gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Senin, 05 Desember 2011

bunga deposito bukan musuh reksa DANA ... 051211

Deposito Tak Menarik, Reksadana Akan Naik Turunnya bunga deposito akan membuat masyarakat mengalihkan investasinya. Jum'at, 2 Desember 2011, 06:30 WIB Nur Farida Ahniar, Sukirno VIVAnews- Suku bunga acuan BI Rate turun menjadi 6 persen. Hal itu diikuti oleh perbankan yang menurunkan suku bunga deposito, yang saat ini berada di kisaran 5-6 persen. Turunnya bunga deposito itu membuat investasi konvensional ini tidak menarik lagi, sementara angka inflasi tahun ini di level 4-5 persen. Presiden Direktur Indopremier Investment Management John D Item menilai penurunan bunga deposito ini akan membuat masyarakat mengalihkan investasinya ke produk pasar modal. "Itu proses yang natural," ujarnya kepada VIVAnews, di Jakarta, Kamis 1 Desember 2011. Ia menilai masyarakat masih takut berpindah dari deposito ke produk pasar modal, seperti reksadana. Apalagi jika langsung membeli reksadana saham yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding jenis reksadana lain seperti reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. "Namun pasti ada pergeseran menuju produk reksdadana," tambahnya. Bagi investor pemula, yang selama ini belum pernah menempatkan dananya ke reksadana, John menyarankan agar mencoba ke produk reksadana pasar uang terlebih dahulu. Pasalnya jenis reksadana ini agak mirip dengan deposito, karena dananya ditempatkan dalam bentuk deposito. Setelah merasakan produk yang memiliki risiko rendah, baru pelan-pelan mencoba produk yang memiliki return yang lebih tinggi seperti reksadana pendapatan tetap dan selanjutnya reksadana saham. "Jadi bertahap," ujarnya. Investor pemula juga harus banyak membaca buku-buku mengenai reksadana atau seminar yang diadakan perusahaan investasi. Investor juga harus menentukan tujuan investasi, dan menyadari berinvestasi reksadana terutama saham merupakan investasi jangka panjang. (eh) • VIVAnews

Tidak ada komentar: