gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Jumat, 01 Januari 2010

2010 REKSA DANA tetap jadi SESUATU dah ... 010110

Kamis, 31/12/2009 11:43 WIB
NAB Reksa Dana Naik 51,03% di 2009
Indro Bagus SU - detikFinance


(foto: dok detikFinance) Jakarta - Nilai aktiva bersih (NAB) produk-produk reksa dana di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 51,03% seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 86,98% sepanjang 2009. Produk reksa dana tercatat sebanyak 673 produk di 2009.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) seperti dikutip detikFinance, Kamis (31/12/2009), NAB reksa dana per 28 Desember 2009 tercatat sebesar Rp 113,17 triliun, meningkat 51,03% dari posisi akhir tahun 2008 sebesar Rp 74,93 triliun.

Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya IHSG secara fantastis sepanjang tahun ini. Pada 30 Desember 2008, IHSG ditutup di level 1.355,40. Pada 30 Desember 2009, IHSG ditutup di level 2.534,36, naik 86,98% dari posisi akhir 2008.

Meskipun reksa dana saham bukan satu-satunya penopang kenaikan NAB, namun kenaikan drastis IHSG sepanjang tahun 2009 memberikan kontribusi cukup besar pada peningkatan NAB seluruh produk reksa dana yang terjadi tahun ini.

Bapepam-LK mengkategorikan 9 jenis reksa dana, yakni reksa dana pendapatan tetap tercatat sebanyak 123 produk, reksa dana saham sebanyak 62 produk, reksa dana pasar uang sebanyak 26 produk, reksa dana campuran sebanyak 101 produk, reksa dana syariah sebanyak 46 produk, reksa dana terproteksi sebanyak 246, reksa dana indeks 1 produk, ETF 2 produk dan reksa dana penyertaan terbatas 66 produk.

Totalnya sebanyak 673 produk. Jumlah tersebut meningkat 69 produk (11,42%) dibanding tahun 2008 sebanyak 604 produk. Sepanjang tahun 2009, Bapepam-LK menyetujui pembubaran 87 produk reksa dana, kemudian mencatatkan 21 reksa dana konvensional, 98 reksa dana terproteksi dan 37 reksa dana penyertaan terbatas.

Untuk unit penyertaan reksa dana telah terjadi peningkatan sebanyak 14,86% menjadi 70,04 miliar unit di 2009. Pada tahun 2008, jumlah unit penyertaan reksa dana masih di posisi 60,98 miliar.
(dro/qom)
Kaleidoskop Pasar Modal 2009
NAB Reksa Dana Syariah Tumbuh 161%
Master plan periode 2005-2009, menekankan pada pengembangan pasar modal berbasis syariah.
KAMIS, 31 DESEMBER 2009, 14:15 WIB
Antique, Nerisa

Ilustrasi mutual fund (www.sharemarketbasics.com)
BERITA TERKAIT
Kasus Sarijaya, Pukulan Bagi Bursa Saham
IHSG Naik, Menkeu Nyanyikan Lagu Tanah Air
Menkeu Minta Investor Hati-hati Berinvestasi
Lagu 'Padamu Negeri' Tutup Transaksi 2009
IHSG Terbaik di Kawasan Asean
Web Tools

VIVAnews - Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana (RD) syariah sepanjang 2009 tumbuh 161 persen, menjadi Rp 4,63 triliun dari tahun lalu Rp 1,77 triliun. Porsi NAB RD syariah terhadap total industri RD tumbuh menjadi 4,09 persen dibanding sebelumnya 2,42 persen.

Berdasarkan siaran pers akhir tahun 2009 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), tahun ini merupakan tahun terakhir penerapan rencana kerja (master plan) pasar modal. Master plan periode 2005-2009 itu menekankan pada pengembangan pasar modal berbasis syariah.

Bapepam LK mencatat, ada 11 reksa dana syariah baru yang memperoleh pernyataan efektif Bapepam-LK. Melalui pertambahan itu, total RD syariah yang beredar mencapai 46, naik 24,3 persen dari tahun lalu 37 RD.

Selain itu, terdapat 12 sukuk dari tujuh emiten yang memperoleh pernyataan efektif otoritas pasar modal. Total nilai emisi mencapai Rp 1,22 triliun.

Hingga 28 Desember 2009, porsi jumlah sukuk telah mencapai 12,12 persen dari total efek bersifat uang yang beredar di industri pasar modal Tanah Air. Porsi itu berasal dari 28 sukuk.

Secara kumulatif, terdapat 41 sukuk yang diterbitkan sepanjang tahun 2009, naik 41,3 persen dari 2008 sebanyak 29 sukuk. Nilai emisi bertumbuh 22,2 persen atau menjadi Rp 6,71 triliun dari sebelumnya Rp 5,49 triliun.

Sukuk tersebut antara lain, ijarah PT Apexindo Pratama Duta Tbk Rp 240 miliar, ijarah PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 285 miliar, ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp 200 miliar, dan ijarah PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) Rp 200 miliar.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Tidak ada komentar: