gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Jumat, 06 Mei 2011

TIME TO BUY, lah :) ... 060511

Sebagian reksadana berbasis saham mencatat kinerja yang negatif selama periode 30 Desember 2010 hingga 30 April 2011 atau year to date. Di periode itu, hanya tujuh dari 69 produk reksadana saham yang mampu mencatatkan imbal hasil (return) di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setinggi 3,14%.

Mengacu data PT Infovesta Utama, perusahaan pemeringkat reksadana, tujuh reksadana yang membukukan return di atas pertumbuhan IHSG antara lain Panin Dana Maksima dan Makinta Mantap. Di sisi lain, ada 26 produk reksadana saham yang mencatatkan return minus. Produk itu misalnya Mega Dana Ekuitas dan Reliance Equity Fund dengan return masing-masing turun 4,92% dan minus 3,58%.

Wawan Hendrayana, Analis Infovesta Utama, berpendapat, salah satu penyebab menurunnya yield sebagian reksadana saham karena harga saham-saham yang tergabung di indeks LQ45 tak naik signifikan. "Sementara underlying asset sebagian besar reksadana saham banyak ditempatkan di LQ45. Yield LQ45 sendiri di bawah yield IHSG," ujar dia.

Winston Sual, Manajer Investasi Panin Sekuritas, mengungkapkan Panin selalu memilih saham yang tepat di saat yang pas. Maksudnya, menyaring saham yang relatif murah dan memperhatikan kondisi pasar. "Saat bullish kami beli dan ketika tinggi kami tahan atau jual," imbuh dia.

Reksadana terbitan Panin Sekuritas, yakni Panin Dana Maksima dan Makinta Mantap, tercatat dalam tujuh reksadana dengan return di atas pertumbuhan IHSG.

Kendati imbal hasil rata-rata reksadana saham di bawah pertumbuhan IHSG, ternyata investor tetap memburu reksadana saham. Per 30 April 2011, jumlah unit penyertaan produk reksadana saham meningkat 18% year to date menjadi 11,9 miliar unit. Total dana kelolaan reksadana jenis ini juga naik 15% menjadi Rp 56,65 triliun.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1304648241/66735/Return-mayoritas-reksadana-saham-di-bawah-return-IHSG

Sumber : KONTAN.CO.ID

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Djoko Hendratto mengungkapkan dana kelolaan (AUM) reksa dana hingga 5 Mei mencapai Rp155,195 triliun.

"AUM reksa dana per tanggal 5 Mei telah mencapai Rp155,195 triliun. Terjadi kenaikan, tapi saya lupa berapa kenaikannya yang jelas terjadi kenaikan," ungkap Djoko di Kantor Bapepam-LK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Namun jika dibandingkan posisi pada akhir januari 2011, maka telah terjadi kenaikan sebesar 8,46 persen. "Posisi AUM reksa dana sampai akhir Januari 2011 itu Rp142 triliun," jelas dia.

Meski demikian dia mengungkapkan biasanya kenaikan per tahunnya terjadi di kisaran 70 persen. "Naiknya pertahun sekitar 70 persen," paparnya.

Dia mengungkapkan kenaikan sebesar 70 persen tersbut sudah terjadi dalam lima tahun terakhir, kecuali pada tahun 2009 yang sat itu terjadi krisis global, AUM reksadana hanya meningkat 50 persen.

"Dalam 2006 sekitar Rp26 triliun, pertahun naiknya 70 persen. Tahun kedua juga 70 persen, meskipun 2008 ada krisis, 2009 itu agak turun sekitar 50 persen lah," paparnya.

Ketika ditanyakan adakah target perolehan dari reksa dana dia mengungkapkan bukanlah hak dari Bapepam untuk menentukan hal tersebut, karena sifat Bapepam hanya sebagai regulator. "Tidak ada target, kan kita bukan penjualnya," tuturnya.

http://economy.okezone.com/read/2011/05/06/278/454024/5-mei-dana-kelolaan-reksa-dana-capai-rp155-195-triliun

Sumber : OKEZONE.COM
ini pengamatan gw terhadap reksa dana saham yang gw inves :


RALAT: pada kolom paling kanan yaitu gain CUS 04/03/11 sd 19/04/11 ... HARUS DITAMBAH: CUS 04/03/11 s/d 06/05/11 ... juga kolom kedua dari kanan, harus ditambah s/d 06/05/11 juga

Tidak ada komentar: