka panjang yang optimal.Sedangkan investasi pada efek ekuitas lainnya dilakukan untuk jangka waktu yang lebih pendek dan dengan mempertimbangkan faktor makro ekonomi dan analisa pasar.Penempatan sebagian portofolio pada instrumen pasar uang dilakukan bila Manajer Investasimenilai bahwa investasi dalam bentuk efek ekuitas pada saat itu tidak memberikan laba yangmemadai untuk tingkat Risiko yang ada, dan juga untuk mengantisipasi kemungkinanpenjualan kembali Unit Penyertaan (redemption).Dalam melakukan proses investasi dan pengambilan keputusan, Manajer Investasi melakukananalisa efek ekuitas per efek ekuitas secara keseluruhan (bottom-up approach) untuk memilihefek ekuitas yang dinilai rendah sebagai inti dari investasi (core holding). Sedangkan analisamakro ekonomi dan analisa pasar digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi ManajerInvestasi untuk menentukan besaran alokasi investasi dalam portofolio efek ekuitas.
... kebijakan pemilihan saham BAGUS menurut manajer investasi panin dana maksima adalah:
Bagian terbesar dari portofolio saham akan diinvestasikan pada efek ekuitas yang dinilai rendah (undervalue) dibandingkan dengan kondisi fundamentalnya, untuk menghasilkan apresiasi modal jangka panjang yang optimal.Sedangkan investasi pada efek ekuitas lainnya dilakukan untuk jangka waktu yang lebih pendek dan dengan mempertimbangkan faktor makro ekonomi dan analisa pasar.

... ini kebijakan yang berorientasi pada VALUE STOCKS ... minoritas adalah GROWTH STOCKS
Growth Stock

What Does Growth Stock Mean?
Shares in a company whose earnings are expected to grow at an above-average rate relative to the market.

Also known as a "glamor stock".
Investopedia explains Growth Stock
A growth stock usually does not pay a dividend, as the company would prefer to reinvest retained earnings in capital projects. Most technology companies are growth stocks.

Note that a growth company's stock is not always classified as growth stock. In fact, a growth company's stock is often overvalued.

Value Stock

What Does Value Stock Mean?
A stock that tends to trade at a lower price relative to it's fundamentals (i.e. dividends, earnings, sales, etc.) and thus considered undervalued by a value investor. Common characteristics of such stocks include a high dividend yield, low price-to-book ratio and/or low price-to-earnings ratio.
Investopedia explains Value Stock
A value investor believes that the market isn't always efficient and that it's possible to find companies trading for less than they are worth. An easy way to attempt to find value stocks is to use the "Dogs of the Dow" investing strategy - buying of the 10 highest dividend-yielding stocks on the Dow Jones at the beginning of each year and adjusting it every year thereafter.

sementara mandiri investa ekuitas mandiri :
BAB V
TUJUAN INVESTASI, KEBIJAKAN INVESTASI DAN KEBIJAKAN
PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
Dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku, dan ketentuanketentuan lain dalam Kontrak Investasi Kolektif MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS,
Tujuan Investasi, Kebijakan Investasi dan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi
MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS adalah sebagai berikut:
5.1. TUJUAN INVESTASI
MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS bertujuan untuk memberikan tingkat
pendapatan investasi yang menarik dalam jangka panjang.
5.2. KEBIJAKAN INVESTASI
Sesuai dengan tujuan investasinya, MANDIRI INVESTA EKUITAS DINAMIS akan
melakukan investasi dengan komposisi portofolio Efek yaitu:
- minimum sebesar 80% (delapan puluh persen) dan maksimum sebesar
100% (seratus persen) pada Efek Bersifat Ekuitas yang telah dijual
dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek
Indonesia namun hanya berinvestasi pada Efek Bersifat Ekuitas yang
tidak termasuk dalam 20 (dua puluh) besar saham-saham berdasarkan
kapitalisasi pasar
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia; dan
- minimum sebesar 0% (nol persen) dan maksimum sebesar 20% (dua
puluh persen) pada instrumen pasar uang dalam negeri yang
mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun atau Efek Bersifat
Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun;
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajer Investasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali akan
melakukan peninjauan atas Efek Bersifat Ekuitas yang tidak termasuk dalam
20 (dua puluh) besar saham-saham berdasarkan kapitalisasi pasar yang
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, yaitu pada akhir Juli dan Januari.
Manajer Investasi akan selalu menyesuaikan kebijakan investasi tersebut di
atas dengan Peraturan BAPEPAM dan LK yang berlaku dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan LK.
Pergeseran investasi ke arah maksimum atau minimum tidak merupakan
jaminan bahwa investasi akan lebih baik atau lebih buruk.
Portofolio instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo
kurang dari 1 (satu) tahun terdiri dari; Deposito Berjangka, Sertifikat
Deposito yang dapat diperdagangkan (Negotiable Certificates of Deposit),
Surat Berharga Pasar Uang, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga
Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan
pemeringkat efek yang telah terdaftar di BAPEPAM & LK.
16
Kebijakan investasi sebagaimana disebutkan di atas wajib telah dipenuhi
oleh Manajer Investasi paling lambat dalam waktu 120 (seratus dua puluh)
Hari Bursa setelah efektifnya pernyataan pendaftaran MANDIRI INVESTA
EKUITAS DINAMIS

luncur pada tgl 21 Maret 2011, dengan NAB perdana MIED = 1000
NAB MIED per tgl 13 Juli 2011: 1,184.06
berarti potential gain = +18,4%
... well, lumayan juga ... gw uda mulai beli :) (catatan: gw akan liat performance sheetnya)

... reksa dana MIED mencakup 80% saham mid caps + 20% saham low caps; indeks PEFINDO25 bisa dijadikan semacam indikasi pergerakan NAB MIED:

inves 1 Jt per bulan @Schroder Dana Istimewa April 2011 s/d Januari 2015

.. per tgl 23 Januari 2015, saat IHSG  mencapai 5323 (tertinggi), maka imbal hasil SDI mencapai tertinggi juga :

... per tgl 05 Januari 2015, inves 1 juta per bulan @SDI maseh cerah sehingga mencerahkan taon baru ya:


... per tgl 17 Oktober 2014, inves 1 juta per bulan @SDI mencapai salah satu titik tertinggi lah:
per tgl 08 Oktober 2014, inves 1 juta per bulan @ SDI (sejak 2011. simak catatan2 gw: krisis dan jumlah unit) tetap lumayan seh (inves jangka panjang ya ;))



per tgl 05 September 2014, inves 1 juta per bulan @ SDI lumayan lah:


per tgl 05 Agustus 2014, inves 1 juta per bulan @ SDI tetap positif seh ya :

per tgl 07 Juli 2014, tren NAB SDI sejak 2010 :

per tgl 04 Juli 2014, inves 1 juta per bulan @ schroder dana istimewa sejak 2011:

per tgl 05 Mei 2014: inves 1 Jt per bulan @ SCHRODER DANA ISTIMEWA sejak 2011, Year to date, n 1 taon terakhir: BACA soal IHSG HARI INI
per 04/04/2013, inves 1 juta per bulan sejak 2011, potential gain% maseh positif n tetap naek seh:

per AKHIR MARET 2014 (akhir kuartal 1 2014):

JOKOW1 EFFECT @  14 Maret 2014:
biar gimana, jika disimak baik-baik, dari tabel2 tersebut tampak bahwa INVES JANGKA PANJANG LEBE BAGUS daripada inves jangka pendek, itu lah CIRI UTAMA INVES REKSA DANA SAHAM, bukan cuma ogut yang alami, ya, semua penginves reksa dana saham, khususnya dalam contoh ini, schroder dana istimewa (bandingkan TREN NAB dari 2011, 2013, n 2014, maka berurutan potential gain% nya : + 35%, 21%, n 19%), sederhana :)

RIP: Jojon per tgl 06 Maret 201empat, inves 1 juta @SDI maseh kinclong lah :) hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh Cara Investasi di Reksa Dana Selasa, 08 Oktober 2013 02:00 wib - BAGAIMANA cara investasi di reksa dana? apakah harus menanamkan modal sekali jalan atau bisa diangsur tiap bulan. Adi SW Jawaban: Hai Adi, cara berinvestasi reksa dana cukup mudah. Betul,
nasabah diberikan pilihan bisa investasi sekaligus ataupun bisa diangsur tiap bulan
. Untuk investasi sekaligus bisa pada hari itu juga, sedangkan untuk model angsuran, nasabah dapat memilih setiap tanggal berapa setiap bulan dana dipotong dari rekening. Adi bisa memilih Rp500.000 untuk tanggal 1 tiap bulan misalnya. Adi juga menentukan berapa lama jangka waktunya, misalnya dana dipotong setiap bulan selama 12 bulan.
Untuk masuk reksa dana, kita dapat mengunjungi cabang bank terdekat yang telah menjadi agen penjual reksadana tersebut, bisa ditanyakan langsung lewat bank tersebut atau ditanyakan lewat manager investasi reksadana tersebut yang biasanya diumumkan lewat websitenya
. Selamat berinvestasi.

per 1 Februari 2013: 

jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

 

November, reksadana saham minus 0,62%


JAKARTA. Kinerja reksadana saham sepanjang November 2012 melempem. Menilik data PT Infovesta Utama, rata-rata return reksadana saham atau Indeks Reksadana Saham (IRDSH) di November 2012 minus 0,62%. Kondisi ini mengikuti performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga minus 1,7%.
Jika menghitungnya sejak awal tahun sampai November  2012 atau year-to-date (ytd) return reksadana saham sebesar 9,35%. Angka ini turun ketimbang return sampai Oktober yang sebesar 10,04%. Kinerja reksadana saham itu juga masih di bawah return IHSG yang sebesar 11,88% ytd.
Kinerja sejumlah reksadana saham berbasis komoditas terlihat mengecewakan. Sebut saja, Danareksa Mawar Komoditas 10 milik PT Danareksa Investment Management (DIM). Return reksadana ini -8,46%. Demikian juga dengan Mandiri Komoditas Syariah Plus yang mencetak return  minus 8,03%.
Edbert Suryajaya, analis Infovesta Utama mengatakan, kinerja reksadana saham yang suram di November dipicu oleh sentimen negatif jurang fiskal (fiscal cliff) di Amerika Serikat (AS). Ini membuat harga saham berguguran.
Bangkit tahun depan
Saham-saham berkapitalisasi besar terkoreksi. Padahal, "Saham-saham ini menjadi pegangan reksadana saham," kata Edbert, Selasa (4/12).
Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Zulfa Hendri, mengatakan, kinerja Danareksa Komoditas Mawar 10 jeblok karena kinerja emiten berbasis komoditas yang menurun. Sehingga return yang diberikan juga ikut minus.
Produk ini menempatkan sekitar 42,58% dari total portfolio pada saham sektor pertambangan. Sisanya antara lain ditempatkan pada saham-saham di sektor agrikultur, properti dan industri dasar.
Sementara, return reksadana Panin Dana Syariah Saham milik PT Panin Asset Management November juga kurang memuaskan. Return reksadana yang baru diluncurkan Juli 2012 ini minus 0,06%. "Tapi saya optimistis di kuartal-I 2013 nanti, kinerja reksadana ini akan bagus," ujar Ridwan Soetedja, Direktur PT Panin Asset Management.
Optimisme itu dilihat dari sejumlah manajer investasi (MI) yang tetap akan meluncurkan reksadana anyar di tahun depan. Direktur Batavia Prosperindo, Yulius Manto, menuturkan, Batavia akan menerbitkan satu reksadana saham di tahun depan. "Produk baru ini diharapkan bisa meraih dana kelolaan Rp 500 miliar dengan return di atas 15% per tahun," kata dia.
Direktur MNC Asset Management, Suwito Haryatno, menimpali, pihaknya juga akan meluncurkan produk baru. MNC akan menempatkan underlying asset di sektor konsumer, infrastruktur, dan konstruksi.
Edbert optimistis, kinerja reksadana saham pada akhir 2012  akan positif akibat window dressing. Berdasarkan data historis selama 10 tahun terakhir, window dressing akan menopang kinerja reksadana di akhir tahun. Ia memproyeksikan imbal hasil reksadana saham per Desember 2012 bisa bergerak positif ke kisaran 1,5%-2%. Sementara return sepanjang Desember 2012 diprediksi  bisa mencapai 10%-12% ytd.
per tgl 04 Januari 2013:
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh per tgl 4 Maret 2013, dollar cost averaging strategy @Schroder Dana Istimewa:
NILAI ASET TOTAL per tgl 15 Maret 2013 @SDI:
jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
per tgl 11 April 2013, skenario INVES 1 JUTA @schroder dana istimewa, maseh LUMAYAN lah, bwat YG BERSAKU CEKAK ... :)
ekh, bwat yang MO SEKALI TARUH (kayak taruh taruhan di atas meja rolet aja ... :P) juga lumayan GEDE tuh ... :)
kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
per tgl 03 Mei 2013 uda di atas +20% seh dalam 2 taon +:

per tgl 04 Juni 2013, inves 1 juta perak per bulan @SDI memberi potential gain % @ +27% :
per tgl 02 Agustus 2013, neh saat pembalikan arah positif lage : 
per tgl 04 September 2013: 
per tgl 02 Oktober 2013, tetap memberi potential gain % positif lage neh : 
per tgl 04 November 2013: 
per tgl 27 Desember 2013: 
per tgl 24 Januari 201empat: