gW suka BANGET ketidakPASTIan

gW suka BANGET ketidakPASTIan

Senin, 22 November 2010

RD 2010, mana favorit elo ... 221110

(Jenis) Reksa Dana Pilihan Investor 2010
November 15th, 2010 Rudiyanto KONTAN

Berikut adalah arsip artikel yang sudah dipublikasikan di mingguan kontan yang ditulis bersama rekan tim riset di www.infovesta.com bapak Edbert A. Suryajaya.

Apa jenis reksa dana favorit anda? Apakah reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, terproteksi atau reksa dana indeks? Dalam artikel kali ini kami akan membahas apa yang menjadi pilihan para investor untuk tahun 2010 ini.

Dalam melihat apakah suatu reksa dana menjadi pilihan para investor, umumnya orang akan menggunakan Asset Under Management (AUM / Jumlah Dana Kelolaan) sebagai indikator. Logikanya semakin banyak jumlah dana kelolaan reksa dana ini, berarti semakin banyak pula investor yang berinvestasi pada reksa dana tersebut.

Penggunaan indikator tersebut tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya tepat. Sebab kenaikan harga saham dan obligasi juga dapat menyebabkan kenaikan pada AUM walaupun jumlah investasi investor tetap sama. Untuk itu, masih ada satu indikator lainnya yaitu Jumlah Unit Penyertaannya (UP).

Pada saat investor berinvestasi pada reksa dana, maka Manajer Investasi akan menerbitkan sejumlah unit penyertaan. Semakin banyak investor yang berinvestasi, maka semakin banyak pula Unit Penyertaan yang diterbitkan. Sebaliknya, ketika investor menjual investasi reksa dananya, maka Manajer Investasi akan membeli Unit Penyertaan dari investor. Aktivitas ini akan menyebabkan Unit Penyertaan yang ada semakin berkurang.

Aspek kenaikan harga saham dan obligasi tidak mempengaruhi jumlah unit penyertaan. Hanya saja tetap ada kelemahan dari penggunaan jumlah unit penyertaan sebagai indikator. Sebagai ilustrasi jika investor berinvestasi masing-masing 100 juta pada reksa dana saham yang harganya Rp 10.000 dan reksa dana pendapatan tetap yang harganya Rp 1.000, maka dari sisi Unit Penyertaan, akan terlihat seolah-olah reksa dana pendapatan tetap yang lebih diminati karena pertambahan jumlah unit yang lebih besar, padahal sebetulnya sama saja. Kelemahan yang kedua adalah jenis reksa dana pasar uang yang harganya selalu Rp 1000. Pendapatan dalam bentuk dividen, kupon, bunga deposito atau kenaikan harga akan dikonversikan ke dalam unit sehingga menambah jumlah unit penyertaan.

Oleh karena itu, dalam menentukan pilihan investor kami menggunakan 2 indikator sekaligus. Berdasarkan data per akhir Oktober 2010, sebagai berikut:
http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2010/11/AUM-dan-Unit-Penyertaan.pngSumber: BAPEPAM-LK dan Infovesta.com, diolah

Reksa Dana Saham

Per Oktober 2010, jenis reksa dana saham merupakan reksa dana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai Rp 43 triliun atau tumbuh 10% dari posisi akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 39,7 triliun. Tahun ini pun jenis reksa dana ini mendapat angin segar karena pertumbuhan IHSG yang mencapai lebih dari 43%. Tapi jika melihat data Jumlah Unit Penyertaan, ternyata turun dari 11,79 juta menjadi 10,17 juta unit.

Angka di atas mengindikasikan bahwa meski jumlah dana kelolaan bertambah ternyata tidak diikuti dengan pertambahan jumlah investor. Oleh karena itu besar kemungkinan kenaikan jumlah dana kelolaan lebih ditopang karena kenaikan harga saham secara umum. Dari sisi psikologis investor, kami melihat bahwa momen kenaikan ini digunakan sebagian investor sebagai peluang untuk melakukan profit taking.

Reksa Dana Pasar Uang

Karena fiturnya yang unik, maka agak sulit untuk menjelaskan apakah kenaikan jumlah dana kelolaan lebih disebabkan karena investor atau kenaikan aset. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melihat persentase returnnya. Dengan asumsi kenaikan unit karena kupon dan bunga deposito adalah sekitar 6% – 7%, maka diperkirakan sekitar 35%nya merupakan dana tambahan baru. Angka ini terhitung cukup lumayan meski secara angka absolut, AUM sebesar RP 7 triliun masih relatif kecil.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dari sisi persentase pertumbuhan Jumlah Dana Kelolaan dan Jumlah Unit Penyertaan, bisa dibilang bahwa jenis reksa dana ini merupakan salah satu favorit pilihan investor 2010. Kombinasi antara naiknya harga obligasi dan kondisi suku bunga yang stabil dan rendah disertai dengan kekhawatiran terhadap potensi capital outflow terhadap kinerja reksa dana saham membuat jenis reksa dana ini menjadi pilihan utama.

Kebijakan pengenaan pajak atas kupon dan capital gain obligasi yang akan mulai berlaku secara bertahap mulai tahun 2011 nanti menurut kami tidak terlalu mempengaruhi minat investor. Dibandingkan isu pajak, kami lebih melihat faktor kebijakan akan naik atau tidaknya suku bunga lebih menjadi penentu apakah jenis reksa dana ini masih akan tetap menjadi favorit di tahun depan.

Reksa Dana Campuran

Jika dilihat dari pertumbuhan AUM yang positif dan Unit Penyertaan yang negatif, reksa dana campuran memiliki karakteristik yang hampir sama dengan reksa dana saham. Hal ini disebabkan karena reksa dana campuran yang ada saat ini sebagian besar memiliki kebijakan alokasi yang mendekati reksa dana saham. Oleh karena itu, naiknya harga digunakan oleh sebagian investor sebagai momentum untuk melakukan profit taking.

Reksa Dana Terproteksi

Dari sisi pertumbuhan AUM dan UP jenis reksa dana memang di bawah Reksa Dana Pendapatan Tetap, tapi jika ditambah aspek besaran absolut Jumlah Dana Kelolaan, maka bisa dikatakan inilah reksa dana pilihan investor yang paling favorit untuk tahun 2010 ini.

Karakteristik reksa dana ini merupakan instrumen investasi yang paling mendekati deposito karena memberikan dividen secara periodik. Didukung lagi dengan pemasaran yang banyak dilakukan melalui perbankan, kemungkinan besar jenis reksa dana ini akan menjadi reksa dana dengan dana kelolaan terbesar pada tahun 2011 nanti. Salah satu aspek yang dapat menghambat pertumbuhan jenis reksa dana ini adalah kebijakan pajak atas kupon dan capital gain obligasi yang akan berlaku nanti. Karena pengenaannya secara bertahap yaitu sebesar 5% hingga tahun 2013, prospek pertumbuhan masih ada meskipun tingkat imbal hasil yang diterima investor akan menurun.

Reksa Dana Indeks dan ETF (Exchange Traded Fund)

Dilihat dari pertumbuhan AUM dan Unit Penyertaannya, jenis reksa dana ini merupakan reksa dana yang tidak menjadi pilihan investor bahkan semakin menurun. Penyebabnya beragam, mulai dari produk yang hanya sedikit (hanya ada 4 reksa dana untuk kategori ini), sosialisasi yang kurang, hingga pada kinerja produk ini yang tidak terlalu luar biasa sehingga investor lebih memilih jenis reksa dana konvensional lainnya.

Dalam waktu yang tersisa 2 bulan ini, kecil kemungkinan peta di atas dapat berubah secara signifikan. Melihat kondisi sekarang ini, tampaknya jenis reksa dana yang akan mendominasi adalah reksa dana terproteksi. Peluang reksa dana saham untuk menjadi nomor 1 tetap ada sepanjang IHSG tetap mendulang return positif pada tahun depan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar: