gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Kamis, 30 September 2010

RD dan di atas 100 T/2011 ... 300910

Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksadana diprediksikan dapat mencapai Rp145 triliun pada 2011. Hal ini dipicu tingkat suku bunga perbankan masih 6,5% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif baik.

Direktur Schroders Investment Management Michael Tjoajadi menuturkan, pertumbuhan industri reksa dana masih tumbuh pada 2011. Pertumbuhan industri reksa dana tersebut didukung dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif baik membuat nasabah reksa dana tumbuh.

Selain itu, tingkat suku perbankan yang masih bertahan pada level 6,5 tidak menarik bagi investor untuk menempatkan dana di tabungan. "Lihat saja sekarangkan sudah banyak yang baru masuk, beli reksadana. Tahun depan jumlahnya pasti bertambah," kata Michael, Rabu (29/9).

Pertambahan jumlah NAB reksa dana tersebut juga tidak hanya dari investor lokal. Investor asing diprediksikan akan masuk juga ke reksa dana. Louise Widjaja, Institutional Sales Manager Schroders menuturkan, sudah banyak perusahaan asing yang menempatkan investasi pada produk reksa dana. Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang dengan memiliki pertumbuhan yang bagus di masa mendatang menjadi daya tarik investor.

Menurut Michael, reksa dana terproteksi masih menjadi jenis reksa dana yang paling banyak dikeluarkan manajer investasi pada 2011. Produk ini lebih banyak dikeluarkan oleh perseroan karena memiliki karakter defensif. Sedangkan reksadana saham, Michael menuturkan, manajer investasi masih akan menerbitkan reksa dana saham meskipun kondisi pasar saham sudah berada pada level tertinggi.

"Saham itu kapan pun bisa dibeli, ya kita masih percaya produk reksa dana masih akan dikeluarkan tahun ini," tutur Michael.

Seperti diketahui, Schroders telah mengeluarkan produk reksa dana terproteksi pada Agustus lalu. Pemasaran produk ini akan berakhir pada September. Target dana kelolaan dari produk tersebut dapat bertambah Rp1 triliun. "Kalau untuk underlying masih bisa kita dapatkanlah," kata Michael.

Hingga Agustus 2010, NAB Schroders telah mencapai Rp49 triliun. NAB ini pun diprediksikan akan bertambah pada 2011.


Sumber : INILAH.COM

Tidak ada komentar: