Kamis, 30 Desember 2010

ternyata BLOG2 gw keren juga ya...

dua kale gw mendapatkan perhatian langsung dari para penulis artikel di internet atas posting di blog2 gw ... wow, ga nyangka bahwa blog2 gw memang mendapatkan perhatian cukup lua$ ... well, terima kasih atas perhatiannya ... gw mah cuma sharing doank lah
... rupanya transparansi industri reksa dana MASEH PERLU DIPERTAJAM lage, karena tampaknya secara diam-diam ada gerakan mencegah perluasan info semacam blog ini ... mosok transparansi yang jernih NGGA BOLE SEH :(

RD bukan Obyek Pajak

karena produk reksa dana adalah produk Manajer Investasi maka MI harus membayarkan pajak penghasilan atas keuntungan dan transaksi yang terjadi. Jika produk reksa dana berasal dari bunga deposito, maka bank yang bersangkutan sudah melakukan pemotongan pajak deposito 20% langsung. Pajak ini final. Pajak telah dibayarkan pada saat dana dikelola dan juga dibayarkan pada saat dana diterima kembali oleh investor (redemption).

Aset RD NAEK @2010 ... 301210

NAB Reksadana Capai Rp142,81 T/28 Desember 2010
Headline
Foto:Istimewa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Kamis, 30 Desember 2010 | 17:53 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana mencapai Rp142,81 triliun pada 28 Desember 2010 dari Rp116,73 triliun pada akhir Desember 2009 atau naik 22,34%.

Demikian seperti dikutip dari data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kamis (30/12). Jumlah unit penyertaan reksa dana meningkat 69,98 miliar unit pada akhir Desember 2009 menjadi
81,59 miliar unit atau meningkat sebesar 16,6%. Bapepam-LK juga mencatatkan peningkatan reksa dana dari 672 reksa dana pada akhir Desember 2009 menjadi 714 reksa dana. Termasuk di dalamnya 97 reksa danapenyertaan terbatas atau mengalami peningkatan 6,25%.

Ada pun komposisi nilai aktiva bersih reksa dana yaitu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar Rp26,392 triliun, reksa dana saham Rp44,769 triliun, reksa dana pasar uang sebesar Rp7,388 triliun, reksa dana campuran Rp17,743 triliun, reksa dana terproteksi Rp42,120 triliun, dan reksa dana indeks Rp0,177 triliun, reksa dana syarah pendapatan tetap Rp0,515 triliun, reksa dana syariah saham Rp1,625 triliun. Reksa dana syariah campuran Rp0,901 triliun, reksa dana syariah terproteksi Rp0,692 triliun.

Reksa dana syariah indeks Rp0,080 triliun, dan reksa dana ETF sebesar Rp0,409 triliun. Sedangkan reksa dana penyertaan terbatas sebesar Rp28,117 triliun per 28 Desember 2010. [hid]

Selasa, 28 Desember 2010

Jelang Akhir 2010, NAB BNP PARIBAS EKUITAS, et al : 271210

NAB manulife saham andalan per tgl 05 Jan 2009: 555,30 ==> gain per tgl 23/12/2010= +170.08%
NAB bnp paribas ekuitas per tgl 29 Des 2005: 3,454.97 ==> gain per tgl 23/12/2010 = +288.33%
NAB schroder dana prestasi plus per tgl 22 Des 2006: 8,503.44 ==> gain per tgl 23/12/10= +137.81%

Minggu, 26 Desember 2010

PENGANTAR investasi BERISIKO TINGGI, BERLABA RAKSASA



KIYOSAKI'S 4 BOXES OF INCOME: E-S-B-I dan CERITA BENERAN KESUKSESAN SEORANG TRADER SAHAM: the REAL TRADER

Kamis, 23 Desember 2010

RD 2011 ... 231210

Industri reksa dana masih akan tumbuh dengan dana kelolaan mencapai Rp150 -Rp160 triliun pada 2011. Pertumbuhan ekonomi 6%-7% dan derasnya aliran dana asing, memberikan sentimen positif untuk investasi ini.

Direktur Schroders Investment Management Michael Tjoajadi mengatakan, pertumbuhan industri reksa dana akan didorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi yang diprediksi mencapai 6%-7% pada 2011, menumbuhkan nasabah baru reksa dana. Selain itu, tingkat suku bunga acuan yang masih bertahan di level 6,5% pada 2011, juga menjadi katalisnya.

Menurutnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi naik 20% pada 2011 akan mendorong pertumbuhan industri reksa dana, khususnya reksa dana saham. “kita berharap dana kelolaan reksa dana dapat mencapai Rp150 triliun hingga Rp160 triliun pada 2011, dana kelolaan itu masih ditopang dari reksa dana saham,” kata Michael.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur PT First State Investment Putut Endonawarih, saat dihubungi INILAH.COM. Putut menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mendorong pertumbuhan dana kelolaan reksadana naik sebesar 15%. “Dana kelolaan reksa dana dapat capai di atas Rp150 triliun dengan catatan tidak ada kepanikan di luar negeri,” tutur Putut.

Putut menuturkan, manajer investasi tidak hanya melirik nasabah prima saja ke depan. Manajer investasi akan mengeluarkan produk reksa dana sesuai karakteristik investor dengan investasi secara rutin di reksa dana. Hal itu membuat dana kelolaan akan tumbuh.

Sementara analis PT Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan, dana kelolaan reksa dana masih akan tumbuh, meskipun tidak setinggi 2010. Dana asing yang masuk dan fundamental ekonomi yang relatif baik, masih menjadi faktor yang positif. “Dana kelolaan ada potensi naik, tapi tidak setinggi tahun ini karena IHSG diprediksikan hanya mencapai level 4.500 pada 2011,” tambah Wawan.

Michael menambahkan, produk reksa dana terproteksi masih paling banyak dikeluarkan oleh manajer investasi pada 2011. Produk ini masih menjadi pilihan utama karena karakternya yang defensif. Selain itu, reksa dana saham juga masih akan dikeluarkan oleh manajer investasi. “Saham itu kapan pun bisa dibeli, ya kita masih percaya produk reksa dana saham masih akan dikeluarkan tahun ini,” tambah Michael.

Sementara Wawan mengatakan, return reksa dana saham masih akan lebih tinggi dari deposito. Diperkirakan reksa dana saham tumbuh 20%-25% pada 2011, meskipun valuasi saham secara historis sudah mahal. “Reksa dana saham masih menarik, tapi tergantung tujuan investasi investor. Saham lebih

menarik karena lebih tinggi 20%-25% dari deposito. Tapi investor harus tetap ingat, reksa dana merupakan investasi jangka panjang,” kata Wawan.

Terkait hal tersebut, Wawan menghimbau investor jeli melihat perkembangan IHSG dan makro, agar tahu saat tepat menaikkan portofolio di reksa dana saham.

Di sisi lain, Putut mengatakan, reksa dana yang menarik pada 2011 tergantung karakteristik investor. Bila investor tersebut masih muda dan berani dengan resiko tinggi, maka dapat menempatkan investasi di reksa dana saham. Sedangkan bila ingin mengurangi resiko, dapat menempatkan investasi di reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.

Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto berharap, produk reksa dana yang diterbitkan dapat menjangkau masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menarik investor baru untuk berinvestasi di reksa dana.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), data NAV reksa dana per November 2010 mencapai Rp134,72 triliun dengan jumlah unit reksa dana sekitar 80.434.424.003.18.

Sumber : INILAH.COM

Rabu, 22 Desember 2010

gain NAB BNP PARIBAS EKUITAS jangka panjang (2005-2010) (2)


investasi untuk mengalahkan inflasi dengan gain 60% adalah KALKULASI gw di posting ini : GAIN 60% p.a.

bahana nambah RDS ... 221210

Pada 2011 nanti, PT Bahana TCW Investment Management akan menerbitkan produk reksadana saham bernama Bahana Quantitative Strategy. Target dana kelolaan untuk 6 bulan pertama produk ini sebesar Rp 300 miliar. Edward Lubis, Direktur PT Bahana TCW Investment Management optimistis bisa mencapai target tersebut.

Meski reksadana saham rentan akan fluktuasi, Bahana lebih mempercayai investasi di sektor ini. Menurutnya, Bahana memiliki strategi tersendiri untuk mengatasi fluktuasi harian. "Kami menggunakan metode kuantitatif untuk mengatasi fluktuasinya", kata Edward.

Menurutnya, produk ini sangat tepat untuk customer yang baru mau masuk ke saham. Adapun target nasabah reksadana ini adalah nasabah ritel dengan setoran pertama minimal Rp 100 ribu per bulan. Sementara itu, target imbal hasilnya sepanjang 2011 minimal 18%.


Sumber : KONTAN.CO.ID

Sabtu, 18 Desember 2010

RD mandiri

Industri Reksa Dana Butuh Kreativitas
Tribunnews.com - Rabu, 15 Desember 2010 11:01 WIB

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Untuk bertahan hidup dan menghasilkan laba, perusahaan pengelola investasi wajib memiliki kreativitas tinggi dalam menerbitkan produk-produk reksa dana unggulannya.

Setiap produk reksa dana harus sudah siap diterbitkan ke pasar sebelum produk reksa dana terdahulu jatuh tempo, sehingga investor tidak lari ke perusahaan pengelola investasi yang lain.

Demikian tips yang diungkapkan Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (lebih dikenal Mandiri Investasi) Andreas Muljadi Gunawidjaja di Singapura, Rabu (15/12/2010) saat diminta pendapatnya tentang tantangan industri reksa dana ke depan.

Menurut Andreas, Mandiri Investasi mencatatkan dana kelolaan senilai Rp 17,05 triliun yang diinvestasikan pada produk reksa dana.

Sebagian besar produk reksa dana yang diterbitkan adalah produk reksa dana terproteksi dengan nilai Rp 11,2 triliun. Lalu disusul produk reksa dana pasar uang senilai Rp 3,2 triliun; reksa dana saham sebesar Rp 1,4 triliun; reksa dana pendapatan tetap Rp 1 triliun; dan reksa dana campuran Rp 263 miliar.

"Total dana kelolaan reksa dana di seluruh industri saat ini sudah mencapai Rp 140,09 triliun. Ini sudah bagus karena terus tumbuh sekitar 20,5 persen dibandingkan posisi Desember 2009. Namun, ini dipelihara dengan kreativitas," ungkapnya.

Sebagai gambaran, nama-nama produk reksa dana yang saat ini telah diterbitkan Mandiri Investasi antara lain adalah Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang (MPU) pada kelompok reksa dana pasar uang.

Adapun pada kelompok reksa dana pendapatan tetap terdapat produk investasi Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (MIDU), Reksa Dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II (MIDO II), Reksa Dana Mandiri Investa Keluarga (MI-Keluarga), dan Reksa Dana Mandiri Investa Dana Syariah (MIdSya).

Sementara pada kelompok reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dollar AS terdapat produk Reksa Dana Investa Dana Dollar Mandiri (IDAMAN). Ada juga reksa dana campuran, yakni Reksa Dana Mandiri Investa Aktif (MIA). Selain itu ada pula reksa dana campuran syariah yakni produk Reksa Dana Mandiri Investa Syariah Berimbang (MISB).

Khusus untuk reksa dana saham, Mandiri Investasi juga menerbitkan Reksa Dana Mandiri Investa Atraktif (MITRA), dan Mandiri Investa UGM (Mandiri Investa UGM). Terakhir adalah kelompok Reksa Dana Saham Syariah.

Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Kompas.com

Rabu, 15 Desember 2010

ihsg AMBLES ke 3500, lage :) ... 151210

tampaknya ihsg akan mencoba support 3500-an lage pada saat asien-K sibuk berbenah komposisi saham dan persiapan windows dressing oleh emiten ... gw mah tetap disiplin beli pada saat BLOOD IN THE STREETS, buy the opportunities :)

Dana kelolaan reksa dana melonjak 20%
Oleh Yeni H. Simanjuntak | 15 December 2010

bisnis
SINGAPURA: Total dana kelolaan industri reksa dana per akhir November mencapai Rp140,09 triliun, naik 20,5% dibandingkan dengan posisi awal tahun Rp116 triliun.


Apabila dibandingkan posisi per akhir November tahun lalu (yoy) naik 27,9%. Adapun, komposisi dana kelolaan industri reksa dana tersebut terdiri dari reksa dana pasar uang Rp7,3 triliun, pendapatan tetap Rp27,9 triliun, terproteksi Rp43,03 triliun, campuran Rp18,8 triliun, dan saham Rp42,9 triliun.

Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Andreas Muljadi Gunawidjaja menyebutkan naiknya dana kelolaan reksa dana saham didorong oleh peningkatan harga saham sebagai aset acuan (underlying asset) produk reksa dana tersebut.

Adapun dana kelolaan reksa dana terproteksi didorong oleh bertambahnya pembelian unit penyertaan (submission). “Sebanyak 99% penyebab naiknya dana kelolaan reksa dana terproteksi adalah submission,” ujarnya tadi malam.

Dalam hal pengelolaan dana, posisi tiga besar ditempati oleh PT Schroder Investment Management Indonesia dengan dana kelolaan reksa dana Rp35,5 triliun, BNP Paribas (d/h Fortis Investments) Rp20,6 triliun, dan PT Mandiri Manajemen Investasi Rp17,05 triliun.

Dari total Rp17,05 triliun dana kelolaan reksa dana Mandiri Investasi, sebanyak Rp3,2 triliun merupakan reksa dana pasar uang, pendapatan tetap RpRp1 triliun, terproteksi Rp11,2 triliun, campuran Rp263 miliar, dan saham Rp1,4 triliun. Total pangsa pasar reksa dana Mandiri Investasi 12,17%.

Sejak awal tahun hingga akhir November, Mandiri Investasi meluncurkan 16 produk reksa dana baru. Tambahan dana kelolaan untuk reksa dana terproteksi sepanjang periode tersebut Rp3,1 triliun. Adapun, sebanyak delapan reksa dana jatuh tempo pada periode tersebut dengan total dana kelolaan yang harus dibayarkan kembali Rp1,3 triliun.

“Jadi kunci dalam mengelola produk reksa dana terproteksi adalah menerbitkan produk baru sebelum reksa dana terproteksi yang lama jatuh tempo.” (mrp)

RDPU mah gw juga PUNYA ... 151210

Selasa, 14 Desember 2010 | 19:45 oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas
PASAR REKSADANA
Rupiah melemah, reksadana pasar uang tetap menarik

JAKARTA. Sempat melemahnya kurs rupiah terhadap dollar ke level Rp 9010, Selasa (14/12), tidak meredupkan optimisme pemegang reksadana pasar uang.

Pasalnya, dengan suku bunga acuan (BI rate) 6,5% untuk November dan Desember ini, masih dapat mengatasi kenaikan inflasi tahunan pada Desember 2010 yang diperkirakan 6,33%.

Analis PT Infovesta Utama, Edbert Suryajaya menilai dengan karakter reksadana Pasar uang yang memiliki resiko dan return kecil, wajar jika reksadana Pasar Uang tidak merugi.

Menurut Edbert, dengan BI Rate yang masih 6,5%, dapat menutupi ancaman pergolakan tingkat inflasi. Pengaruh makro ekonomi, seperti tingkat kurs rupiah dan kenaikan bunga acuan BI diakuinya tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksadana pasar uang sampai akhir tahun.

Lebih lanjut, dia menyebut umumnya untuk produk reksadana pasar uang, manajer investasi (MI) meletakkan asetnya pada instrumen surat utang (obligasi) bertenor kurang dari 1 tahun. "Itu sebabnya, runtuhnya indeks Surat Utang Negara (SUN), tidak memengaruhi imbal hasilnya," ujar Edbert.

Maka, dia menyarankan investor yang tidak mau beresiko tinggi, untuk masuk ke produk reksadana ini. Umummya investor diberi kemudahan untuk penarikan hasil investasinya setiap bulan.

"Biasanya tipe investor di reksadana jenis ini adalah yang memanfaatkan dana nganggur untuk mendapatkan hasil besar dalam jangka pendek", ujar Edbert

Selasa, 14 Desember 2010

RDC lampaui RDS ... 141210

Selasa, 14 Desember 2010 | 07:00 oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas
KINERJA REKSADANA kontan
Return reksadana campuran melampaui kinerja saham

JAKARTA. Imbal hasil atau return bulanan mayoritas reksadana berbasis saham boleh saja berguguran. Tapi kondisi itu tak berlaku bagi reksadana campuran.
Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia sepanjang November anjlok hingga 2,86%. Sebaliknya, kinerja reksadana campuran justru menanjak, bahkan ada produk yang imbal hasilnya hampir menyentuh 5% di bulan November.

Mengacu data PT Infovesta Utama, ada 14 produk reksadana campuran yang mampu mendulang untung sepanjang bulan lalu (periode 29 Oktober 2010-30 November 2010).

Pencapaian itu melampaui kinerja reksadana saham. Di periode yang sama, hanya enam produk reksadana saham yang mencatatkan imbal hasil positif (Lihat KONTAN Edisi 8 Desember 2010).

Kinerja tertinggi untuk reksadana campuran disabet Reksa Dana Pacific Balance Fund terbitan Pacific Capital Investment, dengan return 4,88% selama November. Posisi kedua dan ketiga ditempati Reksadana Kresna Optimus dan Reksadana Prima dengan return masing-masing 2,79% dan 2,75% (Lihat tabel Kinerja 10 Reksadana Campuran di 2010).

Pilihan aset

Apabila dihitung sejak awal tahun hingga akhir November 2010, return terbaik dicetak dua produk Panin Sekuritas. Yakni Reksadana Panin Dana Bersama sebesar 73,29% dan Panin Dana Unggulan sebesar 64,72%. Adapun urutan ketiga diraih Reksadana Keraton Minna Padi Aset Manajemen dengan return 40,82%.

Analis Infovesta Utama, Rudiyanto, berpendapat, sebenarnya wajar apabila kinerja reksadana campuran tidak maksimal sepanjang bulan lalu. Sebab, tak hanya IHSG yang melorot, indeks Surat Utang Negara (SUN) juga ikut lunglai. "Seluruh aset dasar reksadana campuran turun," ujarnya, kemarin (13/12).

Sedangkan untuk produk yang mampu mencatatkan return lumayan, menurut Rudiyanto, disebabkan dua faktor. Pertama, dana kelolaannya terhitung mini sehingga apabila aset dasar menurun, imbal hasilnya tak akan turun drastis. Kedua, produk tersebut sebagian besar beraset dasar surat utang korporasi, dimana imbal hasilnya cenderung lebih tinggi ketimbang surat utang terbitan pemerintah. "Produk kami memang sedang beruntung pada November lalu," ucap Andreas Yasakasih, Direktur Pacific Capital Investment.

Selain hanya memiliki dana kelolaan Rp 35 miliar-Rp36 miliar, Reksadana Pacific Balanced Fund memilih aset-aset dasar yang berharga murah. Alhasil, ketika IHSG terkerek oleh kenaikan harga saham lapis kedua, produk ini pun menuai untung lumayan.

Sedangkan Fund Manajer Panin Sekuritas, Winston Sual, berdalih, penurunan return Reksadana Panin Dana Bersama sepanjang November lalu merupakan momentum ambil untung alias profit taking. Maklumlah, setelah imbal hasilnya melejit dalam 10 tahun terakhir, penurunan harga merupakan hal yang biasa. "Dengan fundamental ekonomi yang baik, kami yakin produk-produk Panin Sekuritas bakal naik kembali tahun depan," imbuhnya.

Dengan asumsi pertumbuhan suku bunga di tahun depan, menurut Winston, Panin bakal memilih saham-saham sektor perbankan sebagai portofolio utama untuk kedua produk reksadana campuran.

Sabtu, 11 Desember 2010

tua BUKAN renta ... 111210

Sedia dana sebelum tua
Oleh Fita Indah Maulani | 10 December 2010

bisnis indonesia

Bekerja tidak hanya untuk memenuhi kehidupan saat ini, tetapi juga tabungan pada masa mendatang, hari tua, kesejahteraan anak, pendidikan, liburan, dan berbagai keperluan lainnya.

Bagi karyawan yang bekerja di perusahaan, tabungan hari tua, asuransi kesehatan, dan berbagai tunjangan lainnya sudah dipikirkan oleh perusahaan, meskipun setiap bulan pendapatan dipotong berbagai biaya tersebut dan nominalnya tidak sebesar harapan.

Namun, apa yang terjadi pada kesejahteraan wiraswasta seperti dokter, penulis lepas, fotografer profesional, hingga konsultan teknik, yang tidak memiliki dan terdftar sebagai karyawan di satu perusahaan tertentu.

Robert T. Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad dan pemilik The Rich Dad Company menjelaskan dalam Cashflow Quadrant yang sangat terkenal bahwa wiraswasta berbeda dengan pemilik bisnis.

Ketika wiraswasta berlibur, maka pemasukkan bagi mereka juga akan berhenti. Sementara kehadiran pemilik bisnis bahkan tidak terlalu membantu jalannya perusahaan. Hal ini terjadi karena wiraswasta memiliki bisnis dan bekerja dalam bisnis tersebut sebagai sumber pendapatan tunggal.

Pemilik bisnis bergantung kepada orang lain yang bekerja di dalam bisnisnya dan menjalankan usahanya dengan sistem yang sangat baik.

Wiraswasta harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kesejahteraan yang diperoleh, namun dengan ketelitian dan kecermatan mengalokasikan pendapatan, bukan hal mustahil mereka bisa menikmati hidup seperti pemilik bisnis.

Perencana Keuangan dari IMPlanner, Rico Satria, mengatakan pekerja mandiri atau wiraswasta wajib memiliki asuransi, khususnya asuransi kesehatan dan tabungan atau investasi untuk hari tua guna memastikan kelangsungan hidupnya ketika sudah tidak bekerja lagi.

"Asuransi kesehatan sangat penting karena pendapatan akan berhenti ketika dia sakit dan itu berbahaya bagi kelangsungan keluarganya seperti istri dan anak, apalagi jika istri tidak bekerja," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Beberapa hal perlu diperhatikan ketika mengambil asuransi kesehatan misalnya rawat inap, rawat jalan, jenis penyakit yang ditanggung, harga maksimum kamar yang ditanggung, hingga alokasi dana obat-obatan.

Asuransi jiwa juga bisa diambil jika masih ada tanggungan seperti anak yang masih sekolah, atau untuk meninggalkan warisan. Pendapatan wiraswasta memang tidak bisa dipastikan besarnya setiap bulan, tetapi biasanya bisa dibuat rata-rata atau estimasi pendapatan minimal.

Sebagai pekerja mandiri, misalkan seorang konsultan lingkungan, perlu diperhatikan berapa besar jumlah dana yang diperlukan untuk masa pensiun. Dana hari tua minimal bisa menghidupi diri dan pasangan tanpa harus membuka usaha baru atau meminta bantuan anak.

Jumlah dana yang bisa disimpan untuk berbagai alokasi ini biasanya 10% hingga 20% dari penghasilan yang diperoleh, tetapi bisa ditambah ketika ada penghasilan tambahan.

Pada prinsipnya persiapkan untuk diri sendiri dan pasangan terlebih dahulu, karena anak bisa dianggap sudah mandiri ketika wiraswasta berhenti bekerja. Kecuali, selama masa bekerja bisa menyimpan dana dalam jumlah lebih banyak untuk diwariskan atau tunjangan anak.

Reksa dana

Tabungan di hari tua juga bisa diperoleh dengan menyisihkan dana untuk membeli produk reksa dana setiap bulannya, minimal Rp500.000 per bulan. Pada transaksi online trading pembelian mulai dari Rp100.000 per transaksi.

Perlindungan bagi para pekerja mandiri ini ternyata menarik dijadikan sebagai lahan bisnis. Hal tersebut menunjukkan adanya kesadaran dari para wiraswasta tersebut. Beberapa perusahaan bahkan menawarkan asuransi bagi mereka.

CV Utama Sejahtera merupakan salah satu yang gencar menawarkan asuransi bagi pekerja mandiri secara online. Perusahaan tersebut menawarkan program perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja bagi para wiraswasta, pekerja lepas, kontrak, hingga buruh harian. Mereka didaftarkan sebagai anggota CV tersebut.

Setiap peserta dijanjikan memperoleh jaminan kesehatan rawat jalan dan inap menggunakan kartu Jamsostek, jaminan kecelakaan kerja bersifar reimbers maksimum Rp8 juta, santunan kematian Rp12 juta, dan tabungan hari tua yang dicairkan setelah masa keanggotaan peserta melampaui waktu 5 tahun 6 bulan.

Setiap peserta disyaratkan berusia maksimal 55 tahun, iuran bulanan Rp130.000 menikah atau Rp95.000 bagi peserta yang masih lajang, dan biaya pendaftaran Rp20.000 di bayar saat pendaftaran awal.

Persyaratan dan kemudahan yang ditawarkan oleh perusahaan seperti ini sebaiknya diteliti terlebih dahulu, jangan sampai tertipu karena penawaran tersebut bukan berasal dari perusahaan asuransi langsung, tetapi perusahaan yang menawarkan jasa agar Anda bisa dicatatkan sebagai karyawan mereka untuk kemudian didaftarkan mengikuti asuransi Jamsostek. (ts) (fita.indah@bisnis.co.id)

Kamis, 09 Desember 2010

NAB RD bukan MISTERI DESEMBER ... 081210

RDPT nunggu yang dari atas ... 091210

Manajer investasi (MI) yang ingin menerbitkan reksadana penyertaan terbatas (RDPT) harus bersabar. Aturan main yang baru mengenai aset dasar RDPT hingga kini belum pasti waktu penerbitannya.

Padahal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mewanti-wanti seluruh MI mengenai rencana peraturan baru tersebut sejak beberapa bulan lalu.

Satu rancangan aturan yang sempat disosialisasikan Bapepam LK adalah RDPT hanya boleh memiliki aset dasar berupa surat utang untuk pembiayaan proyek sektor riil. Pemberitahuan rancangan aturan itu bertujuan agar MI merapikan produk RDPT masing-masing.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto beralasan, penyelesaian rancangan aturan RDPT tertunda karena instansi itu harus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pelanggaran di industri reksadana. Bapepam LK juga harus merancang sejumlah aturan main selain RDPT.

Sedang Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany menyatakan, aturan RDPT tertunda karena lembaga yang dipimpinnya sedang sibuk membahas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Nanti saya cek lagi apa sudah selesai bahasannya," ujar dia.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Panin berRDS-ria ... 111210

Reksa Dana Saham Panin Cetak Untung
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Sabtu, 11 Desember 2010 | 18:07 WIB
TERKAIT

* Reksa Dana Saham Panin Cetak Untung

INILAH.COM, Jakarta - Dua produk reksa dana saham PT Panin Sekuritas yaitu Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima mencatatkan keuntungan tertinggi di antara produk reksa dana saham lain.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari data www.infovesta.com, Sabtu (11/12). Reksa dana saham Panin Dana Maksima mencatatkan keuntungan sebesar 96,57% sedangkan Panin Dana Prima mencatatkan untung sebesar 57,86% per periode 30 Desember 2009 hingga November 2010.

Analis PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menuturkan, reksa dana saham Panin mencatatkan untung tertinggi. PT Panin Sekuritas Tbk dinilai telah menempatkan portofolio saham-saham second liner tetapi memiliki fundamental baik.

Tapi ia menilai, return reksa dana saham masih kalah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Saham-saham yang berlari kencang pada 2010 bukan saham bluechip tapi saham second liner. Panin menempatkan saham second liner dengan fundamental baik," kata Wawan, saat dihubungi INILAH.COM beberapa waktu lalu.

Produk reksa dana saham lain yang mencatatkan keuntungan tinggi yaitu reksa dana saham Syailendra Equity Oppurtunity Fund dari PT Syailendra Capital dengan return year to date sekitar 47,94%. Reksa dana saham lain yang mencatatkan untung yaitu reksa dana saham Big Bhakti Ekuitas dari PT Bhakti Asset Management dengan return year to date sekitar 40,45% dari 30 Desember 2009 hingga 30 November 2010. [ast]
Investasi
MARKET


Kamis, 09 Desember 2010 | 07:38 oleh Avanty Nurdiana
REKSADANA PANIN SEKURITAS
Dongkrak kinerja Reksadana, Panin pindahkan aset

JAKARTA. Kinerja reksadana saham Panin Sekuritas sejak awal tahun sampai bulan November mengalami penurunan. Namun, hal itu tidak membuat manajemen Panin Sekuritas putus asa. Sejumlah strategi sudah disiapkan sehingga mereka bisa meningkatkan kinerjanya sampai akhir tahun.

Penurunan kinerja reksadana saham ini disebabkan adanya penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,86% selama bulan November. Tak pelak, kinerja reksadana Panin Dana Maksima juga ikut merosot 1,35% menjadi 96,57% dari awal tahun sampai November. Padahal sampai Oktober lalu, kinerja reksadana mencapai 99,26%.

Meski begitu, Wiston Sual, fund manajer Panin Sekuritas mengungkapkan kalau mereka akan berusaha meningkatkan kinerja sampai di atas 100% di akhir tahun. "Kami yakin bisa meningkatkan kinerja reksadana saham," jelasnya. Hal tersebut terlihat dari kenaikan IHSG yang terjadi sejak awal bulan Desember ini.

Untuk meningkatkan kinerja reksadana saham tersebut, Wiston bilang akan memindahkan dana kelolaan mereka dari sebelumnya di saham kelas dua ke saham yang berbasis pertambangan dan sektor keuangan. Maklum, saham-saham ini dirasa masih mempunyai potensi kenaikan cukup besar.

Selain itu, Panin Sekuritas juga menargetkan kenaikan dana kelolaannya. "Kami berusaha meningkatkan dana kelolaan 2%-3% sampai akhir tahun," jelas Wiston. Terakhir, total dana kelolaan Panin mencapai Rp 4,5 triliun.

Rabu, 08 Desember 2010

NAB RD bukan MISTERI NOVEMBER (2) ... 081210

RDS di atas ihsg ... 081210

10 Reksa Dana Lampaui Kinerja IHSG
Rabu, 8 Desember 2010 - 07:37 wib


JAKARTA - Sebanyak 10 reksa dana berhasil melampaui kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adapun, imbal hasil (return) IHSG hingga akhir November 2010 mencapai 39,33 persen.

Analis Riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, berdasarkan data yang diolah Infovesta hingga akhir bulan lalu, setidaknya ada sekitar 10 reksa dana yang secara kinerja return telah berhasil melampaui kinerja IHSG hingga periode yang sama tahun ini.

“Ada 10 reksa dana terbitan Manajer Investasi (MI), return-nya di atas 39,33 persen,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Sebanyak 10 reksa dana tersebut terdiri atas lima reksa dana berbasis saham dan sisanya merupakan reksa dana campuran. Lima reksa dana saham itu, yakni reksa dana terbitan PT Bhakti Asset Management bernama Big Bhakti Ekuitas dengan return hingga akhir November 2010 sebesar 40,45 persen, Syailendra Equity Opportunity Fund terbitan PT Syailendra Capital dengan return senilai 47,94 persen.

Kemudian BNP Paribas Solaris terbitan PT BNP Paribas Investment Partners dengan return 39,39 persen serta dua reksa dana terbitan PT Panin Sekuritas, yakni Panin dana Prima dengan return 57,86 persen, dan Panin Dana Maksima dengan return paling tinggi dari keseluruhan produk reksa dana, yang mencapai 96,57 persen.

Sementara itu, reksa dana campuran yang kinerjanya selama 11 bulan ini di atas IHSG adalah reksa dana terbitan PT Mega Capital Indonesia bernama Mega Dana Kombinasi dengan return senilai 39,6 persen, Reksa Dana Keraton terbitan PT Minna Padi Asset Manajemen dengan return 40,82 persen, Reksa Dana Pacific Balance Fund terbitan PT Pacific Capital Investment dengan return mencapai 40,63 persen.

Sisanya, merupakan reksa dana campuran terbitan PT Panin Sekuritas bernama Panin Dana Unggulan dengan return sebesar 64,72 persen dan Reksa Dana Panin Dana Bersama yang memberikan return tertinggi senilai 73,29 persen.

Edbert menjelaskan, rata-rata pertumbuhan reksa dana saham hingga akhir November mencapai 23,4 persen. Sedangkan, reksa dana campuran tumbuh 21,32 persen dan reksa dana pendapatan tetap sekira 12,96 persen.

Hingga penghujung tahun ini, produk reksa dana tersebut masih akan tumbuh positif. Infovesta memprediksi pertumbuhan IHSG pada bulan ini bisa mencapai sekira 2,7-5,4 persen atau berpotensi menuju level 3.800-3.900.

“Kalau reksa dana saham tumbuh sekirs 4-5 persen dalam satu bulan, sedangkan reksa dana campuran sekitar 3-4 persen,” ungkap Edbert.

Adapun, total dana kelolaan MI hingga akhir November 2010 meningkat sekira 0,848 persen dibanding periode bulan sebelumnya. Berdasarkan data reksa dana yang baru dirilis Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), total dana kelolaan reksa dana pada akhir Oktober sebesar Rp133,588 triliun, sedangkan pada akhir November meningkat menjadi Rp134,721 triliun.

Jika dibandingkan total dana kelolaan reksa dana pada awal tahun ini hingga akhir November 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 22,04 persen. Adapun, total dana keloaan reksa dana pada akhir Januari 2010 tercatat sebesar Rp110,389 triliun. Sementara unit reksa dana hingga penghujung November mencapai sebanyak 80,434 miliar unit.

Angka tersebut naik sekira 2,85 persen dari posisi bulan sebelumnya 78,204 miliar unit. Namun, jika dibandingkan awal tahun, jumlah unit reksa dana naik mencapai 15,27 persen dari posisi akhir Januari sebesar 69,779 miliar unit.

PT Danareksa Investment Management (DIM) hingga per 26 November 2010 mencatat total dana kelolaan sebesar Rp9,85 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari reksa dana saham, salah satunya adalah Reksa Dana Mawar Fokus 10.

Menurut Head of Marketing and Sales DIM Diah Sofiyanti, total dana kelolaan Mawar Fokus 10 hingga November mendekati target akhir tahun senilai Rp500 miliar. “Hingga November, total dana kelolaan Mawar Fokus 10 sudah mencapai Rp403,59 miliar,” ujar dia.

Sementara itu, meski tidak tercatat dalam data Infovesta Utama, namun berdasarkan return, reksa dana berbasis 10 saham berkapitalisasi menengah ini juga berhasil melampaui kinerja return IHSG.

“Return mawar Fokus 10 mengalahkan return IHSG,” tandas Diah. Tercatat, sejak peluncuran pada awal Maret lalu hingga November 2010, return Reksa Dana Mawar Fokus 10 telah mencapai 42,67 persen.(J Erna/Koran SI/ade)

Selasa, 07 Desember 2010

RD bertambah aset ... 071210

Dana kelolaan reksa dana November naik
Oleh Irvin Avriano A. | 07 December 2010

bisnis

JAKARTA: Dana kelolaan dan unit penyertaan reksa dana sepanjang November naik, mengonfirmasi peningkatan pembelian unit produk investasi tersebut, terlepas dari penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang November terkoreksi dari level 3.638 ke 3.531.

Data Bapepam-LK menunjukkan dana kelolaan reksa dana meningkat 0,84% atau Rp1,13 triliun dari Rp133,58 triliun per akhir Oktober ke level Rp134,72 triliun per akhir November. Jumlah unit penyertaan juga bertambah 2,22 miliar unit dari 78,2 miliar menjadi 80,43 miliar unit.

Tino Robert Henri Moorrees, Direktur Utama PT BNP Paribas Investment Partners (dahulu bernama PT Fortis Investments), mengatakan koreksi indeks membuat nilai awal aset dasar reksa dana terbesar itu menurun. Namun, dengan penambahan unit, dana kelolaan reksa dana meningkat.

"Namun, di perusahaan, dan mungkin secara umum, pembelian reksa dana baru membantu dana kelolaan kami meningkat," ujarnya ketika dihubungi akhir pekan lalu.

Dia mengatakan reksa dana perusahaan yang meraup dana kelolaan terbesar adalah produk pendapatan tetap BNP Paribas Prima USD, reksa dana campuran BNP Paribas Spektra sekitar Rp300 miliar, dan reksa dana saham BNP Paribas Ekuitas sebesar Rp200 miliar.

Berdasarkan data Bapepam-LK, BNP Paribas Prima USD membukukan peningkatan dana kelolaan sebesar US$11,71 juta dolar menjadi US$137,03 juta dan penambahan unit sebanyak 14,04 juta menjadi 138,63 juta unit sepanjang September.

Dalam data itu juga ditunjukkan beberapa peralihan posisi 10 besar dana kelolaan reksa dana. Posisi PT Danareksa Investment Management naik satu level dari posisi ketujuh ke posisi keenam, mengungguli PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen yang di posisi keenam pada Oktober.

Peningkatan itu ditopang kenaikan dana kelolaan Rp1 triliun dari Rp5,16 triliun menjadi Rp6,16 triliun. Posisi lain yang berubah adalah PT Sinarmas Sekuritas yang menempati posisi kesembilan dalam posisi dana kelolaan reksa dana dengan dana sebesar Rp3,58 triliun.

Sinarmas sebelumnya menempati posisi 10 dengan dana kelolaan Rp3,47 triliun. Perubahan posisi Sinarmas membuat penduduk posisi sembilan sebelumnya, PT NISP Sekuritas, turun ke posisi 10 dengan dana kelolaan sebesar Rp2,81 triliun.

Diah Sofiyanti, Head of Marketing Danareksa Investment, mengatakan strategi penjualan yang didukung oleh 14 bank distributor menjadi salah satu kunci peningkatan dana kelolaan perusahaan. "Inovasi juga menjadi pendorong. Tahun ini kami banyak memperkenalkan produk," katanya.

Namun, hal itu tak terjadi untuk posisi lima besar yang dipuncaki PT Schroder Investment Management Indonesia. Di bawah Schroder ada BNP Paribas, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. (bsi)

sang pengelola RD beraksi korporasi ... 071210

DBS jual anak usaha ke Nikko
Oleh Hendri T. Asworo | 06 December 2010
bisnis

JAKARTA: DBS Bank Ltd melepaskan kepemilikan saham mayoritas anak usahanya, DBS Asset Management (DBSAM), kepada Nikko Asset Management Co Ltd.

Kesepakatan itu tercapai karena kedua belah pihak akan meningkatkan ekspansi di kawasan Asia. Melalui akuisisi tersebut, DBS akan menjadi pemegang saham strategis di dalam Nikko Asset Management, yakni 7,25% saham pada perusahaan yang berbasis di Tokyo.

Transaksi tersebut akan menambah aset dana kelolaan Nikko Asset Management sebesar US$7 miliar dan juga memperluas kemampuan distribusi perusahaan itu di kawasan Asia secara signifikan.

Chairman dan CEO Nikko Tim McCarthy mengatakan kesepakatan itu membentuk aliansi strategis antara Nikko dan DBS dengan menggabungkan dua kekuatan yang saling melengkapi dalam hal produk, platform investasi, saluran serta serta wilayah distribusi.

“Kami akan menantikan kerja sama dengan DBS untuk terus menyempurnakan produk-produk wealth management bagi nasabah perbankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Menurut dia, Nikko dan DBS akan terikat dalam kesepakatan distribusi non-eksklusif sehingga produk investasi Nikko bisa ditawarkan melalui jaringan DBS di pasar utama Asia.

DBS juga akan memberikan komitmen kepada Nikko berupa anak perusahaan manajemen asetnya, pertama, kepemilikan saham sebesar 30% di HwangDBS Investment Management Berhad, salah satu perusahaan fund management independen terdepan di Malaysia.

Kedua, kepemilikan saham sebesar 51% di Asian Islamic Investment Management Sdn Bhd, sebuah perusahaan fund management berbasis Islam di Malaysia (49% saham lainnya dimiliki oleh HwangDBS Investment Management).Ketiga, anak perusahaan fund management DBS di Hong Kong.

Melalui akuisisi itu, sebanyak 107 orang karyawan DBS akan dipindahkan ke Nikko. Namun, 33% kepemilikan saham DBSAM di Changsheng Fund Management, sebuah joint venture fund management di Cina tidak akan menjadi bagian dari transaksi tersebut dan tetap dimiliki oleh DBS.

Nikko AM telah memiliki 40% saham di Rongtong Fund Management Company, perusahaan terbesar ke-6 untuk fund management berstatus joint venture Cina dan pihak asing di negara tersebut.

Transaksi itu berlangsung tiga pekan setelah Nikko sebelumnya menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Tyndall Investments, sebuah perusahaan manajemen investasi terkemuka di Australia dan Selandia Baru, dan membentuk aliansi distribusi yang strategis bersama Suncorp.

Nikko telah mengumumkan keinginannya membangun basis yang kuat di Jepang guna menjadi salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di seluruh wilayah Asia. Dari dua transaksi yang diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama 2011, Nikko akan mempunyai tambahan dana kelolaan sebesar US$32 miliar sekaligus menjadikan total dana kelolaan perusahaan lebih dari US$150 miliar.(mmh)


Nikko Asset Management Akuisisi Manajemen Aset DBS
Senin, 6 Desember 2010 - 17:16 wib
Andina Meryani - Okezone


JAKARTA - Nikko Asset Management Co. Ltd. (Nikko AM) dan DBS Bank Ltd. (DBS Bank) mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi manajemen aset milik DBS, DBS Asset Management (DBSAM).

Dengan demikian, DBS akan menjadi pemegang saham minoritas yang strategis di dalam Nikko AM, yaitu 7,25 persen saham di perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut. Transaksi ini akan menambah aset kelolaan Nikko AM sebesar USD7 miliar dan juga memperluas kemampuan distribusi perusahaan tersebut di wilayah Asia secara signifikan.

Nikko AM dan Bank DBS akan terikat dalam kesepakatan distribusi noneksklusif dimana produk-produk investasi Nikko AM dapat didistribusikan melalui jaringan DBS di pasar-pasar utama Asia.

Sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui, Bank DBS akan memberikan hal-hal berikut ini kepada Nikko AM:

- Anak perusahaan manajemen asetnya di Singapura;
- kepemilikan saham sebesar 30 persen di HwangDBS Investment Management Berhad, salah satu perusahaan fund management independen terdepan di Malaysia
- kepemilikan saham sebesar 51 persen di Asian Islamic Investment Management Sdn Bhd,
sebuah perusahaan fund management berbasis Islam di Malaysia (49 persen saham
lainnya dimiliki oleh HwangDBS Investment Management); dan
- Anak perusahaan fund management DBS di Hong Kong.

Dari akuisisi ini, sebanyak 107 orang karyawan akan dipindahkan ke Nikko AM. Namun demikian, 33 persen kepemilikan saham DBSAM di Changsheng Fund Management, sebuah joint venture (perusahaan gabungan) fund management di Cina tidak akan menjadi bagian dari transaksi tersebut dan akan tetap dipegang oleh Bank DBS.

Nikko AM sendiri telah memiliki 40 persen saham di Rongtong Fund Management Company, perusahaan terbesar ke-6 untuk fund management berstatus joint venture China dan pihak asing di China.

Transaksi ini berlangsung hanya tiga pekan setelah Nikko AM sebelumnya menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Tyndall Investments, sebuah perusahaan manajemen investasi terkemuka di Australia dan Selandia Baru, dan membentuk aliansi distribusi yang strategis bersama Suncorp.

Nikko AM telah mengumumkan keinginannya membangun basis yang kuat di Jepang guna menjadi salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di seluruh wilayah Asia. Dari dua transaksi yang diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama 2011 ini, Nikko AM akan mempunyai tambahan dana kelolaan sebesar USD32 miliar sekaligus menjadikan total dana kelolaan perusahaan lebih dari USD150 miliar.

Dalam proses ini, Nikko AM juga telah menegaskan kekuatan posisinya di Australia, Selandia Baru, dan Malaysia sekaligus meningkatkan keberadaannya secara signifikan di Singapura dan Hong Kong.

DBSAM telah memperoleh sejumlah penghargaan dan merupakan salah satu perusahaan manajemen aset terbesar dan paling berpengalaman di Singapura dan juga Asia Tenggara, mengelola investasi bagi investor ritel, swasta, dan institusi. DBSAM menawarkan rangkaian solusi manajemen investasi yang lengkap untuk semua kelompok aset, dengan kompetensi utama pada fixed income Asia, saham Asia, dan strategi absolute return.

Berkat transaksi ini dan juga akuisisi perusahaan terhadap Tyndall sebelumnya, sebanyak 30 persen aset Nikko AM akan berasal dari luar Jepang dan hampir 40 persen karyawannya berbasis di luar wilayah Jepang.

“Kami bahagia, bersama DBS untuk mengakuisisi divisi manajemen asetnya yang nomor satu, yaitu DBSAM. Kami menyambut DBS sebagai pemegang saham strategis yang penting di Nikko AM dan amat menantikan kerjasama dengan DBS untuk terus menyempurnakan produk-produk wealth management bagi nasabah perbankan,” ungkap Chairman dan CEO Nikko AM Tim McCarthy dalam keterangan tertulisnya yang diterima okezone, di Jakarta, Senin (6/12/2010).

Aliansi strategis dengan DBS Group akan memperkuat kemampuan kami dalam mendistribusikan produk-pro uk investasi di pasar-pasar Asia yang berkembang.

“Aliansi strategis antara Bank DBS dan Nikko AM ini sangatlah menarik. Bank DBS memiliki visi menjadi bank regional terdepan di Asia, sedangkan kami ingin menjadi salah satu perusahaan manajemen aset nomor satu di wilayah ini, sehingga akan ada banyak ruang bagi kami untuk tumbuh bersama,” tandas Head of Asia and Global Chief Marketing Officer Blair Pickerell.(ade)

kedekatan dan tahu BUKAN JAMINAN INVESTASI

dalam kehidupan gw yang uda bole dibilank lumayan hepi, gw YAKIN BAHWA FAKTOR INVESTASI amat NYATA berkontribusi
tapi orang2 yang mengenal gw dan berada dekat dengan gw LEBE BANYAK YANG GA IKUT-IKUTAN INVES
coba simak berapa banyak follower blog ini, cuma 13 orang
well, yang PALING PENTING BWAT GW INDIKATOR KENYAMANAN dan LABA YANG GW DAPAT DARI INVESTASI LAH (orang laen mo jungkir balik kek, mo pake cara lain untuk meraih keuntungan, EGP)
... sesuai dengan judul di atas, banyak orang SEMAKIN KRITIS MENGEVALUASI HIDUP GW SEAKAN-AKAN MEREKA PAKAR KEHIDUPAN GW
well, gw seh pasrah aja soal analisis mereka
tapi bwat gw YANG LEBE UTAMA ADALAH MENGANALISIS PERKEMBANGAN dan LABA YANG GW RAIH DARI BERINVESTASI REKSA DANA (terutama saham)
nah, hikmah ini barangkali juga akan menggugah anda, bahwa investasi itu sudah ada ILMU dan CARANYA, tinggal anda MEMUTUSKAN YANG TERBAEK BWAT HIDUP ANDA SENDIRI
setelah lewat uji nyali berinvestasi, maka anda harus punya modal dulu, TABUNG DULU S/D BATAS MINIMUM BELI (sayangnya kebanyakan bank penjual reksa dana mematok batas 50Jt, tapi di 2 bank asing yang gw ikutan sekarang uda bisa cuma 5Jt bahkan mungkin maseh bisa nego lage ... coba aja sendiri)
terus terang beberapa teman gw dampingi saat beli reksa dana, bukan sebagai broker, jadi gw ga dapat komisi sama sekali, semata-mata teman2 ini uda yakin dengan ilmu dan laba yang gw raih ... :) ... tapi anda harus mencari info tambahan soal bank penjualnya, neh gw kasih clue-nya: bank asink, terutama yang dari oz dan amrik
bahkan sudah lebe dari 2 taon gw maen reksa dana online lewat internet banking di salah satu bank penjual (subscription doank seh)
di bank asing laen gw bisa jual (redemption) lewat phone banking

andaikan 1 T modal gw di RDS

pernahkan anda membayangkan berapa modal yang gw inves di reksa dana
well, ga usa dibayangin lah, pokoke lebe gede daripada rerata modal investor lah
tapi pernah kah anda membayangkan bahwa kalo gw punya 100 Jt, atawa 1M atawa 1T akan punya imbas nyata dalam kehidupan gw dari bulan ke bulan, hari ke hari, jam ke jam, detik ke detik :
berdasarkan data mutakhir gain reksa dana saham gw, maka secara kasar dan rerata dalam 1 taon sekira 140% (dibandingkan dengan NAB/nilai aktiva bersih sejak Oktober 2008) ... itu berarti 140/12 = 11% lebe gain-nya per bulan rerata kasar ... anggap aja 10% supaya lebe mudah ngitungnya
10% dari 100 Jt = 10 Jt per bulan
10% dari 1 M = 100 Jt per bulan
10% dari 1 T = 100 M per bulan
jadi dengan TINGKAT RISIKO LEBE GEDE, TERNYATA IMBAL HASIL REKSA DANA SEMAKIN TINGGI ... ini yg gw sebut SEBAGAI PENGUNGKIT
well, persoalannya, anda punya dananya atawa tidak?
persoalan kedua, anda LULUS UJI NYALI INVESTASI yang gw bwat link-nya di sini?
jika 2 soal itu anda sudah lewat, maka persoalan YANG PALING PENTING, apakah imbal hasil dalam periode ke depan akan sama? well, uda pasti jawabannya TIDAK TAHU
namun karena gw uda sekira 8 taon (96 bulan) inves reksa dana (terutama saham) dengan perkiraan imbal hasil mencapai di atas 500% (berarti sekira 500/96 = 5% per bulan kasar) ... maka gw memperkirakan 5-10% rerata per bulan dalam jangka panjang untuk imbal hasil reksa dana saham (terutama) maseh mungkin terjadi :)

Welcome to THE THIRTEENTH FOLLOWER, RDS turun BELI ... donk: 071210

Senin, 06 Desember 2010 | 13:26 oleh Avanty Nurdiana
KINERJA REKSADANA kontan
Kinerja reksadana saham turun pada November

JAKARTA. Kinerja reksadana saham sepanjang bulan November 2010 menunjukkan penurunan kinerja. Hal ini sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan kemunduran.

Asal tahu saja, selama November, kinerja IHSG turun 2,86% ke 3.531,21. Penurunan indeks tersebut mengakibatnya kinerja reksadana saham secara rata-rata turun 3,79% selama sebulan.
... ini berarti KESEMPATAN BELI pada harga lebe murah di RD ... buy when blood in the streets :)... ini yang uda gw KERJAKAN, LANJUTKAN :)

Berdasarkan data Infovesta Equity Fund Index, kinerja reksadana saham dari awal tahun sampai 30 November juga menciut menjadi 23,4% saja. Padahal sampai Oktober kinerja rata-rata reksadana saham mencapai 28,26%.

Beberapa reksadana saham yang menduduki kinerja terbaik seperti Panin Dana Maksima kinerjanya juga turun 1,35%. Akibatnya imbal hasil kinerja dari awal tahun sampai 30 November kinerja reksadana Panin Dana Maksima hanya mencatatkan kinerja 96,57%. Turun dari bulan lalu yang mampu mencatatkan kinerja 99,26%.

TERIMA KASIH MAS KURHI SUDAH MAU GABUNG blog sederhana ini ... semoga Anda bisa meraup banyak manfaat, yaitu ilmu, dan doku DARI BERINVESTASI REKSA DANA SECARA SERIUS, BENERAN, JANGKA PANJANG DAN MELEBAR (diversifikasi) :)

Minggu, 05 Desember 2010

DESEMBER datang lah, segera (2)... 051210

NEH SAAT GW MENIKMATI IMBAL HASIL RD THN 2009 ... taon 2010, gw sebenarnya uda banyak melakukan redemption ... lalu pada Desember 2010 ini gw uda mulai redeem (jual) sebagian kecil dana kelolaan RD gw dah ... terutama gw lakukan pada saat tren ihsg sedang naek (seperti minggu ini)
tapi sebenarnya beli reksa dana juga gw jalankan seh ... gw masuk beli (subscription) pada saat ihsg sedang dilanda anjlok, terutama yang dahsyat ... supaya saat tren naek, dana kelolaan RD gw bisa melesat saat ihsg naek pesat :)

dana kelolaan RD indon November 2010 ... 051210

AUM Reksa Dana Capai Rp134,72 T per November
Headline

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Minggu, 5 Desember 2010 | 11:31 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Total dana kelolaan reksa dana per November 2010 mencapai Rp134,72 triliun atau naik Rp1,13 triliun dari periode Oktober 2010 sebesar Rp133,58 triliun.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari data Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Minggu (5/12). Total dana kelolaan per November 2010 sebesar Rp134,72 triliun dengan jumlah unit 80,434,424,003 unit. Ada pun komposisi NAB reksadana yaitu ETF-Fixed Income sebesar Rp459,74 miliar, reksa dana fixed income sebesar Rp288,68 miliar, reksadana campuran sebesar Rp582,74 miliar, reksa dana pasar uang sebesar Rp107,42 miliar.

Untuk reksadana saham sebesar Rp3,95 triliun, reksa dana campuran syariah sebesar Rp171,10 miliar serta reksa dana saham syariah sebesar Rp539,90 miliar dan reksa danasyariah terproteksi sebesar Rp474,84 miliar dan reksa dana terproteksi sebesar Rp3,31 triiun.

Direktur PT Schroder Investment Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan,
dana kelolaan reksadana diperkirakan akan naik sebesar Rp155 triliun hingga Rp160 triliun pada 2011. Dana kelolaan reksa dana ini akan didukung dari reksadana saham. Michael memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan tumbuh 20% pada 2011. "Hopefully masih didukung dari reksa dana saham," ujar Michael, Jumat (3/12) lalu.

Sementara itu, Michael mengharapkan, nilai AUM PT Schroders Invesment Indonesia akan tumbuh 10% menjadi Rp55 triliun pada 2011. Hingga akhir tahun 2010 dana kelolaan PT Schroders Invesment Indonesia menjadi Rp50 triliun.

Michael menuturkan, dana kelolaan AUM sebesar Rp50 triliun maka jumlah dana kelolaan reksa dana sebesar Rp34 triliun dan segreated account sebesar Rp16 triliun. Selain itu, PT Schroders Investment Indonesia akan meluncurkan reksa dana baru pada 2011. "Kita akan luncurkan reksa dana balance dan terstruktur pada 2011," kata Michael. [hid]

NAB RD bukan MISTERI NOVEMBER ... 051210

021210:


GAIN 02 Des 2010 (dibandingkan dengan NAB per tgl 28 Oktober 2008/krisfinalo) :
schroder dana istimewa (1.316,16)= +259,04%
manulife saham andalan (391,76) = +291,64%
bnp paribas (d/h fortis) ekuitas (3.535,35) = +291,72%
schroder dana prestasi plus (5.980,66) = +250,52%


coba bandingkan sendiri neh : NAB RD saat krisfinalo

transit baru: RD... tukh : 051210

Sabtu, 04/12/2010 15:05 WIB
Bunga Deposito Turun, Reksa Dana Jadi Alternatif Menjanjikan
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Tren penurunan suku bunga deposito yang terjadi saat ini membuat instrumen investasi reksa dana menjadi buruan masyarakat sebagai alternatif investasi. Karena return yang lebih menjanjikan.

Menurut Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Triwulan IV-2010 yang dikutip, Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sepanjang 2010 ini naik 19,1%, sementara NAB per unit naik 4%.

"Penurunan suku bunga deposito menjadikan reksa dana sebagai alternatif investasi yang cukup menjanjikan, khususnya bagi kalangan pemodal ritel," ujar laporan yang dikutip, Sabtu (4/12/2010).

Dalam laporannya, BI mengatakan NAB reksa dana pasar uang, pendapatan tetap dan terproteksi tercatat paling tinggi, yaitu masing-masing 43,6%, 42,2%, dan 19,3%.

Produk-produk reksa dana berbasis surat utang, seperti pendapatan tetap, pasar uang, dan terproteksi, kinerjanya di atas benchmark kenaikan harga IDMA Bond Index yang tumbuh sebesar 13,3% secara year to date.

Seperti diketahui, selama 2010 ini, bunga deposito perbankan telah turun sebesar 82 bps. Rata-rata suku bunga deposito 1 bulan perbankan adalah 6,51%.

(dnl/dnl)

Rabu, 01 Desember 2010

PNM sang manajer investasi YANG BERUTANk ... 011210

Sebanyak empat bank memberikan pinjaman kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) senilai Rp 600 miliar untuk pembiayaan pada tahun depan. Empat bank itu adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Mega Tbk. Untuk pembiayaan kredit tahun depan kami sudah mendapatkan Rp 600 miliar dari empat bank. Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja pada acara kerja sama PNM dengan PT Danareksa Investment Management (DIM) dalam penerbitan reksa dana penyertaaan terbatas (RDPT) di Jakarta, Selasa (30/11).

Sumber : INVESTORINDONESIA