gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Rabu, 27 Agustus 2014

JANGKA PANJANG, gw HEPI lah :)

gw lakukan pengukuran berdasarkan DATA PALING AWAL gw MULAI BEREKSADANA RIA, yaitu sejak DESEMBER 2002 LEWAT BUJUKAN 2 pihak, yaitu bini gw dan citibank reksa dana yang gw inves saat itu : SCHRODER DANA PRESTASI PLUS ternyata setelah 9 taon, POTENTIAL GAIN = 1330%, yaitu 13 KALI lipat bo :) yang laen juga tetap menjanjikan yaitu manulife dana saham dan bnp paribas ekuitas (aka citireksadana ekuitas alias fortis ekuitas) :), plis dah, baca posting ini: mds dan bppe cetak potential gain rerata p.a. di atas 50%
... per tgl 25 Agustus 2014, sila cek tren imbal hasil potensial RD Saham berikut, sejak AWAL gw INVES (2002, 2003, 2005, dan 2007) :

3 komentar:

Anonim mengatakan...

kalo untuk membuat rancangan awal di excel gimana ya Pak, karena saya udah invest selama setahun cuma masih bingung yang harus diperhatikan itu apa. RD saya bagi menjadi 3, RD pasar uang seruni2, Scroder dana istimewa dan mandiri investa aktif.Punya contoh excel agar lebih mudah perencanaan untuk kedepannya g pak.

Ekonomi Takserius mengatakan...

Pada investasi reksa dana yang diperhatikan terutama adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB atawa Net Asset Value). Setiap hari NAB bergerak 1 kali aza yaitu: saat penutupan bursa efek Indonesia. NAB dicatat di berbagai media: contoh koran Investor Daily, Bisnis Indonesia, Kompas. Media internet: Bloomberg, infovesta.com. Kolom excelnya dari kiri ke kanan: nama produk, tanggal, NAB, potential gain% (diukur berdasarkan SELISIH NAB hari per hari sejak awal inves)

Ekonomi Takserius mengatakan...

Perencanaan reksa dana terutama berdasarkan pergerakan NAB. Misalnya, ekspektasi untuk Seruni2 Pasar Uang yang wajar sekira sedikit lebe tinggi daripada suku bunga deposito 1 taon. Ekspektasi Schroder dana istimewa sekira pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Saham kita. Ekspektasi Mandiri investa aktif sedikit di bawah pergerakan IHSG, karena reksa dana campuran (saham ada, surat utang ada, tunai kas ada)